My Crazy Boss

My Crazy Boss
Bab 11


__ADS_3

Valerie akhirnya bisa tersenyum dengan perasaan yang sangat lega, dengan membawa beberapa tas belanja yang berada di tangannya. Valerie berada di sebuah mall ternama di London bersama dengan teman nya yaitu Adrina. Bisa dibilang sejak Valerie dan Adriana kuliah, mereka sering pergi ke mall untuk mencari barang-barang keluaran terbaru. Namun Valerie tidak se fanatik Adriana, terlihat Valerie hanya berhasil membawa dua tas belanja sedangkan Adriana bisa sampai lima tas dalam sekali belanja.


Valerie jadi teringat saat masa kuliah dulu, mereka pergi ke mall sampai pulang larut malam dan membuat Adriana memohon untuk bisa tidur dirumah Valerie, karena Ibu Adriana tidak mengizinkan Adriana untuk masuk kedalam. Valerie menjadi tertawa sangat keras saat mengingat kejadian waktu itu.


"Kenapa kau tertawa? Aku karena teringat aku dulu?" Tanya Adriana dengan ketus dan menbuat Valerie kembali tertawa melihat tingkah sahabatnya itu.


"Ayolah kita pulang! Aku takut jika ibumu tidak mengizinkanmu untuk pulang lagi, dan kau pasti akan datang ke rumahku. Merepotkanku saja!" Ucap Valerie membuat Adriana terlihat cukup kesal mendengarnya.


Valerie merasa senang hari libur ini pergi dengan Adriana, karena setidaknya dengan hari libur ia tidak akan bertemu dengan bos nya yang menyebalkan itu, walaupun hanya libur sehari tapi Valerie merasa sangat beruntung.


Sebelum memutuskan untuk pulang, Valerie dan Adriana pun mampir ke sebuah restoran yang berada di mall besar itu. Mereka berniat untuk makan sushi sekedar untuk mengganjal perut mereka, dan tidak ingin makan terlalu banyak. Karena Valerie dan Adriana sangat menjaga bentuk tubuhnya yang terlihat sangat seksi itu.


"Bagaimana pekerjaanmu di perusaan itu Val? Apakah menyenangkan?" Tanya Adriana mulai membuka pembicaraan, karena saat lulus dari kuliah mereka tidak lagi bersama di dunia pekerjaan.


Valerie menghela nafasnya, "Menyenangkan kau bilang? Sama sekali tidak menyenangkan dan hanya membuatku kesal setiap harinya!" Ucap Valerie sambil mengikat rambutnya dengan model kuncir kuda.


"Kenapa? Kau bekerja di perusahaan ternama di London bukan? Dan itu perusahaan yang selalu kau impikan sejak kita duduk di bangku kuliah dulu?" Tanya Adriana yang terlihat sangat penasaran dengan pekerjaan dari Valerie.


"Mungkin aku akan senang jika bos ku bukan pria gila dan mesum itu!" Ucap Valerie dengan nada suara yang terdengar sangat kesal, mengingat nama Alex saja sudah membuatnya emosi apalagi jika sampai bertemu dengan pria itu.

__ADS_1


Adriana tertawa dengan cukup keras sampai membuat pengunjung restoran itu pun melihat ke arah mereka, dan dengan cepat Valerie menutup wajahnya karena merasa malu menjadi pusat perhatian banyak orang.


"Gila? Mesum? Bagaimana maksudmu Val? Aku tidak mengerti!" Ucap Adriana yang kembali tertawa membayangkan seorang bos yang di ucapkan oleh Valerie tadi.


"Sejak awal aku bekerja di perusahaan itu, dia selalu saja menggodaku dan berniat untuk menjadikanku kekasihnya. Apa pantas seorang bos bersikap seperti itu pada sekretarisnya? Dan asal kau tahu bahkan sampai sekarang pun dia masih selalu mengejarku dan dia pernah bilang tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkanku!" Ucap Valerie sambil memutarkan bola matanya dengan cepat, dan berhasil membuat Adriana kembali tertawa dengan sangat keras.


Valerie merasa sangat kesal karena Adriana selalu saja menertawakannya seperti itu, "Kau menertawakan apa? Apa ada yang lucu dengan ceritaku?" Tanya Valerie dengan sangat ketus.


Adriana mencoba untuk menghentikan tawanya, "Lucu saja aku mendengar ceritamu Val. Mungkin bos mu itu sangat tertarik padamu, kau harusnya senang karena seorang bos yang punya wajah tampan dan terkenal sangat kaya raya bersedia menjadi kekasihmu!" Ucap Adriana, Alex memang sangat terkenal sebagai pria muda tampan dan juga kaya raya. Siapa pun yang berada di London sudah pasti akan mengenal siapa Alex.


"Bagaimana bisa aku senang? Dia saja selalu membuatku kesal setiap hari!" Ucap Valerie mencoba untuk berhenti membahas tentang Alex, dia memilih pergi bersama Adrian supaya bisa melupakan sejenak beban nya. Tapi Adriana malah membahas pria yang sering kali membuatnya kesal.


Akhirnya Valerie dan Adriana pun memilih untuk pulang setelah selesai makan di restoran sushi tadi. Tatapan Valerie kini tertuju pada dua orang pria tampan yang sedang berjalan, dan Valerie sangat mengenal siapa kedua pria tersebut. Lagi-lagi Valerie menghela nafasnya dengan sangat kasar, dan berharap agar Alex tidak melihatnya.


"Hari libur seperti ini masih saja aku melihatnya!" Lirih Valerie dengan suara yang sangat pelan namun bisa di dengar jelas oleh Adriana. Adriana pun langsung mencari kemana arah yang menjadi perhatian Valerie, sampai akhirnya ia menemukan dua orang pria yang sedang berjalan.


"Apa itu bos mu Valerie?" Tanya Adriana dengan suara yang terdengar cukup keras karena berhasil membuat Alex dan Jacob langsung menoleh kepada mereka.


Valerie semakin kesal karena dengan ceroboh Adriana berbicara dengan sangat keras, andai saja ini bukan tempat yang ramai sudah di pastikan Adriana akan habis di tangan Valerie sekarang juga. Valerie mendengus kesal karena kini Alex dan Jacob terlihat menghampiri mereka berdua yang masih saja diam di tempat. Berbeda dengan Valerie yang terlihat sangat kesal saat melihat Alex, justru Adriana tersenyum dengan sangat lebar karena bisa langsung melihat pria muda yang sangat terkenal itu.

__ADS_1


"Nona cantik rupanya kau berada disini juga. Bukan kah itu pertanda kalau kita berdua itu berjodoh nona?" Tanya Alex yang melangkahkan kakinya semakin mendenkat dengan Valerie.


Seperti biasa, Valerie hanya menatap malas wajah pria yang bernama Alex itu. Ia dengan keras menahan emosinya karena kini ia berada di tempat umum, dan tidak mungkin Valerie berteriak-teriak yang nantinya akan menjadi tontonan banyak pengunjung mall besar itu.


"Semuanya gara-gara kau Adriana!" Lirih Valerie dalam hatinya, ia terlihat sangat kesal pada Adriana dan mulai mengepalkan tangannya. Valerie berpikir kenapa pria itu selalu saja berada dimanapun Valerie pergi.


Alex memberi kode pada Jacob dan Adriana untuk pergi meninggalkan mereka berdua, dan Adriana pun mengerti dengan tatapan yang di berikan oleh Alex padanya. Dan tanpa berlama pun Adriana segera mengikuti kemana Jacob pergi.


Valerie melipatkan kedua tangan tepat didadanya, dan memalingkan wajahnya agar tidak melihat Alex yang kini terlihat sedang tersenyum. Valerie sangat benci dengan situasi seperti ini yang dimana ia harus berdua bersama dengan Alex.


"Kenapa kau menyuruh sahabatku pergi tuan?" Tanya Valerie dengan sangat ketus.


Alex hanya tertawa kecil mendengar ucapan Valerie yang selalu saja ketus terhadapnya, "Jangan panggil aku tuan saat kita berada di luar kantor nona cantik!" Ucap Alex yang membuat Valerie memutarkan kedua bola matanya dengan malas.


"Yang pasti agar aku bisa berdua denganmu!" Lanjut Alex, langsung meraih tangan Valerie untuk ia genggam. Dan membuat wanita itu terdiam sejenak dan langsung memberontak agar bisa lepas dari genggaman tangan Alex, namun Alex menahannya dan tetap menggenggam tangan mungil Valerie.


"Lepas aku bukan anak kecil Alex!" Pinta Valerie yang sama sekali tidak di dengar oleh Alex, pria itu tetap melanjutkan jalan dengan posisi tangan yang masih menggenggam tangan Valerie.


"Kau ini sangat menyebalkan!" Ucap Valerie.

__ADS_1


__ADS_2