
"Kamu jahat," ucap seseorang
Lio mendongakkan kepalanya, dan terlihat Alexa yang bercucuran air mata dengan matanya yang tertutup. Lio langsung memencet tombol untuk memanggil dokter.
Ceklek
Dokter masuk dengan dua orang suster dan langsung memeriksa Alexa.
"Bagaimana dok? Apa yang terjadi sama teman saya?" Tanya Lio penasaran dengan raut wajah khawatir
"Pasien tidak apa-apa tuan, barusan saya beri dia obat penenang dan sekarang Pasien sedang tertidur," jawab dokter dengan senyumannya
"Kalau begitu saya permisi," pamit dokter sambil keluar bersama suster
"Iya dok, terimakasih," ucap Lio tanpa menoleh ke arah dokter
Setelah dokter dan suster itu keluar, Lio langsung menghampiri Alexa dan duduk disamping brangkarnya.
"Xa, jangan buat aku tambah khawatir," ucap Lio sendu sambil mencium tangan Alexa
Jam menunjukkan pukul 12 siang. Alexa sadar dan mulai membuka matanya dengan perlahan, orang yg pertama ia lihat adalah Lio yg sedang tertidur sambil menggenggam tangan kanan Alexa. Alexa yang melihat itu langsung tersenyum dan mengelus rambut Lio dengan lembut. Lio yg merasakan ada yang mengelus rambutnya langsung terbangun dan melihat Alexa sedang tersenyum kepadanya.
" Alhamdulillah kamu udh sadar, apa yang kamu rasain? Kamu butuh apa?" Tanya Lio bertubi-tubi
"Iya mas, cuma lemes doang ko aku gpp, mmm.. aku haus mas," ucap Alexa pelan
Lio langsung mengambil air untuk Alexa dan membantu Alexa untuk minum.
"Sebenernya apa yang terjadi xa?" Tanya Lio penasaran
'apa yang harus aku katakan?' batin Alexa
__ADS_1
"Xa?" Panggil Lio
" Eh iya mas," jawab Alexa terkejut
" Kamu kenapa?" Tanya Lio mengernyitkan dahinya
"A-aku gapapa ko mas," jawab Alexa dengan gugup
"Terus kenapa kamu sampai terluka seperti ini?" Tanya Lio lagi
" A-aku jatuh dikamar mandi, iya jatuh dikamar mandi mas soalnya licin," jawab Alexa sambil cengengesan
"Lain kali hati-hati," ucap Lio sambil mengelus lembut rambut alexa
'kamu boong xa, aku tau itu, dan aku akan cari tahu semuanya,' batin Lio
15.00
Ceklek
Lio yang mendengar pintu terbuka menoleh dan melihat Rendy datang dengan raut khawatirnya.
"Bagaimana keadaan Alexa Yo?" Tanya Rendy sambil berjalan mendekati Alexa
"Sudah membaik ka," jawab Lio sambil mengalihkan pandangannya ke arah Alexa
"Sweety, Kaka datang, cepet sembuh ya," ucap Rendy dan langsung mengecup kening Alexa
Melihat Rendy mengecup kening Alexa membuat hati Lio panas, namun ia memenangkan dirinya dengan berkata
'tenang, tenang, tenang, dia kakaknya Alexa,' batin Lio
__ADS_1
"Ka?" Panggil Lio
Rendy yang mendengar Lio memanggilnya langsung menatap Lio sambil menaikkan sebelah alisnya seolah berkata 'apa'.
"Gue mau ngomong, tapi gk disini," ucap Lio langsung bangkit dan berjalan keluar ruangan Alexa diikuti Rendy dibelakangnya
"Ada apa?" Tanya Rendy penasaran
"Tadi waktu Alexa sadar gue nanya dia kenapa bisa kayak gini, terus dia jawab tapi jawabannya gak masuk akal ka," ucap Lio
"Maksudnya gak masuk akal apa? Dia jawab apa ?" Tanya Rendy penasaran
"Dia cuma jawab kalo dia itu jatuh dikamar mandi soalnya lantainya licin katanya, padahal kalo dipikir-pikir itu gak mungkin," jawab Lio yakin
"Gak mungkin kayak gimana Yo? Lo kalo ngomong jangan setengah-setengah," ucap Rendy kesal
"Sorry, maksud gue mana mungkin jatuh dikamar mandi tapi yang terluka tangannya dan tangannya itu seperti sayatan, dan gue juga nemuin gunting disebelah Alexa waktu gue nolongin dia," jelas Lio panjang lebar
"Hmm," Rendy hanya bergumam dan seperti sedang berpikir
"Waktu Lo nolongin Alexa, Lo liat Tante Yuni gak?" Tanya Rendy
"Gue gk liat, disana cuma aja pembantu yang ngasih tau kalo Alexa didalam kamar mandi dan gak keluar-keluar," jawab Lio dan langsung diangguki oleh Rendy
"Gue ada tugas buat Lo," ucap Rendy
"Apaan?" Tanya Lio penasaran
Rendy membisikkan sesuatu kepada Lio.
"Maksud Lo..."
__ADS_1