My Crazy Boss

My Crazy Boss
Bab 5


__ADS_3

Alex berdiri dan menyandarkan punggungnya di tembok sambil menunggu Valerie yang sedang pergi ke toilet. Alex berinisiatif untuk menjaga Valerie yang masih berada di dalam agar tidak ada pria berhidung belang yang akan melakukan sesuatu yang buruk pada wanita itu. Dalam hati Alex pun merasa sangat bingung karena ia sampai melakukan hal seperti ini hanya karena takut ada seseorang yang akan berbuat jahat pada Valerie. Padahal sebelum ia mengenal wanita itu, ia sangat tidak peduli pada wanita-wanita lain.


Cukup lama Alex menunggu Valerie yang masih saja berada didalam toilet itu, Alex menghela nafasnya dengan sangat kasar dan berharap Valerie akan segera keluar. Alex merasa sangat kesal karena ia sampai rela menunggu seorang wanita yang sudah beberapa kali menolak ajakannya untuk berkencan, namun hatinya selalu saja berkata jika ia harus melindungi Valerie dari orang-orang jahat yang berada di sekitar mereka. Terdengar sangat berlebihan bukan apa yang dilakukan Alex untuk Valerie?


Akhirnya Alex bisa bernafas dengan lega karena seseorang yang sudah cukup lama ia tunggu keluar juga, wanita itu berjalan menghampiri Alex yang masih saja berdiri dan menyandarkan punggungnya di sebuah tembok berwarna putih. Alex terlihat kesal karena wanita yang ia tunggu malah tertawa, Alex berpikir apa ada yang salah dengan dirinya?


Alex berjalan dan mendekati Valerie dengan wajahnya yang terlihat sedikit kusut dari biasanya. "Kenapa kau tertawa seperti itu?" Tanya Alex yang masih memperhatikan Valerie.


"Tidak! Ku rasa kau sangat lucu, seorang CEO muda yang kaya raya berdiri dan menyandarkan punggungnua ditembok itu! Apa yang sebenarnya kau lakukan disana?" Ucap Valerie yang tidak berhenti menertawakan Alex yang kini hanya terdiam melihat dirinya.


Alex merasa senang karena baru pertama kalinya ia melihat Valerie tertawa seperti ini, karena biasanya wanita itu hanya bisa marah-marah tidak jelas pada dirinya. Dan di mata Alex, Valerie tertawa seperti itu sangatlah cantik dan mempesona. Keinginan Alex untuk memiliki Valerie jadi bertambah sangat besar, andai saja wanita itu tidak jual mahal pasti wanita yang bernama Valerie itu sudah menjadi kekasihnya sejak mereka pertama kali bertemu.


"Kau terlihat sangat cantik nona kalau tertawa seperti itu!" Ucap Alex dan membuat Valerie berhenti tertawa dan kembali memasang wajahnya seperti biasa. Dan Alex mengutuki dirinya sendiri karena ceroboh mengatakan hal itu yang membuat Valerie kembali terdiam seperti biasanya.


"Aku baru saja memujimu, tapi kau langsung berubah seperti wanita galak!" Ucap Alex yang terdengar sangat pasrah dengan keadaan yang seperti ini.


Valerie memperhatikan Alex yang berubah menjadi diam dan terlihat pria itu yang mulai mengerucutkan bibirnya. Valerie sangat ingin tertawa dengan apa yang dilakukan oleh Alex, namun ia tahan karena ia tidak ingin Alex menjadi lebih percaya diri karena dirinya berhasil menertawakan Alex.

__ADS_1


"Bagaimana sudah selesai?" Tanya Valerie mencoba untuk mengalihkan pembicaraan dari Alex.


Tidak ada jawaban dari Alex, pria itu malah berjalan meninggalkan Valerie. Valerie langsung mendengus kesal karena pria itu dengan lancang meninggalkannya, tanpa berpikir lama pun ia langsung mengikuti kemana Alex pergi. Dan ternyata pria itu sedang duduk di sebuah kursi yang berada di taman sekitar pembangunan proyek Alex.


"Kau ini! Aku sedang berbicara denganmu tapi kau malah pergi meninggalkanku begitu saja!" Ucap Valerie terdengar kesal dan memukul bahu Alex dengan pelan.


"Itu salahmu sendiri!" Jawab Alex yang terdengar seperti seorang anak kecil yang sedang marah karena tidak dibelikan sebuah ice cream.


Valerie menatap Alex dengan sangat malas, bisa-bisanya pria itu menyalahkannya padahal ia rasa ia tidak melakukan apapun pada bos nya yang menyebalkan itu. "Salahku? Apa maksudmu?" Tanya Valerie.


Alex mengangguk pelan. "Itu salahmu karena selalu jual mahal padaku. Aku rasa aku akan menyerah untuk mengejarmu!" Ucap Alex terdengar sangat lembut di telinga Valerie.


"Ku ingatkan kau jangan pernah kau melakukan hal yang macam-macam padaku! Apalagi seperti barusan, aku sangat muak denganmu pria mesum!" Ucap Valerie yang terdengar cukup keras, dan membuat Alex langsung menunduk seolah ia merasa sangat bersalah pada Valerie karena sudah mencium wanita itu.


Valerie mulai berjalan dan menjauhi Alex yang masih duduk memperhatikan kemana Valerie akan pergi. Alex lagi-lagi di buat semakin penasaran dengan wanita itu. "Kau membuatku semakin penasaran nona cantik!" Lirih Alex sambil berlari kecil mengejar Valerie yang semakin menjauh.


"Tunggu nona cantik!" Ucap Alex meraih tangan Valerie dan membuat wanita itu langsung menghentikan langkahnya dan memutar tubuhnya untuk menghadap ke arah Alex.

__ADS_1


"Aku minta maaf dengan apa yang ku lakukan tadi. Aku berjanji padamu kalau aku tidak akan menyerah untuk mendapatkanmu nona cantik!" Ucap Alex kembali menggoda Valerie yang sudah semakin kesal dengan sikap Alex.


Valerie meletakkan kedua tangannya di pinggang rampingnya, ia menatap Alex dengan penuh malas dan juga rasa kesal. Bertemu dengan Alex bagaikan musibah yang tidak pernah berhenti bagi Valerie, ia kadang berpikir kenapa ia mendapatkan bos seperti Alex yang selalu menyebalkan dan pikirannya selalu saja mesum.


"Silahkan saja kalau kau bisa! Kau harus tahu kalau aku ini berbeda dengan wanita-wanita yang rela untuk tidur denganmu hanya karena uang. Aku tidak semurahan mereka jadi tolong jangan pernah kau samakan lagi aku dengan wanita-wanita yang pernah kau tiduri itu Tuan Alex yang terhormat!" Ucap Valerie sambil menatap tajam manik mata Alex yang berwarna cokelat caramel itu.


Alex yang mendengar ucapan dari Valerie dan membuatnya semakin tertantang untuk segera mendapatkan wanita yang bernama Valerie itu. Ia pun tersenyum simpul saat Valerie menatap tajam matanya.


"Kita lihat saja nanti nona!" Ucap Alex sambil merapihkan jas nya yang terlihat sedikit berantakan.


Valerie kembali memutarkan bola matanya dan jujur saja ia sangat malas harus berhadapan lama dengan pria yang sangat menyebalkan itu. Valerie memilih untuk tidak menjawab ucapan yang keluar dari mulut Alex.


Kini Alex dan juga sudah berada di mobil mewah Alex, mereka akan segera kembali ke kantor karena jam menunjukan pukul 2 siang dan itu masih jam kerja. Valerie hanya terdiam dan tidak mengeluarkan suara sedikit pun, menatap wajah Alex saja sudah sangat malas apalagi jika harus berbicara panjang lebar dengan pria itu.


"Besok hari libur kerja. Kau akan pergi kemana nona cantik?" Tanya Alex mencoba untuk menghilangkan keheningan yang tercipta di dalam mobil tersebut.


"Bukan urusanmu!" Ucap Valerie dengan sangat singkat dan juga dengan nada suara yang terdengar sangat ketus.

__ADS_1


"Aku yakin suatu saat nanti kau akan jatuh cinta padaku nona cantik!" Ucap Alex tidak berhenti untuk menggoda Valerie.


"Terserah kau saja!"


__ADS_2