
Disisi lain Rendy sudah sampai di negaranya. Setelah dari bandara ia langsung disambut oleh supir yang menjemputnya, tujuan Rendy sekarang adalah kantor, untuk menemui orang kepercayaannya. Setalah sampai dikantor ia langsung menuju lift khusus CEO.
Ting
Pintu lift terbuka, Rendy berjalan menuju ruangannya dan menelpon Adam sebagai orang kepercayaannya untuk menemuinya diruangan.
Tok...Tok...Tok
" Masuk," sahut Rendy dari dalam
" Permisi tuan, apakah ada yang bisa saya bantu?" Tanya Adam
" Tolong selidiki tanteku Yuni, dan laporannya besok pagi saya tunggu dimeja," ucap Rendy dingin
" Ba-baik tuan," ucap Adam takut sambil menundukkan kepalanya
" Kamu boleh pergi," ucap Rendy dan adam pergi dari rungan Rendy
" Besok pagi aku akan mengetahui semuanya Tan, sebenarnya apa yang terjadi diantara kalian?" Tanyanya kepada diri sendiri
" Kenapa kamu terlihat ketakutan saat Tante Yuni mengelus kepalamu sweety," monolog Rendy
Flashback On
Rendy Pov
Setelah bersih-bersih aku berjalan keluar kamar menuju kamar Alexa.
Tok...Tok...Tok
" Siapa?" Tanya Alexa dari dalam
" Ini kakak sweety," jawabku
" Ooh masuk ka, gak dikunci ko," ucapnya
__ADS_1
Aku masuk kedalam kamar Alexa, masih sama seperti terakhir aku kesini.
' tidak ada yang berubah,' pikirku
" Kita makan malam yuk sweet," ajakku
" Iya ka ayo," ucapnya lalu aku menggandeng tangannya dan berjalan beriringan menuju meja makan. Disana sudah ada Tante Yuni dengan senyuman manis yang tidak pernah luntur dari bibirnya.
" Oh sudah turun rupanya, baru saja tante mau memanggil kalian," ucap Tante Yuni ramah
" Iya tan," ucapku sedangkan Alexa hanya diam
" Ayo sayang sini duduk dekat mama," ajak Tante Yuni
Perhatianku tidak luput dari Alexa
' kenapa alexa seperti tidak nyaman diperlakukan seperti itu?apa yang terjadi?' tanyaku dalam hati
" Eeeh,"
" Kamu mau makan apa sayang?" Tanya Tante Yuni sambil mengelus kepala Alexa
" A-apa aja ma, Alexa makan ko," jawab Alexa terbata
Ku lihat Alexa memejamkan matanya takut?. Bukankah sudah biasa jika seorang ibu mengelus kepala anaknya?
' ada yang tidak beres sepertinya,' batinku
Makan malam berlangsung sunyi. Padahal aku tahu Alexa adalah tipe orang yang tidak bisa diam meski itu sedang makan. tetapi kenapa sekarang Alexa diam? Apakah Alexa sedang ketakutan? Kalau iya kenapa?. Pertanyaan itu berputar-putar di kepalaku.
***
Pagi ini aku berencana mengantarkan Alexa ke kantor. Saat aku turun aku melihat Alexa sedang menyiapkan sarapan seorang diri.
" Sweety," panggilku yang membuat Alexa kaget
__ADS_1
"Ya tuhan, kakak ngagetin aku aja," ucap Alexa sambil mengelus dadanya
" Hee maaf ya," ucapku sambil terkekeh
" Iya ka," ucapnya lalu berbalik lagi melanjutkan acara memasaknya
" Pembantu kemana sweet? Kenapa kamu yang masak?"
" Si mbok pulang kampung ka," jawab Alexa tanpa membalikkan badannya
" Ooh gitu, terus Tante Yuni mana? Kenapa gak dia aja yang masak, kan kamu harus ngantor," tanyaku sambil memperhatikan Alexa, Alexa tiba-tiba berhenti memasak
" Itu anu hmm.."
" Dia katanya mau masak sendiri ren, tadi Tante udh larang tapi Alexa tetep ngeyel mau masak, katanya mumpung ada ka Rendy jdi Alexa aja yang masak," jelas Tante Yuni tiba-tiba datang
" Hmm," aku hanya menatap heran kepada Tante Yuni dan Alexa
' benar-benar ada yang tidak beres,' pikirku
" Benar kan sayang," ucap Tante Yuni sambil mengelus kepala Alexa
" I-iya ka renren mama bener ko," ucap Alexa berbalik dan tersenyum
' senyuman terpaksa heh,' ucapku dalam hati
***
Setelah menjemput Alexa pulang dari kantor aku bersantai di kamar, lalu beranjak dari tempat tidur berniat mengambil minum dan mengambil beberapa cemilan. Saat hendak mengambil air minum, aku tak sengaja mendengar obrolan Tante Yuni bersama seseorang ditelpon, aku mencoba untuk mendekat dan mendengarkan apa yang sedang dibicarakan.
" Bagus, kau jaga suamiku baik-baik, perketat pengamanan disekitar rumah," ucap tante Yuni yang membuatku terkejut
" Om firman masih hidup? Tapi bukankah..." ucapku pelan
" Aku harus selidiki ini!"
__ADS_1