My Big Bos Is A Big Baby

My Big Bos Is A Big Baby
Mas?


__ADS_3

" Kalau begitu kamu pulang bersamaku sekarang, saya tunggu diloby dan bereskan mejamu," Perintahnya tegas dan melenggang pergi meninggalkanku.


Dan aku? Sudah layaknya orang beg*. Melongo karena mendengar ucapan nya tadi


" Hah"


"Iiiish bikin orang kaget aja," Monologku


"Tapi dia bercanda apa serius ya?" Tanyaku bingung


" Ah bodo mending sekarang lanjutin dulu nih kerjaan biar cepet selesai," Ucapku tak ambil pusing lalu aku duduk dan mulai melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda tadi.


30 menit kemudian


"Apa kau tidak mendengar apa yang saya katakan tadi?" Tanya seseorang yang membuatku terkejut


" Astaga bisa gak sih jangan gang.." Aku menggantung ucapanku saat melihat orang yang tadi mengejutkanku itu


" Ganggu heh?! " Tanyanya sinis


' Mati aku.. kenapa tadi aku langsung membentak tanpa melihat orangnya dulu, bisa-bisa aku dipecat ini,' Batinku khawatir


" Kenapa kau diam? Tidak dilanjutkan bentakan yang tadi hmm," Ucap pak lio. ya orang itu adalah pak Lio sambil melangkah mendekatkan wajahnya kepadaku, aku refleks mundur karna takut


' Apa dia akan menamparku? Atau malah mau mendorongku?' Batinku bertanya-tanya


" Ma.. maafkan saya pak, saya kira tadi itu bukan bapak," Ucapku gugup sambil menunduk


" Kalau bicara lihat orangnya Alexa, bukan sepatunya!" Tegasnya dingin


" Ma... maaf pak," Ucapku sambil mendongakan kepalaku menatap matanya yang sangat tajam itu.


' Kenapa Deket banget sih, ini lagi kenapa jantung aku malah disko didalem,' Gerutuku kesal


" Kau bicara apa?" Tanyanya sambil menjauhkan wajahnya dariku


" Eeh enggk ko pak, saya gk bicara apa-apa," Ucapku


"Kamu ngapain aja dari tadi?! Saya sudah nunggu 30 menit dilobby dan kamu belum muncul-muncul juga!?" Tanyanya dengan nada kesal


" Jadi yang tadi bapak serius? Enggk bercanda?" Tanyaku polos

__ADS_1


" Kalau saya bercanda saya tidak akan nunggu kamu sampai sekarang!," Sentaknya marah


" Maaf pak, kirain saya tadi bapak hanya bercanda, jadi saya melanjutkan pekerjaan saya," Ucapku takut


" Yasudah sekarang juga kita pulang, dan cepat ambil barang-barang mu!" Perintahnya tegas dan langsung aku turuti


"Ayoo" Ucapnya saat melihat aku sudah membereskan semuanya


" Tapi kerjaan saya tinggal dikit pak, gimana dong?" Tanyaku


Langkah pak Lio berhenti membuatku menabrak punggungnya


" Awss , bapa ini kenapa berhenti mendadak," Ucapku kesal


Dia berbalik dan langsung menyentuh keningku yang memerah


" Apakah sakit?" Tanyanya lembut yang membuatku kembali melongo dengan sikapnya


" Hah"


" Apakah sakit Alexa?" Tanyanya dengan nada sedikit ketus


" Eeh gpp ko pak cuma kaget aja tdi," Ucapku dengan menundukkan kepala dia menyentuh daguku dan mengangkat kepalaku.


'Iyalah merah orang punggung bapak kayak tembok,' Batinku


" Tidak apa-apa ko pak, mari pak saya duluan ya pulangnya," Ucapku meninggalkan dia didepan lift dan aku langsung memencet tombol lift menuju lobby. Pak Lio? Dia memakai lift khusus CEO jadi dia tidak bersamaku


" Huuuh bisa-bisa aku mati kalau Deket terus sama pak Lio," Ucapku didalam lift sambil memegang dada merasakan begitu kencangnya detak jantungku saat ini


" Apa aku punya penyakit jantung?" Tanyaku bingung. Ahhh udahlah makin ngaco ajah aku nih.


Setelah pintu lift terbuka aku bergegas keluar dan segera memesan taxi untuk pulang, tapi tiba-tiba saja handphone ku diambil seseorang, yang tak lain adalah pak lio


" Iiish pak kembalikan handphoneku," Ucapku sambil mengambil handphone ditangannya.


" Tidak, kau pulang bersamaku, diam disini saya mau ngambil mobil sebentar," Ucapnya sambil melenggang pergi tetapi aku menahan tangannya dia menoleh ke arahku sambil menaikkan sebelah alisnya.


" Gak usah pak, saya bisa pesan taxi, bapak pulang duluan aja, dan kembalikan handphone ku," Ucapku sopan


" Saya tidak menerima penolakan," Ucapnya sambil melanjutkan langkahnya

__ADS_1


" Semoga aja gk ada yang liat," Ucapku


" Ayok masuk," Ucap pak Lio


" Iya pak," Ucapku sambil membuka pintu mobilnya dan mobil mulai berjalan menjauh dari area kantor


" Rumah kamu dimana?" Tanyanya


" Di perumahan anggrek jl.delima no.26," jawabku


"okee," Ucapnya


Setelah itu suasana terasa hening dan canggung, aku benar-benar tidak nyaman dengan suasana ini, sungguh!!


' Aku harus bertanya sesuatu biar gak canggung kyk gini,' Pikirku


" Hmmm.. Pak apakah saya merepotkan bapak?" Tanyaku hati-hati


" Tidak," jawabnya


' Ah elah singkat amat jawabnya udah tau nyari topik tuh susah!' Pikirku kesal


" Apa pacar bapak tidak mar.."


" Tidak," jawabnya, jawaban yang membuatku kesal


" Saya nanya aja belum selesai pak, udh dipotong aja, gk sopan tau," Cerocosku seketika aku lupa dengan status dia sebagai bosku


'Ini mulut,' batinku menyesal


" Memangnya kamu berbicara begitu kepada saya sopan?" Tanyanya


Skakmat, gk bisa jawab akuuuu


" Maaf pak tadi kelepasan," Ucapku sambil menepuk nepuk mulutku yang seolah seenaknya ajh kalo ngomong.


" Oke saya maafkan, dan jangan panggil saya bapak kalau diluar kantor," Ucapnya


" Terus panggil apa pak? kan gk mungkin saya panggil pake nama, itu sangat tidak sopan," tanyaku bingung


" Ya apa aja, mas juga boleh," ucapnya

__ADS_1


" Mas!?"


__ADS_2