My Big Bos Is A Big Baby

My Big Bos Is A Big Baby
Kabur


__ADS_3

" Kerja apa pacaran?" Tanya seseorang yang membuat Alexa terkejut


'Ya tuhan,' Batin Alexa


"Kenapa diam?"tanya Yuni mamanya alexa


"Maaf ma, kirain aku mama belum pulang," ucap Alexa sambil menghampiri Yuni lalu menyalaminya


" Mama tanya kamu itu kerja apa pacaran Alexa!" Bentak Yuni sambil berdiri dan menatap tajam Alexa


" Aku kerja ma," ucap Alexa lembut


" Kerja? Terus itu apa leher tangan kamu pada merah-merah gitu?"tanya Yuni memandang rendah Alexa


" Akuu Al.."


" Abis dici*m siapa kamu hah? Bos kamu yang tampan itu heh?" Tanya yuni memotong ucapan Alexa


" Alexa alergi ma, ini merah-merah karena gatal-gatal tadi," ucap Alexa sambil menahan air matanya agar tidak menangis didepan mamanya


" Halah, mama tau kamu itu alergi seefood dan kamu ngehindar dari makanan itu, tapi kenapa sekarang tiba-tiba makan?"tanya Yuni sambil menatap Alexa sinis


"Makanan itu dikasih bos Alexa ma, Alexa gk enak kalo harus nolak," ucap Alexa pelan, karna jujur kondisinya masih lemas efek diinfus tadi.


" Alasan! Jadi perempuan itu mahal dikit! Jangan murahan!" Bentak Yuni


' astaga, aku gk kuat ya tuhan,' batin Alexa


" AKU GAK MURAHAN MA, AKU SAKIT! DAN MAMA GAK PERCAYA ITU!" Teriak Alexa didepan Yuni


" BERANI-BERANINYA KAU BERTERIAK DIDEPANKU! AKU INI MAMA KAMU! KEMANA SOPAN SANTUNMU!" Bentak Yuni dan


Plak


Suara tamp*ran menggema di ruangan tamu. Alexa memandang mamanya kecewa, selama ini bentakan,cacian dan makian masih bisa Alexa maafkan, tapi jika sudah bermain fisik Alexa tidak tahan.


Alexa lari ke lantai atas dan segera mengemas bajunya kedalam koper, setelah semuanya beres Alexa langsung turun.


" Mau kemana kamu malam-malam begini?"tanya Yuni


" Aku gak mau tinggal dengan orang yang tidak mempercayai anaknya sendiri,"jawab Alexa


" PERGI KAU! JANGAN BALIK LAGI!" Teriak Yuni sambil menunjuk ke arah pintu


" Tanpa diperintah pun aku akan pergi," ucap Alexa dan langsung menyeret kopernya keluar dari rumah itu.


Alexa pov


Aku keluar dari rumah sambil menangis, tepat aku keluar dari pagar, hujan deras pun turun, tetapi hujan tidak dapat menghentikan langkahku untuk berjalan menuju halte yang ada di depan komplek.


" Bahkan langit pun tau bagaimana perasaanku,"


" Tuhan, aku merindukannya, aku ingin bersamanya,"


" Ayah, Alexa mau ketemu, Alexa mau ikut aja sama ayah,"

__ADS_1


" Dunia ini terlalu kejam untuk Alexa yang lemah, ayah.. bantu Alexa," rintihku


Aku berjalan sambil menangis. Koperku basah dan aku yakin semua yang ada didalamnya pun ikut basah. Aku sampai di halte, menunggu taxi atau kendaraan umum lainnya. Suara petir bersahut-sahutan dan itu sukses membuatku semakin takut, ditambah baju basah dan udara dingin membuatku semakin lemah.


" Taxi gk ada, aku harus hubungin siapa," Ucapku pada diri sendiri


Duaaarrrr


Suara petir itu membuat badanku gemetar, aku mengambil handphone dan segera menghubungi mba Riana, dan si*lnya nomornya tidak aktif, kemudian aku menghubungi mas Dirga dan juga tidak diangkat, tidak ada cara lain aku harus menghubungi pak Lio.


"Halo,"


"Halo pak,"


" Ada apa Alexa?"


"Pak saya minta tol.."


Duar


"Aaaaaaaa!," Teriakku


"Halo alexa? Kamu kenapa?"


" Pak..pak tolong saya, saya takut pak,"


" Oke oke..kamu tenang dulu, kamu dimana sekarang?"


" Sa..saya dihalte didepan kompleks perumahan saya pak,"


Tut..tut..tut


Setelah menghubungi pak Lio, aku duduk diatas trotoar lalu duduk sambil menyembunyikan kepalaku dikedua kakiku. Aku menangis, kepalaku pusing dan aku merasa ada sesuatu yang keluar dari hidungku, dan ternyata itu darah.


"Ya tuhan aku kenapa?" Tanyaku


Lio pov


Sesampainya di halte aku melihat seorang perempuan sedang duduk sambil menyembunyikan kepalanya dikedua kakinya.


"Alexa," sapaku ragu dan dia mendongakkan kepalanya


" Pak..pak Lio," ucapnya lemah


" Ya tuhan, kamu kenapa alexa?" Tanyaku cemas saat melihat ada darah yang mengalir dari hidungnya dengan wajah pucat dan baju basah, dan tunggu itu koper? Apakah dia kabur?


"Aku.."


" Jangan banyak bicara, ayo saya bantu berdiri," ucapku sambil membantunya berdiri lalu memasukkannya kedalam mobil.


Di perjalanan Alexa hanya diam dan sesekali mengusap matanya.


'Dia menangis?' tanyaku dalam hati


" Kamu kenapa alexa?" Tanyaku, dia menoleh lalu menggelengkan kepalanya

__ADS_1


Setelah itu suasana menjadi hening. Sesampainya didepan rumah atau bisa disebut dengan mansion, aku melirik ke arah Alexa dan ternyata dia telah tertidur pulas.


" Tidur dengan pakaian basah heh?" Tanyaku lalu menggendongnya dan membawanya ke kamar yang ada dilantai atas tepatnya disebelah kamarku, aku memanggil maid untuk menggantikan pakaian nya dengan pakaianku, karna aku yakin pakaiannya yang ada dikoper pun pasti basah semua.


Setelah maid keluar dari kamar yang ditempati alexa, akupun masuk dan meniliti wajahnya, hidung yang tidak terlalu mancung, bibir mungil berwarna pink alami, pipi sedikit berisi yang menambah kesan imut, tapi tunggu pipinya merah, akupun menyentuhnya


“ Bekas tamparan? Siapa yang melakukannya?” tanyaku geram


Setelah mengecek keadaan alexa,aku pun turun untuk mengambil minum, langkahku terhenti saat mendapati bunda yang sedang duduk diruang tamu.


“ Bunda, ” sapaku lalu menghampiri dan memeluknya


“ Eeh lio,” ucapnya lalu membalas pelukkanku


“ Bunda ngapain malam-malam kesini?” tanyaku heran karna tak biasanya bunda kerumahku malam-malam


“ Bunda kangen anak bunda yang jarang pulang,” ucapnya sambil memajukkan bibirnya


“ Lio sibuk bun,” ucapku sambil menatap lembut bunda


“ Iya sibuk, sampai kamu lupa nyari menantu buat bunda,” ucapnya kesal


“Bun, percayalah aku sudah menemukan calon menantu buat bunda, jadi bunda jangan khawatir ya,” ucapku, ekspresi bunda langsung berubah, terkejut dan bahagia menjadi satu, aku bisa melihat dari matanya


“ Kamu gak bohongin bunda kan lio?” Tanyanya sambil menatapku


“ Enggak bun,” jawabku


“ Yaudh nanti bawa kerumah ya, kenalin sama bunda,” ucapnya dengan raut wajah yang bahagia


“ Ya bunda,” ucapku


“ Yasudah bunda mau pulang dulu,” ucapnya lalu berdiri


“ Lio antar ya bun,” ucapku menawarkan diri


“ Gak usah bunda pake supir ko,”ucapnya


Setelah bunda pulang, aku menuju dapur dan mengambil minum. Kemudian aku naik lagi ke lantai atas dan masuk kedalam kamarku.


Alexa pov


Aku terbangun, rupanya sudah pagi, dan tunggu..


“ Ini dimana ?”tanyaku bingung karna aku tidak mengenali kamar ini, aku mencoba mengingat kejadian tadi malam, aah aku ingat terakhir itu aku bertemu pak lio dan pak lio membantuku masuk kedalam mobilnya.


“ Apakah ini rumah pak lio?” tanyaku bingung


“ Sepertinya iya, dan siapa yang menggantikan bajuku?”tanyaku bingung karna aku ingat tadi malam aku tidak memakai baju ini, lagi pula aku tidak tahu ini baju siapa karna sepertinya ini baju laki-laki.


‘ Apakah ini baju pak lio?’ tanyaku dalam hati


‘ Apakah pak lio yang menggantikan bajuku? Tapi sepertinya bukan,aku percaya pak lio tidak mungkin seperti itu,’pikirku


Aku mengikat asal rambutku lalu membuka pintu dan turun ke bawah, aku berniat membuat sarapan sebagai ucapan terimakasih. Sesampainya didapur aku mengambil bahan-bahan untuk membuat nasi goreng, tiba-tiba suara seseorang mengejutkanku.

__ADS_1


“ siapa kau?”


__ADS_2