
Selesai masak, Mutia mengambil piring dan meletakkannya diatas meja, mengambil air minum dan mulai makan.
Baru dua suap yang masuk ke dalam mulutnya, pintu terbuka dengan jelas suaranya terdengar.
"Pasti dia pulang. Biarkan saja." ucap nya dan terus menikmati makanannya.
"Mir...Em..Ir." panggilan itu terhenti saat dia melihat seorang perempuan tengah duduk makan di dapur Emir.
Tak jauh beda Mutia juga terkejut mendengar seseorang memanggil nama suaminya, itu artinya pria yang masuk ke dalam rumahnya bukanlah suaminya, jadi Siapa dia?'
Muncul pertanyaan, "Siapa gadis itu? dan apa hubungannya dengan Emir?"
"Pasti dia pulang. Biarkan saja." ucap nya dan terus menikmati makanannya.
"Siapa kau?" tanya pria itu dengan wajah galaknya
Mutia menoleh, memandang wajah pria itu yang tak jauh beda dengan wajah suaminya.
Tak menjawab, Mutia malah asyik menikmati makan malamnya.
Pria itu duduk di depan Mutia, menatap gadis itu dengan tatapan penuh tanya.
"Hei jawab, siapa kau?" tanya Pras, kali ini dengan nada lebih tinggi. sengaja memprovokasi Mutia agar-agar itu takut.
"Aku..aku pemilik rumah ini," jawabnya santai. "Harusnya aku yang bertanya siapa kamu?"
"Kau pemilik rumah ini, mimpi!" ejek pria muda itu yang bernama Prasetya.
__ADS_1
Pras adalah adik sepupu Emir yang merupakan anak dari pamannya yang bernama Dirga.
"Bohong, kau pasti telah berbohong, katakan siapa kau sebelum aku mengusir mu." ancamnya.
"Kau mengusir ku?" apa kau bisa?" ejek Mutia
"Cih, gadis tak tau malu,"
Tak ingin berdebat, Pras berbalik dan duduk di sofa.
Tak hanya itu, Pria itu sengaja menghidupkan televisi dengan suara yang lumayan kencang.
Berjalan ke dapur mengambil cemilan dan duduk, makan sambil nonton televisi.
'Bagaimana bisa dia santai itu padahal dia tidak mengenalku bukannya takut atau apa dia justru santai mengusirku, keren!' batin Prasetya.
"Saya istrinya," jawab Mutia tegas dengan begitu santainya menikmati makanan.
"Bagus lah tolong ambilkan aku juice." ucap Pras tidak terkejut dan memerintah dengan gaya pongah.
'Benar kata nenek, dia gadis yang tak mudah di tindas, gadis tegas dan berprinsip, beda dengan gadis-gadis yang pernah dekat dengan Emir
Pilihan nenek memang sangat keren, aku yakin hidup Emir akan berubah setelah bergaul dengan istrinya.
"Mana juice nya?" tanya Pras Karena juice yang di nanti tak kunjung datang dan si gadis terlihat duduk diam tak bergerak.
Pras tak bisa menyamar lebih lama, dia begitu gemes dengan Mutiara. Tak hanya cantik, tapi dia gadis yang berpendirian.
__ADS_1
'Apa kabar Kakak Ipar, kenalkan aku Prasetyo, adik sepupu suamimu." ucap pria itu dengan senyum ramah, berbanding terbalik dengan gayanya tadi
"Jadi, tadi ..." tanya Mutia kaget namun dia tak mau kalah, gadis itu melempar kan bantal kursi kepadanya.
"Aku suka padamu kak, Good girl."
"Kau berpura pura, Cih nggak lucu." ucap gadis itu marah
"Maaf kak, kenalkan namaku Prasetya dan senang berkenalan dengan kakak."
"Darimana kau tau aku istrinya Emir,"
"Dari nenek, dan nenek yang meminta ku datang kesini."
"Mau ngapaian?" tanya Laura bingung
"Tidak ada yang istimewa, nenek ingin memastikan kalian hidup bersama dan bahagia." sahut Pras.
Mutia membolakan matanya ,lalu menghela napas berat, "Aku, mana mungkin bisa." sahut mutiara
"Kenapa. kak?"
"Eh, enggak apa-apa, kalau kau masih mau disini menunggu kakakmu terserah tapi aku, aku mau istirahat.Bye..." sahut Mutiara berdiri siap melangkah menuju kamarnya.
"Oh ya, jika kau pergi nanti jangan lupa untuk mengunci kembali pintunya," jelas mutiara
Dia masuk ke dalam kamar dan bersiap untuk tidur.
__ADS_1