
" Lio gue mau..." Ucapan orang itu terpotong karna terkejut, aku langsung menoleh ke arahnya
" Apa tanganmu tidak bisa mengetuk pintu?" Tanyaku tajam
" Hee bisa ko pak bos," Ucapnya sambil tertawa masam
" Hmm,"
" Eh ini siapa bro?" Tanyanya
" Apa pentingnya untukmu mengetahui siapa dia?" Tanyaku dingin
" Hey kau pacarnya Lio?" Tanya Daniel, ya orang itu adalah Daniel sahabat sekaligus rekan bisnisku.
" Kau mengabaikan pertanyaanku?" Tanyaku tajam, lalu aku melihat Alexa yang hanya diam sambil menundukkan kepalanya
" Gue penasaran bro, siapa dia," Ucapnya santai
" Saya Alexa pak, sekertarisnya pak Lio," Ucap Alexa sopan
" Cuma sekertaris? Apa benar?" Tanya Daniel dan hanya dijawab anggukkan kepala oleh Alexa
" Kau sudah tau bukan siapa dia?, Jadi mau apa kau kemari?" Tanyaku tanpa basa-basi
"Kalau begitu saya keluar dulu pak," Ucap Alexa sambil berdiri, ku rasa keadaan dia sudah membaik terlihat dari wajahnya yang tidak sepucat tadi.
" Iya," Jawabku dan Alexa langsung berjalan perlahan menuju pintu keluar. Setelah Alexa keluar perhatianku beralih kepada Daniel
" Ada apa kau kemari Daniel?" Tanyaku
" Apa dia hanya sekertarismu?" Tanyanya
" Apa kau kesini hanya ingin menanyakan itu?" Tanyaku kesal
" Ayolah Yo, lo jujur sama gue dia siapa, gue kepo," Ucapnya dengan nada memohon
" Kalo lo keseini cuma mau nanya itu mending lo balik ke kantor lo dan kerja sana," Usirku dan hanya di tanggapi dengan dengusan oleh Daniel
" Lo gk asik, orang gue penasaran siapa cewek yang bisa buat lo gitu," Ucapnya kesal
__ADS_1
" Gitu gimana?" Tanyaku heran
" Yah kayak tadi nyuapin cewek, Tante Aurin aja kalo sakit gak pernah lo suapin," Ucapnya jengah
" Sepertinya kau sangat ingin tahu?" Tanyaku dengan tatapan penuh selidik
" Siapa yang gk penasaran Lio, gue liat dengan mata kepala gue sendiri Lo tdi nyuapin dia, mana mungkin hubungan sekertaris dan bos begitu, jika tidak ada hubungan spesial," Cerocosnya
" Sudah ngomongnya ?" Tanyaku dan Daniel hanya mendengus mendengar pertanyaan dari lio
" Jika sudah kau tahu kan pintu keluar ada dimana?" Tanyaku dingin
" Gue tau," Ucapnya
" Kalo tau kenapa gak pergi?" Tanyaku kesal
" Gue masih kepo," Jawabnya enteng dan aku hanya menaikan sebelah alisku
" Kalo benar dia hanya sekertarismu, boleh dong klo aku dekati dia," Ucapnya sambil menaik turunkan alisnya, refleks aku menarik kerah kemeja yang dikenakan Daniel
" Jika kau berani sedikit saja mendekati dia, kau akan berurusan denganku," Ucapku dingin lalu menghempaskan kerah kemejanya
" Wiiih santai bro, gue cuma bercanda, mana mungkin gue berani ambil punya Lo," Ucapnya
"Jadi gini..."
***
Alexa prov
" Huuuft udah jam makan siang aja" Ucapku menghela nafas
" Ya Tuhan bahkan aku gak sanggup kalo harus bertemu lagi dengan pak Lio" Ucapku malu karna kejadian tadi pagi
'semoga pak Lio gak keluar ruangan jdi gak bakalan ketemu' Pikirku, tetapi permohonanku ternyata tidak terkabul, buktinya sekarang pak Lio sudah ada di sampingku sambil memperhatikanku.
' Jangan menoleh Alexa, pura-pura gak tau lebih baik,' Batinku
" Apa kamu akan terus bekerja tanpa makan siang Alexa?" Tanyanya,
__ADS_1
" Saya masih kenyang pak, jadi bapak silahkan makan siang duluan," Ucapku sopan sambil sedikit menundukkan kepalaku
" Saya Tunggu kamu di lobby," ucapnya langsung membalikkan badannya
" Tapi pak.."
" Tidak ada penolakan," Ucapnya dingin dan langsung melenggang pergi
"Huuuuuft," Aku hanya menghela nafas panjang lalu membereskan meja kerjaku dan segera pergi ke lobby untuk menemui pak Lio
Sesampainya di lobby, aku melihat pak Lio sedang duduk di sofa pojok lobby dan sedang fokus memainkan ponselnya
"Hmm pak," Ucapku kemudian dia mendongakkan kepalanya
" Kita makan siang di caffe depan kantor," Ucapnya lalu berjalan mendahuluiku.
" Baik pak," Ucapku dan mengikuti dia dari belakang
Setelah beberapa menit berjalan aku dan pak Lio sampai di caffe tersebut, lalu pak Lio memilih meja didekat jendela
" Kamu mau makan apa Alexa?" Tanyanya sambil menatapku
" Terserah bapak," Jawabku dan dia hanya menganggukkan kepalanya
Setelah beberapa menit menunggu pesanan kami datang dan aku hanya menatap makanan itu tanpa berniat untuk memakannya saat melihat apa yang dipesankan oleh pak lio
" Kenapa tidak dimakan?" Tanyanya
' haduuuh aku alergi udang gimana dong' Batinku, Ya yang dipesankan pak Lio itu adalah seefood dan aku tidak bisa memakannya
" Kenapa tidak dijawab? tidak suka dengan makanannya?" Tanyanya sekali lagi
' Kalo nolak gak enak,' Batinku
" Su.. suka ko pak, ini saya mau makan," Jawabku sambil tersenyum dan hanya ditanggapi dengan anggukan kepala
Aku mulai makan sedikit demi sedikit, jujur aku takut, takut alergiku kambuh dan berakhir dirumah sakit lagi. Saat makan tiba-tiba ada yang menepuk pundakku karna kaget aku tersedak makanan yang ada di mulutku
Uhuuk.. Uhuuk
__ADS_1
Pak Lio langsung memberikan minumannya dan menatap tajam yang menepuk pundakku
" Apa kau bisu? sampai menyapa orang tanpa suara seperti itu?" Tanyanya tajam