My Cool Husband

My Cool Husband
Sarapan bersama


__ADS_3

Dengan penuh semangat dari situ kembali ke apartemen dia masuk setelah menekan tombol PIN yang disebutkan oleh Emir dan ternyata benar itu pun terbuka.


Mutia bergegas ke dalam kamarnya mengganti pakaian dan berniat untuk segera bersih-bersih rumah. Bagaimanapun juga dia adalah bagian dari rumah ini menjaga kebersihan adalah tanggung jawabnya juga.


Gadis itu mulai merapikan rumah mau jadi bersih-bersih ruang tamu, ruang makan hingga ke dapur.


Selesai membersihkan rumah, gadis itu duduk, kerongkongannya terasa haus. Hendak minum tapi tidak ada air putih disana.


Kemudian Mutia membuka kulkas, tubuhnya membeku dan matanya membulat tak percaya, dengan apa yang dia lihat.


Senyum terbit di bibir gadis itu melihat semua bahan makanan tersedia lengkap di dalam kulkas.


Tangannya cekatan mengambil satu kaleng minuman ingin yang tersedia di sana lalu meminumnya.


"Ternyata dia baik juga, makasih kak," ucapnya pelan


Tak hanya itu dia pun mengeluarkan beberapa jenis bahan makanan.


Setelah menimbang-nimbang akhirnya dia memutuskan untuk memasak hari ini dia akan menumis kangkung, goreng ayam tepung dan membuat sambal ijo.


Dengan penuh semangat Mutia mengerjakan dan memasak semua makanan.


Satu jam berlalu kini semua makanan telah tersedia di atas meja. Tapi dia terlupa sesuatu gadis itu belum memasak nasi.


segera Mutia mengambil beras dan mulai menanak nasi setelah itu dia pun naik kembali ke atas kamar dan mandi.


Selepas mandi pasti nasinya sudah matang, dan setelah itu dia akan makan.

__ADS_1


Jam sudah menunjukkan pukul lebih sore, gadis itu segera turun ke dapur, mulai menikmati makan sorenya.


Disaat yang sama terdengar suara pintu terbuka, dan benar Emir masuk ke dalam rumah.


Dia hanya menoleh, tidak menyapa malah lanjut berjalan menuju kamarnya sendiri.


Mereka tidur di kamar yang terpisah. Emir berada di lantai satu dan Mutia berada di lantai dua.


Selesai makan, Mutia masuk kedalam kamarnya.


Emir kembali keluar dengan pakaian santai dan pergi entah kemana.


***


Keesokan paginya saat Emir mencium aorma masakan yang sangat menggugah selera. Dia keluar dari kamar nya, dan terkejut melihat menu makanan yang terhidang di atas meja.


"Mau sarapan?" tanya Mutia berjalan dari arah dapur membawa segelas teh hangat. Dan meletakkan nya di salah satu sudut meja.


Emir duduk dalam diam, Mutia mengambil piring dan meletakkan nya diatas meja, tepat di depan suaminya.


Kemudian dia memgambil makanannya sendiri.


Emir belum bergerak dan belum bersuara, dia hanya diam dan memperhatikan wanita itu makan dengan lahapnya.


Aroma makanan yang begitu menggoda di tambah lagi cara makan Mutia yang terlihat begitu menikmati makanannya membuat pria itu menjadikan berselera.


"Ambilkan makanan ku?" ucap nya mengagetkan istrinya.

__ADS_1


Mutia menatap nya sekilas dan mengambil makanan untuknya, "Cukup" ucap Emir


Dia mulai menyuapkan makanan itu ke dalam mulutnya. Benar saja, makanan itu sangat enak sesuai dengan seleranya.


Tanpa sadar dia memakan habis makanan tersebut.


"Aku mau bicara" ucap Mutia setelah Emir menghabiskan semua makanannya.


"Aku mau bekerja dan aku sudah di terima di sebuah kafe,"


"Bekerja? apa uang yang nenek ku berikan kurang?" sindirnya


"Bukan, bukan begitu tapi.."


"Terserah," potong Emir sebelum gadis itu menyelesaikan ucapannya.


kemudian Emir berdiri dan berjalan keluar rumah lalu berangkat ke kantor.


Mutia hanya bisa menghela nafas, "sabar Mutia, sabar.. setidaknya dia tidak mengekang mu, dia mengijinkan mu untuk bekerja, itu sudah jauh lebih baik," ucapnya menghibur diri sendiri.


Selesai mencuci piring dan menyimpan makanan ke tempatnya. Mutia pun segera bersiap-siap.


Gadis itu kembali ke kamar, mengambil tas selempang dan menutup pintu rumah.


Dia berjalan keluar apartment dengan wajah bahagia. Hari ini adalah hari pertamanya bekerja, dan gadis itu penuh semangat berangkat.


Gadis itu tidak menggunakan jasa angkutan umum. Jarak antara kafe dengan tempat tinggalnya tidak begitu jauh, jadi dia memutuskan untuk berjalan kaki, sekaligus menikmati hangatnya sinar matahari pagi.

__ADS_1


__ADS_2