
"Alexa!"
Lio, ya laki-laki itu adalah Lio. Lio menghampiri Alexa yang sudah tak sadarkan diri bersimbah darah dilantai kamar mandi.
"Xa, bangun! Apa yang kamu lakukan xa," ucap Lio lirih sambil memanggu kepala Alexa dipahanya. Lalu Lio menggendong Alexa dengan sedikit berlari menuju mobil, tujuannya adalah rumah sakit.
Untungnya jalanan tidak macet sehingga tidak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai dirumah sakit.
"SUSTER! TOLONG BAWAKAN BRANGKAR! CEPAT!" Teriak Lio kepada para suster.
Setelah itu Alexa dibawa ke UGD, Lio yang ingin ikut masuk dilarang oleh suster dan disuruh menunggu didepan ruangan. Lio mengambil handphone nya dari dalam saku celana dan menghubungi asisten pribadinya.
"Max, besok kau datang ke kantor dan umumkan acara perayaan ulang tahun perusahaan akan ditunda. Dan umumkan juga aku dan Alexa sekertarisku ada perjalanan bisnis ke luar kota selama beberapa minggu," jelas Lio
"Baik tuan," jawaban max dari sebrang sana
Tut...Tut...Tut
Lio menunggu cemas di depan UGD. Lio kembali menelpon seseorang.
"Halo tuan,"
" Cari tahu apa yang terjadi kepada Alexa Key selama 5 tahun terakhir, saya tunggu secepatnya!" Perintah lio kepada seseorang itu
"Baik tuan,"
Tut...Tut...Tut
'apa aku harus menelpon Rendy?' tanya Lio dalam hati
Beruntung Rendy dan Lio sempat bertukar nomor saat bertemu tempo hari, dan Rendy menitipkan Alexa kepada Lio.
__ADS_1
" Halo ren,"
"Halo, ada apa yo?"
"Alexa masuk rumah sakit,"
"APA! KAU JANGAN MAIN-MAIN DENGANKU YO!"
"Gue gak bohong! Lo mau ke Indonesia apa gak?"
"Gue bisa ke Indonesia lusa, gue titip Alexa sama Lo, dan satu pesan gue, jangan biarkan Alexa berdua sama Tante Yuni,"
"Kenapa?"
"Nanti gue jelasin, kabarin gue kalo terjadi apa-apa sama Alexa,"
"Oke,"
Tut...Tut...Tut
Ceklek
Lio mengalihkan perhatiannya ke arah pintu yang terbuka.
" Bagaimana keadaannya dok?" Tanya Lio tanpa basa-basi
" Apakah tuan keluarganya?" Tanya dokter dan langsung diangguki oleh Lio
" Luka pasien cukup dalam tuan, mengakibatkan pasien kekurangan darah beruntung stok golongan darah nona Alexa masih ada dan nona Alexa harus dirawat beberapa hari," jelasnya
" Apa dia sudah siuman?" Tanya Lio
__ADS_1
" Belum, kemungkinan besok pagi atau mungkin lusa pasien baru akan siuman," jawabnya
" Apa saya boleh masuk dok?" Tanya Lio lagi
" Boleh, tapi tunggu kami pindahkan pasien ke ruang rawat inap," jawabnya
" pindahkan ke ruangan VVIP!" Perintah lio dan langsung diangguki oleh dokter
***
Lio masuk kedalam ruangan Alexa, disana, Alexa terbujur lemah dengan selang infus pada tangan kanan dan transfusi darah disebelah kirinya. Lio mendekati Alexa dan duduk disebelah kanannya. Dengan tatapan sendu Lio terus menatap Alexa, berharap Alexa membuka matanya dan memberikan ia senyuman yang sangat manis.Lalu ia menggenggam tangan Alexa dan sesekali menciumnya.
" Xa, sebenernya apa yang terjadi?" Tanya Lio sambil menatap Alexa
" Kenapa kamu lakuin ini semua?"
" Xa bangun," ucap Lio lirih
"Xaa, kapan kamu inget aku? Echanya acel bangun ya," ucap Lio lalu mencium tangan Alexa sedikit lama.
***
Sudah satu hari, namun Alexa belum juga siuman. Hal itu membuat Lio cemas, bahkan Lio tidak meninggalkan Alexa sedetik pun, karna ia berpikir jika ia meninggalkan Alexa dia akan kehilangan Alexa untuk selamanya. Ntahlah pikiran Lio selalu negatif tentang Alexa untuk saat ini.
"Xa, bangun dong gak cape apa tidur terus," ucap Lio dengan tatapan sendunya
"Xa, aku yakin kamu bisa denger aku, aku mau ngomong sesuatu...,"
"Aku acel xa, acelnya Echa yang dulu suka mainin rambut kamu, maaf aku sudah meninggalkan kamu dulu.." ucap Lio sambil menunduk, ia mengingat betapa jahatnya ia dulu meninggalkan Alexa tanpa mengucapkan apa-apa
"Cha, maafin acel ya, acel ninggalin Echa tanpa pamit dulu, acel lakuin itu juga ada alasannya ca," lanjutnya
__ADS_1
"Kamu jahat," ucap seseorang