My Big Bos Is A Big Baby

My Big Bos Is A Big Baby
Mas Dirga


__ADS_3

"Kheemm... "


Deheman itu mampu membuatku dan mba menoleh kebelakang dan itu ternyata mas dirga yang tak lain adalah kekasih mba riana. Mas Dirga itu orangnya ramah, tampan, manis dan juga baik, dia juga salah satu karyawan di perusahaan tempat aku bekerja, Bahkan saking baiknya dia aku sudah dianggap layaknya adik oleh mas Dirga.


'pasangan yang cocok'pikirku


"hey xa ko kmu ngelamun? Kenapa?" Tanya mas Dirga


"Ngelamun Dede Bayi ya ca" goda mba Riana


" Iiish mba apaan sih" kesalku


"Hah..kamu udh punya bayi xa? ko bisa?bukannya kamu belum nikah ya? Dan lagi mas gk pernah liat perut kamu buncit" cerocos mas Dirga yang semakin membuatku kesal


"Hahahaha" tawa mba Riana pecah saat mendengar ucapan mas Dirga


"Ko malah ketawa sih na?" Bingung mas Dirga sambil menatap mba Riana


"Mas liat noh muka Alexa udh kayak nahan berak, merah gitu" ledek mba Riana


"Iiiish mba makin nyeselin ya, males lah aku" kesalku tak terima dengan ucapannya tadi


" Oke oke maafin mba ya" ucap mba Riana dengan muka memelas dan aku hanya mengangguk tanda memaafkan


"Sebenarnya ada apa, dek?" Tanya mas Dirga bingung


"Udh biar mba aja yang menjelaskan kamu lanjutin aja makannya xa" ucap mba Riana dan aku hanya mengangguk mengiyakan dan melanjutkan makan yg tadi sempat tertunda


" Mas tau? Tadi.."


" Gak tau" Potong mas Dirga

__ADS_1


" Iiiish dengerin dulu napa" bete mba Riana


" Heee oke oke sayang lanjutkan" ucap mas Dirga sambil menepuk-nepuk kepala mba Riana


" Tadi pak Lio nyuruh Alexa buat bikin susu coklat sama nasi goreng tapi yang harus membuatnya Alexa sendiri gk boleh orang lain, Daan yang paling wow itu pak Lio nyuruh Alexa untuk nyuapin dia mas" heboh mba Riana, aku hanya memutarkan mataku jengah dengan tingkah mba Riana, gk sadar apa orang-orang dikantin jdi ngeliatin kami bertiga


" apa?! " teriak mas Dirga kaget


' untung udh selesai makannya klo enggk bisa keselek aku' pikirku saat mendengar teriakkannya.


" Iiish mba jangan kenceng-kenceng napa, gk liat apa kita jdi pusat perhatian, mas juga kenapa teriak-teriak?" kesalku


" Heee maaf dedek emesh" ucap mba Riana sambil mencubit pipiku pelan


" mas kan kaget dek, tapi bener dek?"tanya mas Dirga tak percaya dengan penjelasan mba Riana tadi


"Ya bener lah mas " ucap mba Riana


" hemmm... " ucapku malas


" Waaaah ko bisa xa? Pak Lio kan jarang ngomong, dingin gitu, ko bisa minta disuapin?" Tanya mas Dirga


" Ya gk taulah mas, Alexa aja bingung" ucapku sambil memainkan sedotan digelas minumanku


" Bukannya kamu dulu ngeluh ya karna pak Lio itu dinginnya minta ampun" ucap mas Dirga bingung


" Iya itu kan 3 bulan yang lalu, dia berubah beberapa hari yang lalu mas, dia jadi suka nyuruh-nyuruh, kyknya seneng banget bikin aku kesel" ucapku geram mengingat perlakuan pak Lio Lio itu


" Eeeh jam makan siang 5 menit lagi abis" ucap mba Riana sambil berdiri


" Eeh iya, nanti jelasin sejelas-jelasnya ya xa" ucap mas Dirga

__ADS_1


" iyaaaa , yaudh Alexa dluan ya, takut bayi besarnya eh pak bos nyariin" ucapku langsung melenggang pergi


***


Ku lihat jam tanganku sudah menunjukkan jam 7 malam dan kerjaan aku masih numpuk!


'Ya tuhaaan bisa stress aku lama-lama! Aku pengen pulang! Pengen baca novel,pengen rebahan!' Huahhh pikirku, lalu aku bersandar dikursi sambil memijat pangkal hidungku untuk meredakan pusing, rasanya badanku remuk sekarang, benar-benar pegal.


Lalu tiba-tiba seseorang menepuk bahuku.


" eh bapak belum pulang?" tanyaku sopan sambil berdiri dan sedikit membungkukkan badan


" kalo saya sudah pulang gak mungkin saya ada disini" jawaban yang membuatku ingin sekali menggetok kepalanya


'orang mau basa basi doang dasar bayi besar' pikirku


" oh iya-iya pak" ucapku menahan kesal


" kenapa kamu belum pulang? ini sudah malam alexa" tanyanya dingin


' emang malem pak, siapa bilang siang'pikirku


" hmm tanggung pak kerjaan saya dikit lagi selesai" jawabku jujur


" sekarang pulang" perintahnya tegas


" bapa duluan aja, saya mau menyelesaikan Pekerjaan dulu " ucapku sopan


" kalau begitu kamu pulang bersamaku sekarang, saya tunggu diloby dan bereskan mejamu" perintahnya tegas dan melenggang pergi meninggalkanku.


Dan aku? Sudah layaknya orang ****. Melengo karena mendengar ucapan nya tadi

__ADS_1


" Hah"


__ADS_2