
Alex dan Valerie sudah sampai di cafe yang tidak jauh dari perusahaan milik Alex, pria itu merasa sangat malas bertemu dengan Cassie karena sudah di pastikan wanita itu akan membicarakan soal pernikahan yang di minta oleh Cassie. Alex menghela nafasnya dengan kasar dan membuat Valerie dengan seketika langsung menoleh ke arah Alex.
Alex sangat malas saat akan bertemu dengan Cassie karena setiap akan bertemu selalu saja terlambat, bagaimana bisa wanita seperti itu akan menjadi istri seorang Alex yang sangat pekerja keras? Alex menatap Valerie yang masih terdiam dan memperhatikan menu makanan yang di sediakan oleh cafe itu.
"Kau sudah mendapat pilihan menu apa yang akan kau pesan?" Tanya Alex mencoba untuk membuka suasana dan melupakan masalah Cassie sejenak, ia ingin menjadi lebih dekat pada Valerie dan membuat wanita itu jatuh cinta padanya.
Valerie menggeleng kepalanya, dia terlihat seperti bingung untuk memesan makanan. Valerie memberikan buku menu itu pada Alex dan membiarkan Alex yang memilih menu untuk mereka berdua. Valerie merasa ada sedikit yang berbeda dari Alex, pria itu terlihat lebih diam dari biasanya. Tapi Valerie kembali berpikir bahwa itu bukan urusan dia, mau Alex ada masalah apapun ia merasa sangat tidak berhak untuk mengetahui apapun yang terjadi pada pria yang berada dihadapannya itu.
Meskipun Valerie mencoba untuk tidak peduli pada Alex, tetap saja dapam hatinya sangat penasaran dengan apa yang terjadi pada Alex sehingga membuat pria itu terdiam dan tidak banyak bicara. "Apa kau baik-baik saja tuan?" Tanya Valerie dengan sangat lembut dan membuat Alex menoleh padanya, bukannya menjawab pria itu hanya menggelengkan kepalanya dan semakin membuat Valerie bertanya-tanya.
Tatapan Valerie kini tertuju pada seorang wanita cantik dengan tubuh yang terlihat sangat indah dipandang, ia pun sebagai wanita merasa kagum pada wanita itu apalagi para pria, pasti akan mudah untuk jatuh cinta pada wanita itu. Tapi Valerie merasa sangat tidak nyaman saat wanita itu memperhatikannya dari ujung kepala sampai ujung kaki, terlihat seperti merendahkan Valerie. Namun Valerie tetap harus profesional dan menyambut wanita itu dengan senyuman yang terlihat sangat manis.
Cassie menarik kursi dan duduk tepat disamping Alex, "Maaf aku terlambat!" Ucap Cassie dengan sangat ketus dan menatap Valerie dengan tatapan seperti tidak suka dan tidak nyaman dengan keberadaan Valerie disana.
Valerie hanya mengangguk pelan, ia melihat Alex seperti tidak bersemangat saat bertemu dengan Cassie. Valerie berpikir Alex selalu bersemangat saat bertemu dengan para klien pentingnya, tapi dengan Cassie pria itu terlihat sangat malas dan tidak bersemangat. Ada apa sebenarnya dengan wanita yang bernama Cassie ini? Pikir Valerie.
Cassie menyimpan tas mewah nya yang berwarna putih ke atas meja dengan cukup kasar, dan membuat Valerue yang melihat sikap Cassie sangat terkejut. Wanita secantik Cassie memiliki sikap yang sangat tidak mencerminkan bahwa wanita itu seseorang yang berkelas. Valerie pun kini merasa sangat tidak nyaman dan tidak suka pada sikap Valerie itu.
__ADS_1
"Alex siapa wanita ini? Kemana Jacob? Kenapa kau pergi bersama wanita ini untuk bertemu denganku?" Tanya Cassie dengan nada suara yang terdengar sangat ketus dan melirik Valerie dengan sekilas.
Alex menyimpan ponselnya ke dalam saku jas hitam yang ia kenakan, "Dia Valerie, sekretaris baruku! Jacob sedang ada urusan dan tidak bisa datang untuk bertemu denganmu!" Ucap Alex yang terdengar sangat dingin dan malas.
Valerie semakin di buat bingung oleh Alex, kenapa pria itu terlihat sangat dingin kepada Cassie. Siapakah wanita yang kini berada di meja yang sama dengannya? Ada permasalahan apa diantara mereka berdua sehingga membuat Alex seperti ini? Pikir Valerie. Yang sejak awal ia berniat untuk tidak ikut mencampuri urusan Alex, namun ia semakin penasaran dengan pria itu.
Cassie terlihat menghela nafas, "Baiklah! Aku meminta untuk kita bertemu karena ingin memberitahumu bahwa semua urusan pernikahan kita sudah aku siapkan. Dan kau tidak perlu repot untuk mengurusnya!" Ucap Cassie sambil tersenyum sangat manis pada Alex.
Deg! Hati Valerie kini terasa seperti ditusuk ratusan duri dengan seketika. Pria yang selalu berkata bahwa ia mencintai Valerie ternyata akan segera menikah, dan wanita cantik yang kini berada di meja yang sama dengannya adalah calon pengantin Alex. Sangat sulit untuk Valerie percaya, tapi itulah kenyataannya dan ia hanya perlu menerima kenyataan bahwa Alex akan segera menikah dengan wanita yang bernama Cassie itu.
Valerie merasa bahwa kini Alex tengah memperhatikannya, namun Valerie tidak ingin Alex tahu jika kini dirinya merasa sangat sakit hati mendengar apa yang di ucapkan oleh Cassie. Ia tersenyum dengan sangat ramah pada Alex dan juga Cassie, mencoba untuk terlihat baik-baik saja meskipun sebenarnya ia cukup rapuh.
Alex sangat merasa tidak enak pada Valerie, sejak mendengar ucapan Cassie tadi Valerie jadi terlihat berbeda. Alex merasa sangat bersalah pada Valerie karena harus mengetahui urusannya, dan Alex mengutuki dirinya karena tidak langsung menolak permintaan wanita itu dan melukai perasaan Valerie. Alex menghela nafasnya dengan sangat kasar, ia terlihat sangat frustasi dengan situasi ini.
"Sudah selesai tuan?" Tanya Valerie mencoba untuk tersenyum sangat ramah pada Alex.
Bukannya menjawab, Alex malah terdiam dan menatap Valerie dengan tatapan yang sangat bersalah. Alex takut jika Valerie akan membencinya dan menjauh darinya nanti.
__ADS_1
"Kalau begitu mari kita kembali ke kantor tuan!" Ucap Valerie sambil bangkit dan berjalan duluan meninggalkan Alex, tanpa berpikir lama Alex pun segera pergi menyusul Valerie.
***
Sampai di kantor, Valerie langsung masuk ke dalam dan melangkah menuju meja kerjanya tanpa mempedulikan Alex yang masih terdiam di luar. Sejujurnya Valerie sangat tidak sanggup jika harus berhadapan dengan Alex sekarang, hatinya masih terasa sangat sakit saat mendengar pria itu akan segera menikah tidak akan lama lagi.
Alex menatap Valerie yang sudah masuk ke dalam, ia pun memutuskan untuk segera masuk dan pergi ke ruang kerjanya. Perasaannya kini terasa sangat kacau karena pertemuannya dengan Cassie dan juga melibatkan Valerie dalam urusannya dengan wanita bernama Cassie itu. Alex membuka ponselnya dan segera menghubungi Jacob, ia membutuhkan seseorang yang bisa mendengarkan ceritanya.
Tanpa butuh waktu yang lama Jacob sudah datang ke dalam ruang kerja milik Alex, Jacob langsung menghampiri Alex yang tengah duduk di sofa dengan raut wajah yang terlihat sangat kacau dan berantakan.
Jacob duduk disamping Alex, "Kenapa kau terlihat sangat kacau sekali?" Tanya Jacob untuk memastikan keadaan Alex baik-baik saja, tapi Jacob sangat yakin jika ada sesuatu hal yang terjadi pada sahabatnya ini. Karena tidak seperti biasanya Alex terlihat sekacau ini.
Alex menghela nafasnya dengan pelan, "Cassie sudah mengurua semua pernikahankh dan dia. Dan sialan, wanita itu berbicara didepan Valerie Jack!" Ucap Alex dengan nada suara yang terdar sangat lemah.
Jacob menatap tajam Alex, "Apa? Kau sudah menolaknya?" Tanya Jacob, dan Alex hañya menggelengkan kepalanya karena berpikir Alex sangat bodoh. "Kau ini! Kenapa kau tidak langsung menolaknya?" Lanjut Jacob yang merasa kesal pada Alex karena tidak tegas dalam memutuskan sesuatu.
Alex mengacak rambutnya dengan sangat kasar, tidak dapat di bohongi wajah Alex kini terlihat sangat kesal dan juga frustasi. Sudah beberapa kali ia mengutuki dirinya senditi karena tidak dengan cepag menolak permintaan dari Cassie untuk menikahi wanita itu.
__ADS_1
"Aaarghhhhh!" Teriak Alex.