
Alexa mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang membelah jalanan yang sedikit macet.
"Pake acara macet lagi huuuft," gerutu Alexa
Beberapa menit kemudian Alexa tiba dirumahnya dan memarkirkan mobilnya dibagasi. Setelah itu Alexa berjalan menuju pintu untuk masuk kedalam rumah.
'semoga mama lagi gak ada,' batin Alexa
"Assalamualaikum," ucap Alexa saat memasuki rumah
"Wa'alaikum salam ," jawab Yuni, Alexa berjalan mendekati Yuni dan mencium tangannya
"Alexa ke kamar ya ma," ucap Alexa
"Duduk!" Perintah Yuni, Alexa hanya mengangguk dan menuruti perintah Yuni
" Kamu cerita apa aja ke rendy?" Tanya Yuni sambil melipat kedua tangannya didada
" Alexa gak cerita apa2 ma," jawab Alexa jujur
" BOHONG!" Sentak Yuni sambil berdiri dan berjalan mendekati Alexa. Sontak Alexa menggeser posisi duduknya menjauhi Yuni yang semakin mendekat
" Jawab yang jujur sayang," ucap Yuni dengan nada lembut yang dibuat-buat sambil mencengkram erat dagu Alexa
"A-alexa beneran gak cerita apa2 ma," ucap Alexa ketakutan
"Mau ma-
Drrrt...Drrrt...Drrrt
Suara ponsel Alexa mengalihkan perhatian Yuni dan Alexa. Alexa mengambil ponselnya dan melihat siapa yang meneleponnya.
"Angkat!" Perintah Yuni, Alexa langsung mengangkat telepon Rendy dan membesarkan volume suaranya
"*Ha-halo ka,"
"Halo sweety,"
"Ada apa ka?"
" Kamu baik-baik aja kan?"
"A-alexa baik-baik aja ko ka,"
" Suara kamu seperti sedang ketakutan sweety,"
"Alexa tidak apa-apa ko ka, cuma sedikit lelah aja,"
"Ya sudah kamu istirahat yang cukup ya, jangan kecapean ntar sakit loh,"
__ADS_1
"Iya ka,"
"Hmm sweet,"
"Iya ka,"
"Kaka mau kamu jujur sama Kaka,"
"Jujur apa ka?"
" Mama kamu jahat kan? Suka marahin kamu?"
"Hah, ka-kata siapa ka?"
" Kaka bisa melihat ekspresi kamu sweety,"
"Ma-mama baik ko ka,"
"Kamu bohong, jujur sama Kaka,"
"Hmm ka akuu.."
"Nanti Kaka hubungi lagi ya, Kaka ada urusan mendadak, kalo ada apa2 kabari kaka,"
"Iya ka,"
"Assalamualaikum,"
Tut..Tut..Tut..
"Anak sial*an," pekik Yuni sambil menjambak rambut Alexa dan menyeretnya menuju kamar mandi yang ada di dapur
" Awsss... Sakit maa,lepasin hiks," mohon Alexa sambil menangis, satu tangannya memegang rambutnya berharap agar bisa sedikit melonggarkan jambakan Yuni
"DIAM KAU!"
"GARA-GARA KAMU RENDY CURIGA SAMA MAMA! RENDY NYELEDIKI MAMA!"
Plak
"Sa-sakit ma hikss," tangis Alexa semakin kencang saat Yuni menampar pipinya
" Yang harusnya mati itu kamu! Bukan papamu!" Sentak Yuni sambil menghempaskan kepala Alexa ketembok kamar mandi.
"Awss," ringis Alexa sambil memegang jidatnya yang mengeluarkan darah
" Sampai Rendy tau tentang semua ini! Abis kau!" Ujar Yuni lalu mengunci Alexa dikamar mandi.
Alexa hanya bisa menangis dan duduk bersandar pada tembok kamar mandi, ia tidak ada tenanga lagi untuk melawan, bahkan untuk berdiripun ia merasa tidak berdaya.
__ADS_1
"Hikss.. ayah Alexa nyerah yah," ucap Alexa sambil meringkuk didalam kamar mandi.
"Ayah, Alexa kangen sama ayah, kalo ayah masih ada, pasti semuanya akan baik baik aja yah, "
"Benar kata mama, yang seharusnya mati itu Alexa,bukan ayah hiks,"
Tanpa berpikir panjang Alexa langsung merangkak untuk mengambil sesuatu di tempat peralatan mandi, dan setelah ia menemukan nya ia langsung menggenggam erat barang yang bernama 'gunting' itu. Dengan tangan yang bergetar Alexa langsung menancapkan benda itu tepat di perutnya.
Aarrrrgghh
***
Disisi lain seorang lelaki masih terjaga dari tidurnya. Ia terlihat gelisah dengan terus memegang handphone di tangan nya. Ia begitu cemas saat berkali kali telponnya tidak di angkat oleh Alexa. Hatinya mulai gusar dan ia merasa bahwa telah terjadi sesuatu kepada Alexa.
Setelah sekian lama ia bulak balik di depan kaca didalam kamarnya ia langsung bergegas keluar menuju rumah Alexa.
Tepat saat laki-laki itu sampai dirumah Alexa, sebuah mobil keluar dari rumah itu. Laki-laki itu segera memarkirkan mobilnya dan bergegas menuju pintu.
Tok..Tok...Tok
Pintu terbuka,seorang perempuan paruh baya menatap bingung laki-laki dihadapannya.
"Maaf Tuan siapa? Ada keperluan apa tuan?" Tanya mbok jum
"Saya temannya Alexa, Alexa nya ada mbok?" jawab laki-laki itu saat melihat perempuan paruh baya yang berpenampilan seperti pembantu.
" Oh iya2 tuan, mari masuk tuan," ucap mbok jum
Laki-laki itu masuk dan duduk di sofa ruang tamu.
"Tolong panggilkan Alexa ya mbok, bilang temannya mau ketemu," ucap laki-laki tersebut.
"Maaf tuan tadi saya mendengar nyonya sama nona Alexa bertengkar, terus saya diam-diam melihat nona Alexa dibawa ke kamar mandi yang ada di dapur," jelas mbok jum dengan ragu, laki-laki itu langsung berdiri dan berlari ke arah dapur.
Tok..Tok...Tok..
"Xa, ini aku, buka pintunya kalau kamu ada didalam," teriak laki-laki itu sambil mengetuk pintu. Namun tidak ada jawaban sedikitpun disana, lalu ia menempelkan telinganya ke pintu kamar mandi dan terdengar suara rintihan dari dalam yang membuatnya bertambah takut dan khawatir.
"Sial*n pake di kunci segala lagi," umpat laki-laki itu
Brak
Brak
Brak
Pintu terbuka, dan
"Alexa!"
__ADS_1