
ya Hari ini moodku kurang baik, karna novel yang ku baca tadi malam kisahnya sungguh menyayat hati, bagaimana tidak seorang istri dikhianati oleh suaminya dengan sahabatnya sendiri! dasar sahabat macam apa itu!
tiba-tiba suara seseorang membuyarkan lamunanku.
"hey sedang apa kau? ini tempat kerja bukan tempat orang melamun!" sentak orang itu, aku menoleh dan ternyata itu bosku dengan ekspresi datar dan sorot mata yang tajam menatapku.
"eeh bapa hee.. enggk pak tdi bukan melamun ko" ucapku cengengesan
"yasudah kamu ikut aku ke ruanganku" perintahnya
"aku-kamu? sejak kapan bahasanya berubah?"gumamku bertanya-tanya
"kamu mengatakan sesuatu?" dia berbalik
"eeh enggk pak" ucapku
"yausdah kenapa diam saja disitu! apa kamu tidak dengar apa kataku tdi?" tanya dia penuh selidik
"saya dengar pak ini juga mau berdiri" ucapku kesal, kemudian dia masuk keruangannya dan aku mengikutinya
'mati. gimn klo ditanya-tanya soal lamunanku tadi' batinku
tok..tok..tok..
"masuk" sahutnya dari dalam
setelah mendapatkan izin akupun masuk
"permisi pak, ada apa memanggil saya?" ucapku sopan
" buatkan saya susu coklat dan saya mau sarapan nasi goreng" perintahnya
'what aku ini sekretarisnya bukan pembantunya!' batinku geram
"kenapa tidak mau?" tanya dia
__ADS_1
"tidak pak, saya akan menghubungi OB dulu untuk membuatkannya" ucapku bersiap untuk keluar ruangan, namun suara menyebalkan itu terdengar lagi
" saya mau kamu yang membuatnya bukan OB" ucapnya enteng
' hellow ini orang kesambet apaan' pikirku.
"tapi.."
" kenapa mau menolak?, aku khemm saya ini bosmu jadi turuti semua keinginan saya paham!" ucap dia tegas
"baik pak, saya permisi keluar" ucapku sambil menahan emosi dan segera keluar dari ruangan keramat itu setelah mendapatkan anggukan dari bosnya
"dia pikir aku apa?! pembantu! iiish ingin rasanya menendang bokongnya dari jendela lantai atas" gurutuku sambil membuatkan susu dan memesan nasi goreng dari kantin kantor.
setelah semuanya siap, aku bergegas untuk mengantarkan pesanan tuan menyebalkan itu. Dengan susah payah aku mengetuk pintu karna tangan yang satunya memegang nampan berisi susu dan nasi goreng.
tok..tok..tok
"masuk" sahutnya dari dalam
"taro susunya diatas meja dan suapi saya" perintahnya
'what suapi? gk salah denger! Gila aja!' pikirku
"Hey saya menyuruhmu untuk menyuapi ku bukan malah melongo disitu seperti orang idiot!" ucapnya tegas
" kenapa bapak tidak makan sendiri?" tanyaku heran
"tangan saya sedang mengetik apa kau tidak melihatnya?" ucap dia penuh selidik
' kan bisa berhenti dlu, Dasar Gila!' batinku
"cepat!" sentak dia
aku mendekati dia dan mulai menyuapinya
__ADS_1
' serasa udh punya anak klo kyk gini' kekehnya dalam hati
" saya mau minum ambilkan susunya" ucap dia tanpa mengalihkan perhatian dari laptop itu
aku hanya menghela nafas panjang dan berjalan mengambil susu yang ada di meja, dan memberikannya. setelah semuanya selesai aku izin keluar setelah dia mengizinkannya.
" Kalo tau kayak gini mending dari awal ngelamar jadi baby sister bukan sekertaris" gerutuku kesal
Jam makan siang..
Seperti biasa aku selalu makan bersama mba Riana salah satu kepala bagian produksi
" xa kamu kenapa?" tanya mba Riana bingung
" aku lagi kesal mba" ucapku dengan muka cemberut
" kesal kenapa? sama siapa?" tanya mba Riana
"ya sama siapa lagi klo bukan sama big bos itu!" ucapku menggebu-gebu
"memangnya dia menyuruhmu apa lagi?" tanya mba Riana, Ya aku dan mba Riana dekat sejak awal masuk kerja
" Dia nyuruh aku buat bikinin susu sama nasi goreng dan gk boleh pake OB harus aku sendiri yang membuatnya, dan dia juga nyuruh aku nyuapin dia mbaaaaaaaak gila aku lama-lama" ucapku frustasi
"Hahaha" tawa mba ria pecah saat itu juga dan semakin membuatku kesal
" Iiish mbak kenapa ketawa, aku lagi kesel loh" rengek ku
"Lucu aja xa kamu nyuapin dia kyk dia bayi gitu? Ahahahaha" setelah mengatakan itu tawa mba Riana pecah lagi
" Au ah mba kesel aku" ucapku sambil memalingkan wajahku
"Uluuuu adek mbak marah nih sama mbak? Iya deh iya maaf mbak gk ketawa lagi ko" ucap mba Riana sambil mencolek-colek pipiku seolah menghiburku
"Kheemm... "
__ADS_1
Deheman itu mampu membuatku dan mba menoleh kebelakang dan itu ternyata...