My Beautiful Doctor Vampire

My Beautiful Doctor Vampire
BAB 11 - Tugas untuk Nicollete


__ADS_3

Lionel tiba-tiba menghilang, tidak ada seorang pun yang tahu kemana pemain gelandang mereka pergi. Antonio yang sudah mengetahui identitas rekan timnya itu, meminta pelatih James untuk menggantikan posisi Lionel dengan pemain lain dan disetujui.


Besok adalah pertandingan tim mereka dengan Amerika di stadion Al-Bayt, mereka harus mempersiapkan diri karena pemain Amerika dikenal memiliki stamina yang bagus, dan sudah menjadi tugas Erika dan Callie untuk memeriksa kesehatan tiap anggota tim. Namun ketika Antonio bersitatap dengan Erika — dia merasa salah tingkah sendiri.


“Kau baik-baik saja?”


Antonio gelagapan ketika Erika bertanya padanya. Dia berusaha terlihat sewajar mungkin di hadapan dokter mereka itu. Padahal — jantung Antonio sedang berdetak kencang tidak beraturan.


Setelah diperiksa oleh Erika, dia pun ke meja Callie untuk mendapat vitamin, gadis ini melirik striker bertubuh atletis tersebut dan menyodorkan kantong bening berisi kapsul serta pil di dalamnya. Sebelum Antonio pergi, Callie sempat berkata, “Jangan pernah jatuh cinta kepada vampir, kau adalah seorang werewolf, keluarga Vladimir tidak akan mengampunimu.”


Perkataan Callie itu sama sekali tidak digubris oleh Antonio, dia masih sibuk meredam detak jantung yang seakan ingin merangsek keluar dari dadanya. Benar kata Callie, aku tidak boleh jatuh cinta pada Erika.


“Antonio ....” Terdengar suara Erika memanggil namanya, sehingga dia menyurutkan langkah dan berbalik ke arah Erika. “Terima kasih,” ucap Erika kemudian sembari tersenyum manis.


Jangan tersenyum seperti itu ... aku bisa mati meredam detak jantungku! Antonio membalas senyuman Erika dengan segaris senyum kikuk, “Terima kasih untuk apa?”


“Untuk .... Eh, tunggu dulu! Apa ada yang salah dengan senyumanku?” Mendengar pertanyaan barusan, Antonio pun terkesiap. Dia lupa jika Erika seorang vampir dengan kemampuan membaca, juga memanipulasi pikiran.


“Dasar, tidak sopan. Kenapa kau membaca pikiranku tanpa meminta ijin?” gerutu Antonio.


Erika hanya cengengesan melihat Antonio yang salah tingkah seperti itu, dan mereka kemudian tertawa bersama. Karena tergelak-gelak, rambut bagian depan Erika terlepas dari jepit rambutnya dan menjuntai turun menutupi mata indahnya.


Tanpa sadar Antonio menyisipkan untaian rambut itu ke belakang telinga Erika, adegan itu membuat mereka sama-sama mematung. Antonio yang menyesali betapa lancang perbuatannya dan Erika yang tersipu malu serta merasakan desir aneh di dalam hatinya.


“Ma—maaf, aku tidak bermaksud kurang ajar.” Antonio cepat-cepat meminta maaf kepada Erika, takut jika dia akan marah lagi padanya.


Senyum tipis tapi sedikit kikuk mengembang di sudut bibir gadis yang mengenakan jas putih itu. “It's okay, tidak apa-apa kok.” Kali ini senyuman lebar tersungging di bibir Antonio.


“Boleh aku mengajakmu makan malam setelah pertandingan besok?” Mata Erika menatap Antonio tidak percaya, apa dia sedang mengajakku berkencan? Batin Erika bertanya-tanya.

__ADS_1


Melihat raut wajah Erika — Antonio segera meralat maksudnya. “Sebagai permintaan maafku atas sikap kasarku beberapa waktu lalu,” imbuh Antonio cepat, ia tidak ingin Erika tahu jika memang dia sedang mengajak gadis ini berkencan.


Semoga dia tidak tahu jika aku mengajaknya berkencan, pikir Antonio dan kemudian dia tersadar dengan kemampuan Erika lagi, hingga hanya bisa berharap Erika tidak membaca pikirannya barusan. Dahi dokter ini mengkerut, dia pun akhirnya mengangguk dan menerima ajakan Antonio.


Diam-diam Callie mencuri dengar, dia terlihat sangat tidak menyukai rencana makan malam mereka dan dia akan berusaha menggagalkannya.


...----------------...



Stadion Al-Bayt, Al-Khor, Qatar.


Penonton dan suporter kedua negara sudah memenuhi tiap baris bangku penonton, mereka berharap bisa menyaksikan pertandingan yang seru antara Inggris dan Amerika. Sementara para suporter Inggris tidak tahu jika salah satu gelandang favorit mereka menghilang dan digantikan oleh pemain cadangan.


Riuh rendah suara penonton di stadion membuat keributan di area dekat toilet wanita teredam, di sana — seorang cleaning service wanita berusaha melepaskan diri dari cengkeraman seorang pria. Lagi-lagi pria itu adalah Lionel, entah kenapa dia suka sekali membuat masalah.


Saat taring Lionel akan menyentuh leher wanita tersebut — Nicollete muncul. Meskipun dia juga seorang vampir, tapi dia hanya minum darah di dalam kantong yang ia curi dari rumah sakit, meskipun ingatannya samar — Nicollete tahu jika dia dulunya adalah manusia.


“Stop!” teriak Erika kesal, Lionel tanpa sengaja mendorong tubuh dokter itu hingga membentur tembok.


Nicollete berlari menghampiri Erika yang terduduk dan bersandar di dinding karena kesakitan, sementara Lionel lari seperti kemarin. Erika menahan Nicollete yang akan mengejar Lionel, dia memintanya untuk membawa cleaning service tadi untuk dimanipulasi ingatannya.


“No—nona, kekuatan dan stamina-mu belum pulih benar.” Nicollete berusaha mencegah Erika menggunakan kemampuannya yang belum stabil tersebut.


Namun bukan Erika jika dia tidak keras kepala, dia memaksa Nicollete membawa wanita itu ke hadapannya, dan sesuai dugaan jika Erika akan kembali jatuh pingsan karena aliran energinya yang kacau.


Nicollete memapah Erika menuju ke klinik, ruangan itu kosong karena Callie dan petugas kesehatan lain sedang berada di lapangan, berjaga-jaga kalau ada pemain yang terluka. Cukup lama Erika tertidur di ruangan klinik umum itu, sampai pertandingan berakhir — dia belum juga bangun.


Melihat keadaan Erika yang seperti ini, Antonio jadi khawatir, dia terus duduk di sisi ranjang Erika. Beberapa saat kemudian dia pun menoleh ke arah Nicollete dan Callie, “Apa vampir juga bisa pingsan atau sakit?”

__ADS_1


Kedua gadis itu bertukar pandang, jujur saja Nicollete tidak tahu sebab dia belum pernah pingsan, kemampuan pemulihan diri makhluk abadi seperti vampir dan werewolf sangat cepat. Karena khawatir Erika tidak bangun-bangun, Nicollete terpaksa menghubungi Frank dan Lenora.


Erika pun dibawa pulang ke hotel, Antonio menggendong Erika turun dari bus yang membawa rombongan mereka pulang dari stadion. Antonio membaringkan tubuh Erika yang masih terus tidur ke atas ranjang.


Tak lama kemudian Lenora dan Frank muncul, mereka menatap Antonio dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Melihat adik mereka bersama seorang manusia, membuat Lenora nyaris murka dan akan menyerang Antonio, tapi ditahan oleh Frank.


“Bisa kau menyingkir dari adik kami?” Frank meminta dengan sopan kepada Antonio yang kemudian beranjak dari tempat duduknya. Saat Antonio melewati Frank — kakak Erika tersebut mengernyit, dia memegang lengan Antonio.


Frank mendekatkan wajahnya ke depan wajah striker Inggris itu, segaris senyum mengejek muncul di sudut bibirnya. “Aku kira serigala putih sudah musnah, ternyata aku salah dan itu berarti Maria telah berbohong kepada kita Lenora! Dia mengatakan anak Rodrigo sudah mati di tangan keluarganya.”


Karena marah, Lenora pun berubah wujud menjadi vampir dan mencekik leher Antonio, karena merasa terancam — pria itu pun mengubah dirinya jadi setengah serigala.


“Beraninya wanita tua itu menipu kami, keluarga Valdimir!” ujar Lenora geram dan tanpa melepaskan cekikannya dari leher Antonio.


Melihat kekacauan itu, Frank pun menahan Lenora, “Kita sembuhkan dulu Erika, sepertinya dia terlalu banyak kehilangan energi.” Sedetik kemudian Frank sudah meneteskan beberapa tetes darahnya ke mulut sang adik.


Perlahan Erika mulai membuka matanya, dan yang pertama ia cari adalah Antonio. Kedua kakak Erika merasa jika adik mereka itu sudah jatuh cinta kepada manusia serigala ini dan itu tidak boleh terjadi.


Callie yang baru saja tiba di kamar Erika pun terbakar api cemburu saat melihat Antonio menggenggam tangan Erika dengan mesra. Dia juga melihat Nicollete sedang bersama dua orang yang dulu pernah bertarung dengan ayahnya, mereka adalah anak-anak dari keluarga Vladimir.


Karena merasa tidak dibutuhkan — Callie pun pergi. Sedangkan Nicollete tersudut oleh Frank dan Lenora, mereka menekan pelayan vampir itu untuk mencari cara memisahkan Erika dan Antonio.


“Vampir dan manusia serigala? Itu tidak bisa dan tidak boleh terjadi!”


“Kau harus berhasil membawa Erika pulang ke kastil dan membangkitkan kekuatan sejati Erika. Lalu ... pisahkan Erika dari anjing menjijikkan itu!”


Sebelum Frank dan Lenora pergi, Lenora sempat memperingatkan Nicollete. “Jika kau gagal ... maka nyawamu yang akan jadi penggantinya!” Mereka pun menghilang bagai angin meninggalkan Nicollete yang terduduk lemas di kursi karena Lenora sangat mengerikan jika dia sudah marah.


Aku harus memisahkan Antonio dan Erika. Kurasa aku butuh bantuan Callie.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2