My Cool Husband

My Cool Husband
Faisal penolong


__ADS_3

"Selamat pagi, selamat bergabung," ucap sang manager menyambut kedatangan Mutia dan memperkenalkan pada para karyawan lainnya. Dia adalah orang yang ditugaskan oleh Faisal untuk menjaga Mutia. Dia bersikap ramah kepada Mutia.


"Pagi, salam kenal aku Mutia," ucapnya ramah, gadis itu memperkenalkan dirinya.


Satu persatu mereka memperkenalkan diri, dan setelah itu Mutia bergabung dengan mereka semua. Jumlah pegawainya cukup banyak, terdiri dari berbagDengan penuh semangat dari situ kembali ke apartemen dia masuk setelah menekan tombol PIN yang disebutkan oleh Emir dan ternyata benar itu pun terbuka.


Mutia bergegas ke dalam kamarnya mengganti pakaian dan berniat untuk segera bersih-bersih rumah. Bagaimanapun juga dia adalah bagian dari rumah ini menjaga kebersihan adalah tanggung jawabnya juga.


Gadis itu mulai merapikan rumah mau jadi bersih-bersih ruang tamu, ruang makan hingga ke dapur.


Selesai membersihkan rumah, gadis itu duduk, kerongkongannya terasa haus. Hendak minum tapi tidak ada air putih disana.


Kemudian Mutia membuka kulkas, tubuhnya membeku dan matanya membulat tak percaya, dengan apa yang dia lihat.


Senyum terbit di bibir gadis itu melihat semua bahan makanan tersedia lengkap di dalam kulkas.


Tangannya cekatan mengambil satu kaleng minuman ingin yang tersedia di sana lalu meminumnya.


"Ternyata dia baik juga, makasih kak," ucapnya pelan


Tak hanya itu dia pun mengeluarkan beberapa jenis bahan makanan.


Setelah menimbang-nimbang akhirnya dia memutuskan untuk memasak hari ini dia akan menumis kangkung, goreng ayam tepung dan membuat sambal ijo.


Dengan penuh semangat Mutia mengerjakan dan memasak semua makanan.


Satu jam berlalu kini semua makanan telah tersedia di atas meja. Tapi dia terlupa sesuatu gadis itu belum memasak nasi.


segera Mutia mengambil beras dan mulai menanak nasi setelah itu dia pun naik kembali ke atas kamar dan mandi.


Selepas mandi pasti nasinya sudah matang, dan setelah itu dia akan makan.


Jam sudah menunjukkan pukul lebih sore, gadis itu segera turun ke dapur, mulai menikmati makan sorenya.


Disaat yang sama terdengar suara pintu terbuka, dan benar Emir masuk ke dalam rumah.


Dia hanya menoleh, tidak menyapa malah lanjut berjalan menuju kamarnya sendiri.


Mereka tidur di kamar yang terpisah. Emir berada di lantai satu dan Mutia berada di lantai dua.


Selesai makan, Mutia masuk kedalam kamarnya.


Emir kembali keluar dengan pakaian santai dan pergi entah kemana.


***


Keesokan paginya saat Emir mencium aorma masakan yang sangat menggugah selera. Dia keluar dari kamar nya, dan terkejut melihat menu makanan yang terhidang di atas meja.


Perutnya berontak minta diisi, namun dirinya terlalu gengsi untuk mengakuinya.


"Mau sarapan?" tanya Mutia berjalan dari arah dapur membawa segelas teh hangat. Dan meletakkan nya di salah satu sudut meja.


Emir duduk dalam diam, Mutia mengambil piring dan meletakkan nya diatas meja, tepat di depan suaminya.


Kemudian dia memgambil makanannya sendiri.


Emir belum bergerak dan belum bersuara, dia hanya diam dan memperhatikan wanita itu makan dengan lahapnya.


Aroma makanan yang begitu menggoda di tambah lagi cara makan Mutia yang terlihat begitu menikmati makanannya membuat pria itu menjadikan berselera.


"Ambilkan makanan ku?" ucap nya mengagetkan istrinya.


Mutia menatap nya sekilas dan mengambil makanan untuknya, "Cukup" ucap Emir


Dia mulai menyuapkan makanan itu ke dalam mulutnya. Benar saja, makanan itu sangat enak sesuai dengan seleranya.

__ADS_1


Tanpa sadar dia memakan habis makanan tersebut.


"Aku mau bicara" ucap Mutia setelah Emir menghabiskan semua makanannya.


"Aku mau bekerja dan aku sudah di terima di sebuah kafe,"


"Bekerja? apa uang yang nenek ku berikan kurang?" sindirnya


"Bukan, bukan begitu tapi.."


"Terserah," potong Emir sebelum gadis itu menyelesaikan ucapannya.


kemudian Emir berdiri dan berjalan keluar rumah lalu berangkat ke kantor.


Mutia hanya bisa menghela nafas, "sabar Mutia, sabar.. setidaknya dia tidak mengekang mu, dia mengijinkan mu untuk bekerja, itu sudah jauh lebih baik," ucapnya menghibur diri sendiri.


Selesai mencuci piring dan menyimpan makanan ke tempatnya. Mutia pun segera bersiap-siap.


Gadis itu kembali ke kamar, mengambil tas selempang dan menutup pintu rumah.


Dia berjalan keluar apartment dengan wajah bahagia. Hari ini adalah hari pertamanya bekerja, dan gadis itu penuh semangat berangkat.


Gadis itu tidak menggunakan jasa angkutan umum. Jarak antara kafe dengan tempat tinggalnya tidak begitu jauh, jadi dia memutuskan untuk berjalan kaki, sekaligus menikmati hangatnya sinar matahari pagi.ai bagian.


Mutia sendiri tidak menghitungnya yang dia tau dia semangat bekerja karena teman-teman nya ramah.


"Hai Mutia, kenalkan aku Rini."


"Hai Rini, senang berkenalan denganmu," ucap Mutia


Mereka mulai bekerja, kafe ini ternyata sangat ramai, apalagi saat jam makan siang. Tak ada waktu bagi mereka untuk duduk santai, semua sibuk dengan tugasnya masing-masing.


Jam istirahat dimanfaatkan Mutia untuk sholat dan istirahat. Setelah itu kembali bekerja hingga sore hari.


**


Tanpa gadis itu sadari, seseorang selalu saja mengawasinya sejak lama, bahkan setiap hari memantaunya.


"Apa yang kau lihat?" tanya Mirza pada Faisal, yang saat ini duduk di salah satu meja pelanggan.


Mirza adalah sahabat Faisal, dan temannya itu sekarang lebih sering duduk menjaga kafenya dari.pada menjaga perusahan nya.


"Aku sedang melihat pujaan hatiku, lihatlah betapa cantiknya dia." ucap Faisal yang terus menatap Mutia penuh cinta.


"Hahahaha, kau sudah bucin, rupanya. Apa kau sudah mengenalnya maksud ku kalian sudah berkenalan?" tanya Mirza lagi.


Faisal menggeleng, "Aku belum berani mendekati nya, aku takut dia masih kesal padaku."


"Kesal? kenapa?" tanya Faisal lagi


"Pertemuan pertama kami.kurang baik, dan aku masih ragu untuk mendekati nya."


"Mau aku bantu?"


"Benarkah bagiamana caranya?"


"Serahkan saja semuanya padaku, dan kau pergi dari sini, tunggu dan lihat saja apa yang akan aku perbuat."


Faisal mengikutinya apa ya g disarankan oleh sahabatnya itu, dia pun berdiri dan masuk ke dalam ruangannya. Tak sabar menunggu apa yang akan dilakukan oleh Mirza untuk membantunya mendapati Mutiara gadis yang diam-diam disukainya.


"Pelayan" panggil Mirza


"Mut, bisa minta tolong nggak, kamu yang kesana, kakiku pegal banget nih!" ucap Rida salah seorang temannya.


"Boleh," sahut Mutiara yang berjalan membawa daftar menu makanan ke meja Mirza.

__ADS_1


"Ada yang bisa saya bantu pak?" tanya gadis itu sopan.


"Saya mau pesan ini, ini dan ini" ucapnya menunjuk daftar menu makanan di tangannya. Dengan gesit gadis itu mencatat semua pesanan Pria itu.


"Ada lagi pak?"


"Tidak, sudah cukup. Satu lagi, saya mau minumannya lebih dulu, saya sangat haus." ucap Mirza


"Baik Pak, silahkan di tunggu sebentar," ucap Mutiara tersenyum manis. kemudian gadis itu berlalu.


Dia segera menemui koki dan memberikan daftar pesanan tersebut, "Juice nya duluan, katanya beliau sangat haus." ucap Mutiara lagi.


"Ok, sebentar," sahut Devan si pembuat minuman.


Dengan cepat dia meracik juice sesuai pesanan mutiara. "Tara.." ucapnya tertawa


"Thanks," ucap mutiara dan bersiap menyajikan nya pada pelanggan.


Baru saja gadis itu meletakkan nya diatas meja, tiba-tiba praaang... gelas itu tumpah dan mengotori meja serta celana pria itu.


"Maaf, Pak. saya tidak sengaja" ucap Mutiara kaget.


Padahal jelas-jelas pria itu yang sengaja menyenggol gelas berisi juice di depannya itu.


"Maaf?" tanya pria itu memicingkan mata.


"Apa kau tau akibat perbuatan mu ini?" ucapnya dengan penuh amarah


"Lihat ini!" bentaknya


"Ini adalah kontrak kerjasama sata dengan klien yang sedang dalam perjalanan kesini, bagaimana saya harus menggantinya? apa kau pikir klien saya percaya begitu saja?" ucapnya lagi penuh emosi.


"Maaf pak, tapi tadi tangan-"


"Oh jadi kamu nuduh saya sengaja gitu!" bentak Mirza lagi.


"Saya tidak mau tau kamu harus ganti rugi sebesar seratus juta." ucapnya yang langsung membuat Mutiara membulatkan matanya.


"Seratus juta?" ulang gadis itu


"Iya, seratus juta, apa kau pikir kontrakku itu abal-abal!" ucap Mirza masih dengan wajah penuh emosi.


Faisal tahu apa yang harus dia lakukan, dan kini saatnya dia keluar.


"Ada apa ini? kenapa ribut-ribut begini?" tanya pria itu dengan nada datar.


"Anda siapa?" tanya pria itu dengan gaya pongahnya.


"Saya pemilik tempat ini, mengapa anda memarahi pegawai saya?" tanya pria itu lagi dengan nada tidak bersahabat.


"Saya tidak terima dengan perbuatan karyawan anda ini, dia telah menghancurkan bisnis saya..Saya rugi ratusan juta rupiah akibat ulahnya." ucap Mirza terus berakting.


"Lalu, anda mau apa?" tanya nya santai.


"Saya minta ganti rugi, lima puluh juta." ucap Mirza lantang.


"Lima puluh juta?" ulang Faisal


"Iya ,jika tidak mau, saya akan memviralkan tempat ini, dan Anda akan kehilangan banyak pendapatan."


"Baiklah saya akan mentransfernya." ucap Faisal dengan lantang dan santai.


"Tapi dengan satu syarat?" ucap lagi


Ada yang bisa tebak, apa syaratnya?"Jawab di kolom komentar ya....

__ADS_1


__ADS_2