
Alex mengemudikan mobilnya cukup kencang dari biasanya, ia seperti sudah sangat tidak sabar untuk bertemu dengan sekretaris cantiknya yang bernama Valerie. Alex pun tidak mengerti kenapa ia sangat menyukai wanita itu yang bahkan baru ia kenal belum lama ini. Wanita itu selalu membuatnya kagum dan juga penasaran, Alex tersenyum saat mengingat Valerie.
Dan Alex juga berharap untuk segera menjadikan Valerie sebagai kekasihnya, agar Cassie tidak lagi meminta Alex untuk menikahi wanita itu. Dengan adanya Valerie, Alex sangat yakin jika Cassie akan pergi menjauh dan tidak mengejarnya lagi. Alex membutuhkan Cassie hanya untuk keberhasilan perusahaannya, karena wanita itu sudah banyak membantu perusahaan Alex hingga ia terkenal sebagai Crazy Rich di London.
"Maafkan aku Cassie aku hanya menyukai Valerie dan mungkin aku sudah jatuh cinta pada sekretaris baruku itu!" Lirih Alex dan kembali fokus untuk mengemudikan mobil mewahnya yang berwarna hitam itu.
***
Valerie baru saja membereskan beberapa file yang baru saja ia kerjakan, Valerie mencoba untuk membuat tubuhnya rileks dengan menyandarkan tubuhnya di kursi putar yang berada di meja kerjanya. Belum lama ia bersandar, tiba-tiba saja ia mendapatkan panggilan dari Alex untuk segera memberikan hasil laporan kepada pria itu.
Valerie mendengus kesal dan menghela nafasnya, ia meraih sebuah file yang akan ia berikan pada Alex. Dengan langkah yang terasa sangat malas, ia pun segera berjalan menuju ruang kerja Alex. Lagi-lagi Valerie mencoba untuk menyiapkan mentalnya untuk berhadapan dengan bos nya yang sangat menyebalkan itu.
"Kau pasti bisa Valerie!" Lirih Valerie, dan kemudian mengetuk pintu yang berada di ruang kerja milik Alex.
Setelah mendapatkan istruksi dari Alex, ia pun segera membuka pintu itu dan berjalan menghampiri Alex yang kini tengah duduk santai di sebuah sofa yang berada di ruangan itu. Valerie terlihat sangat malas saat melihat Alex yang duduk santai sambul tersenyum padanya.
"Apa semua orang yang menjadi bos dapat duduk santai seperti itu disaat semua karyawan nya sibuk bekerja?" Tanya Valerie dalam hati.
Valerie berjalan dan mulai mendekati Alex, ia mencoba untuk memasang sebuah senyuman dibibirnya. Karena bagaimana pun ia harus bersikap baik terhadap bos nya yang kadang membuatnya kesal itu.
__ADS_1
"Selamat pagi tuan Alex, ini berkas laporan yang kau minta!" Ucap Valerie tersenyum manis dan memberikan berkas itu pada Alex.
Alex masih terlihat sangat nyaman dengan posisinya yang duduk di sofa dengan santai, pria itu sangat senang jika membuat sekretarisnya itu kesal. Terlihat dari wajah Valerie yang terpaksa untuk tersenyum saat memberikan laporan yang telah dimintanya. Alex pun menyilangkan kakinya dan meraih berkas laporan dari tangan Valerie dan mulai memeriksanya.
"Jadi kau datang ke ruanganku hanya untuk memberikan laporan ini nona cantik?" Tanya Alex yang masih fokus memeriksa laporan di tangannya.
Valerie hanya mengangguk dan memang benar ia datang ke ruangan Alex karena pria itu meminta laporan, dan tidak ada tujuan lain dari Valerie untuk datang ke ruang kerja Alex pria yang sangat menyebalkan bagi Valerie.
"Bukan untuk bertemu denganku? Apa kau tidak merindukanku nona cantik?" Tanya Alex kembali menggoda Valerie, dan Alex terkekeh saat melirik wajah Valerie yang kini terlihat sangat kesal karena Alex terus menggodanya setiap mereka bertemu.
Valerie mendegus kesal dan mengutuki Alex dari dalam hatinya, pria itu seperti tidak pernah kehabisan kata untuk selalu menggodanya setiap hari. Valerie mengepalkan tangannya dan wajahnya sudah tidak bisa lagi tersenyum palsu, karena kini ia sudah kehilangan kesabaran berhadapan dengan pria menyebalkan itu.
Alex tidak menjawab ucapan Valerie, pria itu kembali fokus pada berkas yang telah di berikan oleh Valerie tadi. Sebenarnya Alex merasa sangat tidak nyaman saat mendengar ucapan Valerie tadi, apa benar selama ini dia terlalu berlebihan pada Valerie dan membuat wanita itu kesal? Tapi bukan Alex jika tidak bisa membuat orang yang berada di sekitarnya merasa kesal, dan itu adalah hal yang sangat menyenangkan untuk Alex.
Alex sangat puas dengan laporan yang telah di selesaikan oleh Valerie, Alex menjadi semakin kagum pada wanita itu. Banyak wanita cantik diluar sana, tapi tidak ada satu pun wanita yang berhasil membuat Alex kagum kecuali Valerie. Walaupun Alex belum lama mengenal Valerie, tapi Alex sangat yakin jika wanita itu sangat berbeda dengan wanita lain yang pernah ia kencani. Tidak salah bukan jika Alex menyukai sekretaris barunya itu?
Alex kembali meletakan berkas laporan itu ke meja yang berada di depan sofa yang sedang ia duduki itu dan mulai merapihkan rambutnya, "Kau selalu berhasil membuatku kagum nona cantik!"
Valerie terdiam karena tidak mengerti dengan apa yang di maksud oleh Alex, "Apa maksudmu Tuan?" Tanya Valerie yang semakin penasaran dengan maksud dari bos nya itu.
__ADS_1
Alex mulai bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati Valerie yang masih terdiam dan memperhatikan gerak-gerik Alex dengan sangat waspada. "Laporanmu sangat bagus, dan aku sangat puas dengan kinerjamu nona cantik. Tidak salah aku menjadikanmu sebagai sekretarisku di perusahaan ini. Aku akan memberikanmu bonus yang besar agar kau lebih semangat!" Ucap Alex sambil menepuk bahu Valerie dengan sangat lembut.
Tatapan Valerie tertuju pada tangan Alex yang menepuk bahunya dengan lembut itu, ada getaran aneh yang ia rasakan di dalam jantungnya. Valerie langsung menghindar dari Alex dan membuat pria itu melepaskan tangannya dari bahu Valerie.
"Apa kau serius tuan?" Tanya Valerie masih sangat tidak percaya dengan apa yang didengarnya, jika bos nya itu sangat puas dengan kinerjanya selama ia bekerja di perusahaan milik Alex.
Alex mengangguk pelan, "Asal kau bersedia untuk menemaniku tidur dan kita ciptakan surga dunia bersama nona cantik!" Ucap Alex sambil terkekeh.
Valerie yang tadi sudah bisa untuk tersenyum, kembali dibuat sangat kesal dan marah karena ucapan Alex yang selalu menyama ratakan semua wanita di dunia ini. Tatapan Valerie kini terlihat sangat tajam dan membuat Alex berhenti untuk tertawa.
"Tutup mulutmu yang kotor itu tuan Alex yang sangat terhormat!" Ucap Valerie dengan suara yang kembali penuh dengan penekanan, dan Valerie merasa sudah sangat kesal pada pria dihadapannya ini. Ingin sekali ia mendaratkan tamparan di pipi Alex, tapi jika Valerie sampai melakukan hal itu maka ia akan di pecat dari perusahaan milik Alex itu.
"Ayolah sekali ini saja dan aku berjanji akan membuatmu menikmati setiap permainan yang akan kita lakukan!" Ucap Alex yang tidak berhenti untuk menggoda Valerie.
"Kurang ajar!" Ucap Valerie dengan sangat keras dan meraih wajah Alex untuk mendekat dengan dirinya.
Valerie mulai mendaratkan sebuah ciuman tepat di bibir Alex, dan mulai ******* bibir pria itu dengan sangat lembut. Pria itu seolah tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Valerie saat ini, Valerie menjadi sangat berani untuk mencium Alex.
"Seperti itu tuan Alex?" Tanya Valerie melepaskan bibirnya dari bibir milik Alex.
__ADS_1