My Beautiful Doctor Vampire

My Beautiful Doctor Vampire
BAB 13 - Count Christopher Lionel


__ADS_3

Pertandingan antara Inggris dan Wales pun berakhir dengan kemenangan timnas Inggris, Erika yang biasanya tidak tertarik dengan sepakbola pun ikut menyaksikan langsung dari pinggir lapangan. Dia tersenyum lebar saat Antonio menunjukkan lambang victory dengan dua jarinya.


Entah disadarinya atau tidak, Antonio langsung memeluk Erika di tepi lapangan. Menyadari ratusan mata menatap mereka di tengah euforia kemenangan Inggris, Erika berusaha mendorong halus Antonio, tapi tak disangka pria ini malah memeluknya semakin erat.


Dengan suara menggoda, Antonio berbisik lembut di telinga Erika, “Biarkan mereka semua tau kalau kita ini sepasang kekasih.”


Erika kali ini benar-benar mendorong Antonio dan memukul dada pria ini manja. “Apa kau gila? Kau ingin aku di-bully para gadis penggemarmu?” Dia pun menyuruh Antonio kembali berkumpul dengan timnya.


Dengan berat hati Antonio menuruti perintah Erika, mereka tidak sadar jika ada dua pasang mata yang menatap tidak suka dari kejauhan, Callie dan Nicollete memperhatikan mereka dari sisi berbeda.


“Lihat, kita harus segera memisahkan mereka berdua. Nona Erika adalah satu-satunya pewaris terkuat keluarga Vladimir, meski sekeras apapun dia menolak.”


Callie terus menatap lurus ke arah Antonio yang sedang tertawa bahagia dengan anggota tim lainnya. Aku harus merebut Antonio dari Erika, jika vampir bersatu dengan werewolf, aku tidak tahu makhluk apa yang akan terlahir di dunia ini. Dia menggumam dalam hati.


“Hei, bocah! Apa kau dengar aku?” Nicollete menggoyang-goyang bahu Callie yang melamun sedari tadi dan tidak mendengarkannya.


Tangan Nicollete ia tepis, “Siapa yang kau panggil bocah?” tanyanya pada pelayan vampir itu dengan nada tidak suka. “Aku akan merebut Antonio dari Erika. Lihat saja nanti!”


Gadis ini pun berlari menghampiri Antonio di seberang lapangan, langkahnya lebih seperti kelinci kecil yang menemukan ladang wortel luas. Begitu sampai di dekat Antonio, Callie langsung bergelayut di lengan kekarnya.


Karena jengah, Antonio menepis tangan Callie. Namun gadis ini menarik Antonio mendekat sembari membisikkan sesuatu yang membuat dia terlihat marah. Antonio menatap nanar ke arah gadis pembasmi vampir itu.


“Aku tidak main-main, pikirkan ucapanku barusan.” Callie mengedipkan matanya ke arah Antonio dan berlalu pergi. Antonio hanya bisa mematung, menatap punggung Callie yang menjauh.


...****************...


Malam ini, Antonio merasa sangat gelisah, dia terus saja mondar-mandir di dalam kamar hingga membuat Bryan melempar bantal padanya.


“Kau membuatku pusing, brotha!”


Antonio menarik kursi di depan cermin, dia duduk di hadapan Bryan dengan wajah serius. Sebenarnya sudah lama dia ingin jujur pada Bryan tentang siapa dia dan Erika, tapi dia takut jika pria penakut ini malah menjauhi mereka.


“Kalau misalnya kau mengenal seorang werewolf atau vampir saat ini, bagaimana pendapatmu?” tanya Antonio hati-hati agar Bryan tidak curiga terlebih dulu.


Siapa sangka, Bryan malah tergelak hingga air matanya keluar, dia memegang perutnya yang sakit karena tertawa terbahak-bahak. Antonio kesal dan melempar kembali bantal yang tadi Bryan lempar kepadanya tadi.

__ADS_1


Bryan berusaha menghentikan tawanya hingga dia terbatuk-batuk, “So—sorry, kamu bilang werewolf dan vampir? Jika kedua makhluk itu benar-benar nyata, aku akan berkeliling lapangan hanya menggunakan boxer.”


“Kau serius dengan ucapanmu?” Antonio mengejek Bryan.


Dengan angkuh, Bryan menepuk dadanya, “Omongan laki-laki tidak boleh diingkari!”


“Oke, aku akan memegang ucapanmu!”


Antonio pun mundur dan mengambil jarak dengan Bryan, dia mulai mengubah dirinya menjadi setengah serigala. Perubahan Antonio itu membuat raut wajah Bryan berubah ketakutan, tawanya pun langsung menghilang. Dia mundur sampai membentur kepala ranjang.


“What a ... trik apa yang sedang kau gunakan brotha? Ka—kau ....” Bryan terlihat memucat, itu membuat Antonio kembali ke wujud manusianya sambil tertawa terbahak-bahak.


“Ingat janjimu untuk berkeliling lapangan hanya dengan menggunakan boxer.” Antonio mengingatkan janji Bryan dan kembali duduk di kursinya.


Bryan masih syok dan belum bisa berkata-kata. Dia diam sembari memeluk bantal di sudut ranjang, matanya terus menatap Antonio dengan tatapan tidak mengerti. Sesekali dia menunjuk tipis sahabatnya itu, entah apa yang ada di dalam pikirannya saat ini.


Melihat Bryan seperti itu, Antonio melempar sebuah guling ke arahnya. “Sudah, jangan berlebihan. Kau sendiri yang mau melihat werewolf 'kan? Atau aku harus memanggil vampir ke sini juga?”


Bola mata Bryan membulat, “Va—vampir ka—tamu? Di mana mereka?” Bryan semakin mengkeret ke sudut ranjang.


Ketika Antonio akan beranjak dari tempatnya duduk, Bryan sudah mulai bisa menguasai diri. Dia terlihat menarik napas panjang, kemudian menghembuskan napasnya perlahan.


“Pendapat tentang apa? Jangan kau bilang, kau mau minta pendapatku tentang bagaimana jika seorang werewolf jatuh cinta pada vampir?” Bryan memperbaiki kembali posisi duduknya dan menatap lekat ke arah Antonio.


Mendengar tebakan Bryan yang tepat itu, Antonio kembali duduk dan menatap sahabatnya dengan tatapan serius, sebelum akhirnya mengangguk. Bryan menepuk jidatnya lemas, ia kehilangan kata.


“Bagaimana pendapatmu jika aku jatuh cinta pada seorang vampir?”


“Are you crazy, Man? Keberadaan dua makhluk itu saja sudah membuat manusia ketakutan. Werewolf dengan kekuatan dan kecepatan yang luar biasa saat mengamuk, vampir penghisap darah itu ... lantas jika kedua makhluk ini bersatu dan memiliki anak, akan seperti apa anak itu? Vampir yang berbulu serigala? Atau ... Serigala yang menghisap darah manusia?”


Bryan tidak berani membayangkan apa jadinya jika werewolf dan vampir menikah, kemudian memiliki seorang anak.


“Bukankah dalam mitos, kalian bermusuhan?” Ternyata Bryan masih penasaran, dia tidak puas hanya memikirkan ekspektasinya tentang kedua makhluk abadi itu.


“Mitos, ya, mitos. Cinta, ya, cinta ....”

__ADS_1


Tiba-tiba Bryan teringat sesuatu, “Tunggu! Bukannya kamu sedang dekat dengan Dokter Erika? Jangan-jangan dia ....” Bryan tidak ingin meneruskan jawabannya.


Sementara Antonio melengos membuang muka, tapi ekor mata Antonio bisa menangkap ekspresi lemas dan tidak percaya dari wajah Bryan.


“Kalian berdua sungguh keterlaluan! Kau bilang aku ini sahabatmu, tapi rahasia sebesar ini tidak kau ceritakan padaku.” Ada nada kecewa dalam ucapan Bryan barusan.


“Aku tidak ingin mem—”


“Pergilah! Aku ingin sendirian!” usir Bryan. Saat ini dia sepertinya merasa benar-benar dikhianati oleh sahabatnya itu. Mau tidak mau Antonio pergi meninggalkan Bryan sendiri di kamar.


Karena tidak tahu harus bagaimana, Antonio pun mencari udara segar di pool hotel. Dia duduk di atas kursi yang ada di tepian kolam renang, wajahnya menengadah ke langit malam, sementara matanya menerawang tentang Erika.


Sekilas ucapan Callie terngiang kembali. “Aku akan membunuh Erika, jika kau masih memaksa untuk bersamanya. Ingat, ini bukan ancaman, tapi sebuah peringatan!” Antonio sama sekali tidak bisa berpikir dengan jernih.


Di tengah lamunannya, Antonio tiba-tiba jatuh terjengkang dan kursi yang ia gunakan duduk terlempar jauh. Saat kembali berdiri, tiga sosok asing yang menggunakan mantel bertudung hitam berdiri di hadapannya.


“Ka—kalian?” Betapa terkejutnya Antonio saat tahu yang berdiri di depannya itu adalah Lenora, Frank dan juga Lionel.


Lenora melempar Antonio lagi dengan kekuatan telekinesis-nya, lalu Frank maju dan mencekik leher Antonio kemudian memojokkannya di dinding.


“Kau! Jauhi Erika!” Manik mata merah gelap milik Frank menatap tajam ke manik kelabu Antonio.


Kedua orang itu ikut mendekat ke arah mereka, Lenora melangkah dengan anggun dan angkuh, dia memilin rambut berombaknya.


“Dasar manusia serigala rendahan! Berani-beraninya keturunan Rodrigo bermimpi menjadi kekasih seorang putri dari keluarga Vladimir.” Lenora mencemooh Antonio sambil membelai pipi pria ini dengan kukunya yang tajam.


Kekuatan Antonio dan Frank tidaklah seimbang, Antonio seorang werewolf yang hidup dengan cara manusia sama seperti Erika. Frank terus mendesak pria ini meskipun seberapa kuat Antonio berusaha melepaskan cekikan kakak kedua Erika ini.


Frank mendekatkan bibirnya ke telinga Antonio seraya berbisik, “Jauhi Erika, karena dia akan menikah dengan Lionel. Count Christopher Lionel, pria berdarah vampir murni. Kau hanyalah werewolf rendahan, jadi ... jauhi Erika, atau Maria — ibumu yang tercinta akan mati di tangan kami, sama seperti Rodrigo dulu.”


Wajah Antonio menegang, dia tidak boleh percaya kata-kata Frank, tapi dia juga tidak ingin mengambil resiko dengan nyawa sang ibu. Ketiga vampir itu pun pergi dan menghilang secepat angin, meninggalkan Antonio yang mematung sembari memegangi lehernya yang sakit.


Dari kejauhan, Callie melihat adegan itu, ini memang sebagian dari rencana dia dan Nicollete. Keluarga Vladimir mengancam Antonio menggunakan ibunya, sementara dia mengancam pria ini dengan nyawa Erika.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2