My Cool Husband

My Cool Husband
Menyebalkan


__ADS_3

Selepas kepergian nenek Hamidah Amelia mendekati Mutia.


"Hai, kita belum kenalan ya, kenalkan namaku Meliani, Aku adalah kakak dari Emir dan berarti aku juga sudah menjadi kakakmu. Jadi jangan sungkan untuk bicara atau bertanya padaku," ucapnya tersenyum lebar


"Aku mutiara kak," ucap gadis itu yang juga tersenyum ramah kepada Melia.


"Kamu cantik sama seperti namamu," puji Melia


"Tante pa kabar? sudah lebih baik?" tanya gadis itu pada liora


"Alhamdulillah Tante sudah merasa mendingan,"


"Alhamdulillah, sebaiknya mulai sekarang persiapkan diri tante untuk operasi besok,"


"Besok?" tanya Mutia kaget.


Melia mengangguk, "Bisa kita bicara sebentar," ucapnya pada Mutia, gadis itu mengangguk setuju dan ikut berjalan keluar bersama dengan Melia. Emir yang melihat kepergian kakaknya juga berniat untuk keluar dari ruangan itu.


"Eh, saya per..permisi dulu Tan," ucap Emir


"Nak Emir!" panggil liora


Langkah Emir terhenti, dia kembali berbalik menatap Liora, "Ya Tante," sahut pria itu pun mendekat.


"Tante tahu kamu terpaksa menerima pernikahan ini, Dan Kamu tidak menyukai mutiara.


Tapi satu hal yang Tante minta nak, Tante mohon apapun kesalahannya jangan pernah menyakitinya, dia sangat rapuh."


Emir diam, 'Bagaimana mungkin, aku justru berniat untuk menceraikannya nanti setelah aku mendapatkan semua warisan itu," batin Emir.


Liora menarik napas dalam, Melihat tubuh lemah Liora Emir merasa tidak tega, dia yang sejak kecil tidak memiliki seorang ibu merasa iba pada wanita yang terbaring lemah di depannya itu.


"Baik Tante, tante fokus aja pada penyembuhan tante."


"Terimakasih,'" ucap Liora tersenyum

__ADS_1


*


*


"Maaf jika sebelumnya aku tidak memberitahu mu jika aku adalah kakaknya Emir."


"Eh tidak masalah dok,"


"Kok masih panggil dok, kakak dong,"


"Eh iya, dok eh kak." sahutnya


"Aku cuma berpesan jaga baik-baik ibumu, dan ingat jangan memberikan kabar yang membuatnya kaget apalagi syok, karena itu akan membahayakan nyawanya, apa kau mengerti."


"Mengerti dok,"


"Oh ya, kau pasti bingung bagaimana aku bisa tau, aku adalah salah dokter yang akan serta ikut dalam operasi jantung ibumu, berdoalah semoga ibumu segera sembuh."


"Terima kasih dok,"


Semua hal yang baru dia alami membuat nya syok, dalam sekejap statusnya berubah.


Gadis itu masih ingat betul kemarin dia masih seorang gadis yang datang untuk menemui ibunya yang sedang sakit.


Mutia teringat obrolannya dengan dokter jantung kemaren.


"Kenapa dengan Mama saya dok?"


"Terjadi kebocoran jantung dan jalan satu-satunya untuk menyembuhkan ibumu adalah dengan operasi pemasangan ring atau cincin,"


"Apakah dengan Operasi ibu saya bisa sembuh?"


"Saya tidak berani menjamin, kita hanya berusaha dan saya katakan dengan jelas, kemungkinannya sangat kecil jadi kalian harus mempersiapkan diri dengan semua kemungkinannya yang terburuk.


"Apakah ibu saya mengetahui nya?"

__ADS_1


"Saya rasa Iya, pasien sudah lama tau soal penyakitnya ini "


"Saya harap mbak bisa menerimanya, tetap ingat sekecil apapun kemungkinan itu jika Allah sudah berkehendak pasti bisa, yakinlah."


"Iya dok," sahut Mutia menyeka air matanya.


"Kapan ibu saya harus di operasi?"


"Sesegera mungkin,"


"Bagaimana dengan biayanya?"


"Sudah ada yang membayarnya, kamu tinggal mempersiapkan diri saja."


"Baik dok. Terima kasih."


"Satu lagi setelah ibumu sembuh nanti, dia tidak boleh mendengar berita yang mengejutkan. Mau itu berita yang membahagiakan ataupun berita yang menyedihkan. Sekali saja ibu mendapatkan berita yang membuat dia syok maka nyawanya tidak akan tertolong, paham"


"Iya dok,"


**


"Hei kita perlu bicara," ucap Emir membuyarkan lamunan Luna


"Katakan, aku tidak punya waktu,''


"Tidak disini, aku tunggu di alamat ini," Emir memberikan sebuah kartu nama, Mutia melihatnya alamat sebuah kafe


"Aku tidak bisa meninggalkan ibuku?" ucapnya lagi


"Aku tunggu jam lima, jangan membuatku menunggu," sahut Emir tak menanggapi ucapan istrinya, dia pun melenggang pergi.


"Menyebalkan," ketus Mutia menghentakkan kakinya dan berbalik masuk ke ruang perawatan ibunya.


Ada yang tau nggak, Emir mau bilang apa? jangan lupa komen ya ..

__ADS_1


__ADS_2