Muhasabah Cinta Ilham & Zahra

Muhasabah Cinta Ilham & Zahra
MCIDZ. 25 # Kabar Bahagia


__ADS_3

~{ Serangkai Kata }~


"Tidak semua berat dan penuh penderitaan, suatu saat semua akan berubah menjadi indah.Yakinlah bahwa ada cahaya setelah kegelapan, seperti malam yang akan menemukan siang."


...


Beberapa menit kemudian, terdengar suara ketukan pintu dari luar. Dengan begitu, Ilham segera beranjak untuk membukanya. Dan ternyata, dia adalah dokter yang akan memeriksa istrinya.


"Bolehkah saya masuk?" tanya Dokter Linda, teman dari adiknya Ilham—Almaira.


"Boleh, Dok. Silakan, Alisha sudah ada di dalam," jawab Ilham yang mendapat anggukan dari Linda.


Setelah diizinkan oleh tuan rumah, Linda langsung saja masuk ke dalam kamar Alisha. Terlihat gadis itu terbaring lemas karena tenaganya sudah habis, sedari tadi ia terus-menerus memuntahkan isi perutnya, sehingga menimbulkan rasa lemas dan letih pada diri Alisha.


"Baiklah, saya coba periksa dulu ya." Linda segera mengeluarkan alat-alatnya untuk memeriksa Alisha.


"Apa yang sedari tadi kamu rasakan, Nak?" tanya Linda sembari tersenyum.


"Mual dan tidak enak badan, Dok," keluh Alisha dengan menyandarkan tubuhnya ke kepala tempat tidur yang dibantu oleh Ilham.


Linda hanya tersenyum dan berakata, "Selamat ya Ilham, istrimu sedang mengandung."


Ilham mematung mendengar kenyataan yang baru saja didengarnya dari Dokter Linda, sebenarnya ia tidak tahu kalau Dokter Linda itu adalah seorang dokter kandungan. Setahunya, Linda itu dokter biasa yang berteman dengan adiknya. Akan tetapi, kedatangannya itu tidaklah salah karena Alisha memang membutuhkan dokter dan bukan hanya dokter biasa, tapi juga dokter kandungan.


"Apa benar itu, Dok?" tanya Alisha dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Iya, untuk memastikannya, kamu bisa cek sendiri menggunakan test peck atau bisa langsung pergi ke rumah sakit," jawab Dokter Linda pada Alisha.


"Baiklah Dokter, terima kasih atas kabar baiknya," ucap Alisha dan beralih menatap wajah suaminya yang hanya diam saja.

__ADS_1


"Mas ...," ucap Alisha sendu dengan air mata yang sudah tidak bisa dibendung lagi.


Melihat wajah istrinya, Ilham sudah mengetahui maksud dari istrinya dan sudah jelas juga dari sorot matanya yang terlihat begitu bahagia. Walaupun demikian, ia juga sangat bahagia dengan kedatangan malaikat kecil dari dalam perut istrinya.


"Iya, sayang. Alhamdulillah, akhirnya kita dikaruniai seorang malaikat kecil yang akan hadir di antara kita berdua," ucap Ilham sembari mengelus lembut kepala Alisha, lalu mengecupnya dengan penuh kasih sayang.


"Mas, aku sangat bahagia mendengar kabar ini. Apa Mas juga sama?" tanya Alisha yang ragu-ragu bahwa Ilham bisa menerima anaknya.


Ilham mengangguk dan menjawab, "Iya, Alisha. Mas juga sangat bahagia."


"Terima kasih, Mas," balas Iklima dengan memeluk tubuh Ilham. Akhirnya dia menemukan cinta dari suaminya sendiri yang sudah lama Alisha nantikan.


Dokter Linda yang melihat keromantisan sepasang suami istri itu hanya tersenyum, ia juga bisa merasakan kebahagiaan dan cinta dari keduanya karena ia juga mendapatkannya dari suaminya.


"Untuk nanti, saya akan resepkan obat untukmu. Jangan sampai kecapean ya, biar kandungannya tetap sehat." Dokter Linda menuliskan resep obat untuk Alisha.


"Baik, Dok. Terima kasih banyak sudah meluangkan waktunya untuk memeriksa istri saya," ucap Ilham dengan penuh hormat.


"Iya, Dokter Linda. Terima kasih," ucap kembali Ilham yang entah berapa kali mengatakannya.


Hal itu hanya dibalas dengan anggukan kepala saja oleh Dokter Linda, tidak lupa juga ia memberikan obat untuk Alisha.


"Istirahat yang cukup ya, Alisha." Dokter Linda berpesan kepada Alisha, lalu pergi meninggalkan tempat itu.


"Kalau begitu, saya pamit pulang dulu ya, Ilham. Jangan lupa jaga baik-baik istrimu, dia sangat membutuhkan dirimu di kehamilannya sekarang," ucap Linda yang dibalas dengan ramah oleh Ilham.


"Baik, Linda. Insya Allah, aku akan menjaga Alisha dengan sangat baik," jawabnya yakin.


"Assalamualaikum," ucap Linda kemudian.

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam," jawab Ilham sembari mengantarkannya sampai depan rumah.


Setelah itu, Ilham kembali ke dalam kamarnya untuk menemui Alisha. Perasaannya saat ini sangat bahagia dengan hadirnya buah hati dari pernikahannya dengan Alisha yang awalnya penuh dengan rintangan besar.


"Ceclek." Suara pintu dibuka oleh Ilham, lantas Alisha hanya tersenyum melihat kedatangan suaminya kembali.


Ilham tanpa berkata apa-apa, segera menutup pintu kamarnya dan berjalan ke arah tempat tidur, kemudian duduk di samping Alisha. Sesaat kemudian, Ilham menggenggam tangan istrinya, lalu menciumnya. Apa yang dilakukan suaminya itu tidak luput dari perhatian Alisha, ia sangat terharu dan bahagia mendapatkan perhatian lebih dari suaminya sendiri.


"Alisha, terima kasih banyak sudah memberikan sesuatu yang sangat berharga bagiku. Terima kasih juga sudah menjadi istri yang sabar menghadapi sikapku dan juga tabah menanti cinta dariku, walaupun Mas sempat menyakiti hatimu karena seorang wanita, tapi kamu selalu sabar meskipun hatimu sangat sakit," ucap Ilham dengan rasa bersalah yang sangat besar.


Alisha semakin dibuat terharu oleh ucapan dari suaminya barusan. "Tidak papa, Mas. Aku sudah melupakan semua yang telah terjadi di masa lalu," balas Alisha sembari menatap Ilham dengan penuh cinta.


"Terima kasih, sayang. Mas sangat beruntung mendapatkan istri penyabar sepertimu," kata Ilham sembari memeluk tubuh Alisha


"Aku juga beruntung mendapatkan suami penyanyang dan saleh sepertimu," ucap Alisha kemudian.


Sepasang suami-istri itu terhanyut dengan perasaan yang sangat bahagia, sampai mereka kembali saling tatap. Hal itu masih membuat keduanya canggung walaupun sudah dua bulan menikah.


"Nur Alisha Shafiyah, mulai sekarang aku mengatakan cinta yang sebesar-besarnya kepadamu. Bidadari surgaku, aku sangat mencintaimu," ucap Ilham pada Alisha.


Sekilas terlihat seperti sepasang kekasih yang sedang menyatakan cintanya, tapi berbeda dengan yang ini. Meraka sudah terikat dengan pernikahan dan menjadi pasangan halal.


Alisha sangat bahagia dengan pernyataan suaminya barusan, inilah yang ia tunggu dari suaminya. Tidak sia-sia usahanya untuk mendapatkan hati sang suami yang pada akhirnya bisa luluh juga.


"Mas, aku juga sangat mencintaimu, walaupun sebelumnya tidak ada rasa cinta di antara kita berdua. Namun, cinta itu hadir sering berjalannya waktu dan kebersamaan. Sekarang aku merasa bahwa pernikahan kita ini lengkap," balas Alisha dengan meneteskan air matanya.


"Jangan menangis, sayang. Mas tidak akan membiarkan kamu menangis lagi, sudah cukup sampai di sini kamu menyembunyikannya dari Mas. Kedepannya, Mas akan selalu ada di sampingmu dan menjadi imam serta suami yang baik bagimu," ucap Ilham sembari menghapus air mata yang keluar dari pelupuk mata indah istrinya.


Tanpa kata, Alisha meraih tangan Ilham dan menciumnya. "Terima kasih sudah hadir di dalam hidupku, Mas. Ke mana pun Mas membawaku, aku akan selalu bersamamu. Cintamu mengubah hidupku kembali indah," kata Alisha.

__ADS_1


Ilham tersenyum mendengarkan semua yang dikatakan oleh istrinya dan malam ini akhirnya mereka berdua saling mengungkapkan perasaan, dengan sangat dalam dan penuh cinta.



__ADS_2