
Seorang wanita masih terlihat sangat nyaman dengan tidurnya, jam alarm yang terpajang rapih di atas lemari samping ranjangnya sudah bunyi beberapa kali namun wanita itu langsung mematikannya dan memilih untuk tidur kembali dan melanjutkan mimpinya yang sempat tertunda karena suara alarm yang selalu menganggunya itu.
Tidak terasa jam pun sudah menunjukan pukul 11 siang, dan Valerie langsung bangkit dari tidurnya. Ia tidak menyangka bahwa ia bangun terlambat seperti ini, dan Valerie baru menyadari bahwa hari ini adalah hari minggu dan itu berarti ia libur bekerja. Valerie tersenyum dengan sangat lebar karena bersyukur hari ini ia tidak akan bertemu dengan Alex, bos nya yang sangat menyebalkan itu.
Setelah selesai membersihkan diri Valerie langsung bergegas menuju dapur untuk segera membuat sarapan untuk dirinya sendiri. Semenjak ia kehilangan orang tuanya ia harus melakukannya dengan sendiri dan itu yang membuat Valerie menjadi seorang wanita yang mandiri dan juga tangguh.
Valerie membuka pintu kulkas dan mengambil beberapa bahan yang bisa ia bikin sebagai menu sarapannya pagi ini. Dan pagi ini ia berniat untuk membuat Lamb Sandwich, yang terdiri dari sayuran, keju, telur dan juga daging domba yang diiris dan di letakan diatas potongan roti tawar. Sangat simpel namun jangan ragukan rasanya, karena Valerie sudah sangat jago dalam memasak. Saat ia kuliah ia pun mengambil pekerjaan paruh waktu sebagai chef di restoran ternama di London, dan soal rasa makanan yang apapun ia buat pasti akan terasa sangat lezat.
Setelah dirasa semua pekerjaan rumah telah ia selesaikan, ia pun meraih sebuah file yang kemarin telah diberikan oleh Alex. Valerie tipe orang yang selalu mempelajari apapun yang sedang ia jalani, Valerie bukan seorang wanita yang manja, namun ia seorang wanita yang selalu bekerja keras dalam mengerjakan sesuatu hal. Dan dari hasil kerja kerasnya membuahkan hasil bisa bekerja di salah satu perusahaan ternama di kota London. Dan Valerie selalu memuji dirinya sendiri, dan bangga dengan apa yang telah ia kerjakan selama ini.
Valerie berpikir menjadi seorang sekretaris dari bos nya yang bernama Alex itu sangatlah sulit. Karena bos nya itu sangat menyebalkan dan selalu membuatnya kesal. Sering kali Valerie menguras energi nya hanya karena harus berhadapan dengan pria seperti Alex, pria menyebalkan dan juga pria mesum.
***
Alex yang melirik jam dinding besar dan terlihat sangat mewah itu sudah menunjukan pukul 9 malam, dan ia berencana untuk pergi ke club karena merasa bosan seharian ini ia hanya berdiam diri di mansion mewahnya. Alex langsung pergi mengambil jaket dan juga kunci mobil dan berlalu pergi menuju club yang menjadi tempat favoritnya untuk menghabiskan waktu liburnya.
Saat Alex melangkahkan kakinya masuk ke dalam club itu, semua wanita sudah berhamburan untuk menghampirinya dan berniat untuk meminta giliran untuk bisa tidur bersama dengan pria tampan dan kaya raya itu. Salah seorang wanita datang menghampiri Alex sambil memberikan beberapa botol minuman alkohol pada Alex.
Alex langsung meneguk minuman alkohol yang telah diberikan oleh wanita pramusaji itu, karena sudah beberapa waktu ini ia tidak minum alkohol akhirnya ia meminum alkohol sampai 2 botol sendiri tanpa ada seseorang yang menemaninya minum.
__ADS_1
Valerie dan Adriana juga ternyata berada di club yang sama dengan Alex, tapi bedanya Valerie tidak menghabiskan 2 botol alkohol. Ia hanya meminum 1 gelas saja berniat untuk menghangatkan tubuhnya, karena cuaca di London beberapa hari ini sangatlah dingin. Dan Valerie bersedia saat Adriana mengajaknya untuk pergi ke salah satu club ternama di London.
Tatapan Valerie kini tertuju pada seorang pria yang terlihat seperti mabuk berat, dan Valerie menyadari bahwa pria itu adalah Alex bosnya di kantor. Karena merasa sangat khawatir dengan keadaan Alex, akhirnya Valerie pamit pada Adriana untuk pergi menghampiri Alex sebentar.
Valerie berjalan di tengah orang-orang yang sedang sibuk berdansa, ia pun berjalan menerobos lantai dansa itu dan membuat lantai dansa itu terlihat seperti terbelah dua. Ia berjalan dengan sangat cepat karena khawatir Alex akan berbuat kekacauan di club ini.
Valerie meraih tubuh kekar Alex yang terlihat akan ambruk, ia pun menyandarkan tubuh pria itu dan menyandarkannya di sofa. "Apa yang kau lakukan disini Alex? Kenapa kau mabuk berat seperti ini?" Tanya Valerie sambil memegang tubuh Alex.
"Aku jatuh cinta padamu Valerie!" Ucap Alex dengan keadaannya yang sedang terpengaruh oleh alkohol itu. Dan membuat Valerie hanya menggelengkan kepalanya.
"Kau mabuk berat Alex!" Ucap Valerie mencoba memberikan Alex segelas air putih.
"Peluk aku sebentar saja Valerie!" Ucap Alex yang terdengar semakin lemas.
Valerie yang mendegar Alex seperti itu pun merasa tidak tega dan langsung memeluk tubuh Alex dengan penuh kehangatan. Dari kejadian ini Valerie berpikir apakah Alex selalu menyendiri seperti ini? Banyak pertanyaan yang terbesit di pikiran Valerie.
Valerie yang semakin kondisi Alex semakin tidak sadar karena pria itu kini tengah mabuk berat berniat untuk mengantarkan Alex pulang ke rumahnya, ia pun langsung mencari kebedadaan kunci mobil milik pria itu.
"Aku akan mengantarkanmu pulang. Beritahu aku dimana rumahmu!" Ucap Valerie sambil membopong tubuh kekar Alex.
__ADS_1
***
Akhirnya Valerie sudah sampai di depan mansion Alex, Valerie sangat terkejut melihat mansion Alex yang terlihat sangat besar dan mewah itu. Valerie tidak bisa berhenti menatap setiap sudut mansion milik bosnya itu. Valerie pun segera membopong kembali Alex dan membawanya masuk ke dalam.
Valerie masih belum bisa melupakan kemewahan mansion Alex dari luar, kini ia kembali di buat kagum dengan kemewahan yang tercipta di dalam mansion tersebut. Hiasan mansion itu terlihat sangat mewah dengan nuansa white dan gold membuat mansion itu terkesan lebih mewah.
Valerie berniat mengantarkan Alex untuk menuju kamarnya, sepanjang ia berjalan di mansion mewah Alex ia tidak melihat ada orang satupun disana. Apa memang Alex hanya tinggal seorang diri di mansion semewah ini? Pikir Valerie.
"Kau hanya bisa merepotkanku saja Alex!" Desis Valerie yang terdengar kesal pada pria yang kini sedang ia tuntun untuk masuk ke dalam kamarnya.
Sesampainya di kamar Alex, Valerie membaringkan tubuh Alex ke kasur dan juga ia melepaskan sepatu yang digunakan oleh pria itu. Valerie menghela nafasnya karena merasa lelah karena membopong tubuh Alex yang terasa sangat berat itu.
Setelah memastikan bahwa Alex sudah baik-baik saja, Valerie pun bangkit dan berniat untuk meninggalkan Alex dan pulang menuju rumahnya. Tapi saat Valerie bangkit dari duduknya, Alex menahan tangannya dan membuat Valerie menatap Alex dengan penuh tanda tanya.
"Tidurlah disini aku berjanji tidak akan melakukan hal aneh padamu!" Ucap Alex mencoba untuk membuka kedua matanya.
"Tidak! Aku pulang saja!" Ucap Valerie menolak permintaan Alex.
"Ku mohon Valerie aku membutuhkanmu disini!" Pinta Alex dengan suara yang terdengar semakin melemah, dan membuat Valerie merasa tidak tega dengan Alex yang memohon seperti itu.
__ADS_1
"Baiklah!" Ucap Valerie pasrah.