My Crazy Boss

My Crazy Boss
Bab 9


__ADS_3

Valerie tersenyum saat melepaskan ciumannya dari bibir Alex, ia nekad melakukan itu karena sudah sangat muak dengan Alex yang selalu menggodanya setiap hari. Valerie menatap Alex yang masih terdiam sejak kejadian barusan, pria itu tidak mengeluarkan satu kata pun dan hanya menatap Valerie dengan tatapan yang tidak bisa di jelaskan.


Alex memegang bibirnya yang tadi di cium oleh Valerie, Alex masih sulit untuk mencerna apa yang telah di lakukan oleh wanita yang kini berdiri di hadapannya itu. Ada rasa tidak percaya dan juga ada sedikit rasa senang di hati Alex, pria itu berpikir bahwa kini Valerie mungkin sudah mulai jatuh cinta padanya. Dan Alex pun berpikir mungkin dengan kejadian tadi ia tidak akan sulit untuk mendapatkan Valerie untuk dijadikan kekasih.


Alex menatap wajah Valerie dengan sangat serius dan wanita itu hanya memberikan senyuman tipis pada Alex, "Apa maksudmu?" Tanya Alex pada Valerie.


Tidak ada jawaban yang di berikan oleh Valerie, wanita itu hanya sibuk dengan merapihkan rambutnya yang sebenarnya tidak berantakan itu. Dan Valerie menatap sekilas wajah Alex dan tersenyum dengan sangat manis pada pria itu.


'Apa dia sedang menggodaku sekarang?' Tanya Alex dalam hatinya, ia kini berpikir bahwa Valerie sangat mempesona dengan memainkan rambut panjangnya itu.


Valerie berjalan dan mendekati wajahnya tepat di telinga Alex, "Bukankah itu yang kau inginkan tuan Alex yang terhormat?" Bisik Valerie terdengar sangat lembut di telinga Alex.


Valerie segera melangkahkan kakinya dan pergi meninggalkan Alex yang masih saja terdiam sambil menatap Valerie yang sudah keluar dari ruang kerja milik Alex. Valerie berjalan dengan sangat cepat, karena ia merasa malu dengan apa yang ia lakukan tadi pada Alex. Bagaimana jika pria itu memecatnya?


Valerie tidak berhenti untuk mengutuki dirinya dan menyesal dengan apa yang ia lakukan. Ia pun merasa tidak sadar saat melakukan itu, karena ia sudah sangat kesal dengan sikap Alex yang selalu menyebalkan itu dan bahkan tidak pernah berhenti untuk menggodanya dan menyama ratakan dirinya dengan wanita-wanita bayaran di luar sana.


"Apa yang kau lakukan tadi Valerie?" Ucap Valerie pada dirinya sendiri sambil menepuk dahinya.

__ADS_1


Valerie kini terlihat bingung dan ia dan ia merasa sangat malu jika nanti bertemu dengan Alex. Valerie berpikir apa yang harus ia lakukan jika nanti ia bertemu dengan Alex? Ia khawatir dan takut jika pria itu semakin nekad melakukan hal yang lebih dari apa yang ia lakukan tadi. Valerie semakin mengutuki dirinya sendiri karena gegabah dalam melakukan sesuatu tanpa memikirkan apa yang akan terjadi kedepannya nanti.


***


Alex memilih untuk bersantai di sofa dengan menyilangkan kakinya, sesekali ia meneguk segelas kopi yang tersimpan rapih diatas meja. Alex merasa jika jantungnya itu masih berdetak dengan sangat cepat saat teringat Valerie yang dengan tiba-tiba mencium bibirnya. Tanpa ia sadari, Alex mulai menyentuh bibirnya dan teringat kembali pada wanita yang bernama Valerie itu.


Alex sebelumnya tidak pernah percaya jika Valerie akan melakukan hal itu, karena Alex sangat yakin jika Valerie sangat berbeda jauh dengan wanita-wanita yang pernah ia temui dan sempat ia tiduri. Tapi ternyata Valerie berani melakukan hal itu dan membuat Alex semakin tertantang untuk segera menaklukan hati Valerie yang sangat keras dan selalu menjual mahal pada Alex.


Terdengar suara pintu yang terbuka dengan cukup keras dan membuat Alex sedikit terkejut dan mendengus kesal saat melihat siapa yang datang ke ruang kerja nya itu. Alex menatap malas Jacob yang kini mulai melangkahkan kakinya dan menghampiri Alex yang masih duduk santai di sofa.


"Apa yang sedang kau pikirkan Alex? Sampai suara pintu membuatmu terkejut seperti tadi, apa ada hal serius yang sekarang menjadi beban pikiranmu? Come on Alex kau tidak perlu memikirkan apapun!" Ucap Jacob duduk tepat di samping Alex.


Jacob yang mendengar ucapan Alex langsung menaikan alis tebalnya dan seolah masih tidak percaya dengan apa yang didengarnya, "Sebentar! Tadi kau menyebutkan nama Valerie sekretaris barumu itu? Atau kau sudah...." Ucap Jacob yang belum selesai bertanya karena sudah di potong langsung oleh Alex.


"Tidaklah kau ini! Kemana saja kau? Lama sekali kau meminta izin untuk libur bekerja dari perusahaanku. Apa kau sudah bersedia untuk aku pecat Jack?" Ucap Alex sambil menatap malas ke arah Jacob, sejujurnya ia merasa sangat gugup karena sudah di pastikan Jacob akan banyak bertanya tentang dirinya dan juga Valerie.


"Maaf karena aku terlalu lama meminta izin untuk libur, ibuku sakit dan aku harus merawatnya," Ucap Jacob sambil duduk di sebelah Alex. Dan Alex mengangguk dengan pelan seolah mengerti dengan apa yang di maksud oleh Jacob. Alex sebenarnya tidak mempermasalahkan jika Jacob lama tidak masuk bekerja, karena Alex menganggap Jacob sebagai sahabat, tapi untuk menghindari pertanyaan-pertanyaan tentang Valerie, Alex terpaksa menanyakan alasan Jacob lama tidak masuk bekerja.

__ADS_1


***


Valerie merapihkan barang-barangnya, dan kemudian ia pun segera melangkahkan kaki keluar untuk mencari makan siang karena waktu sudah menunjukan pukul 12 siang, dan sudah saatnya untuk Valerie istirahat sejenak sebelum ia kembali di sibukan oleh berkas-berkas yang menumpuk di meja kerjanya. Valerie mencoba untuk menghela nafasnya dengan cukup kasar, karena ia merasa sangat lelah setelah berkutik dengan pekerjaannya.


Valerie berjalan sambil tersenyum ramah pada setiap karyawan lain yang berada di sekitarnya, hingga tatapan Valerie kini tertuju pada dua orang pria yang sedang berjalan berlawanan arah dengannya. Valerie langsung merasa jantungnya berdebar sangat cepat saat melihat Alex yang berjalan, Valerie teringat kembali saat dirinya dengan berani mencium Alex di ruang kerja milik bos nya itu.


Valerie berjalan menundukan wajahnya karena ia sangat malu terhadap Alex, dan Valerie pun merasa Alex lebih diam dari biasanya. Mungkinkah Alex juga merasakan apa yang dirasakan oleh Valerie? Valerie membalas senyuman ramah pada Jacob karena sejak tadi mereka bertemu, Jacob tidak pernah berhenti tersenyim pada Valerie.


"Valerie! Bagaimana kabarmu?" Tanya Jacob terdengar sangat ramah bagi Valerie, dan tentunya tidak menyebalkan seperti Alex.


Valerie tersenyum dengan sangat manis, "Baik! Sepertinya kita sudah lama tidak bertemu!" Ucap Valerie sambil melirik sekilas Alex yang terlihat sangat kesal dengan suasana saat ini.


Jacob tertawa dengan cukup keras, "Apa kau merindukanku?"


Alex menatap Jacob dengan sangat ketus, dan kini Alex terlihay seperti orang yang sangat kesal, "Tutup mulutmu Jacob!"


Valerie dan Jacob yang mendengar itu pun saling bertatapan dan ketawa kecil karena sikap Alex yang terlihat seperti orang yang sangat cemburu. Dan membuat Valerie semakin berpikir, apakah benar pria bernama Alex itu sangat menyukainya? Sampai pria itu terlihat sangat kesal saat Valerie berbicara dengan Jacob.

__ADS_1


"Apa kau cemburu Alex?" Tanya Jacob mencoba untuk menggoda Valerie.


"Tidak!" Jawab Alex dengan ketus sambil berjalan meninggalkan Valerie dan juga Jacob yang masih tidak mengerti dengan tingkah laku yang di tunjukan oleh Alex barusan, yang terlihat seperti orang yang sangat cemburu.


__ADS_2