MY DEVIL HUSBAND KIM TAEHYUNG

MY DEVIL HUSBAND KIM TAEHYUNG
[10.] mengapa kau berubah?


__ADS_3

Beberapa hari kemudian sikap dingin taehyung telah hilang tergantikan sikap dengan manja dan lembut.


Yoora pun perlahan sudah menerima hubungan nya dengan taehyung walaupun mereka belum juga satu kamar.


Masalah dengan nayeon pun sudah mereka anggap masa lalu.  Begitu juga jungkook yang pergi ke amerika.


Sekarang tinggal lah kisah yoora dan taehyung. (kok author ga rela ya)


¤¤¤


Siang ini yoora berencana membawakan makan siang ke kantor taehyung.  Semua makanan telah ia siapkan dengan rapih di dalam bekal.


Yoora pun sudah menganti pakaian bagaimana pun yoora adalah istri taehyung yang berarti bu boss. Penampilan harus ia jaga.


Yoora menyimpan makanan yang telah ia siapkan di samping kursi kemudinya. Yoora berisiniatif menelpon taehyung untuk memberitahu bahwa ia akan makan siang bersama taehyung.


"hallo tae"


"ada apa sayang? " ucap taehyung manja.  Yoora mengelidik geli dengan suara manja taehyung.


"aku sedang dalam perjalanan menuju kantor mu" yoora to the poin.  Sambil makan menghidupkan mesin mobilnya.


"baikalah aku menunggu"


"em...  Oke sampai bertemu"


Bip


Yoora bersenandung kecil di dalam perjalanan dan mata nya menangkap seseorang yang begitu familar di mata yoora.


Yoora berkeringat dingin detak jantungnya berdetak 2 kali lipat.  Secepat mungkin ia melajukan mobilnya menuju kantor suaminya.


Taehyung....yoora butuh taehyung.


Sampailah yoora di kantor taehyung. Yoora langsung mengambil bekal yang ia bawa dan berlari menuju lift khusus


Di dalam lift yoora merasa ketakutan dan berkeringat dingin.  Setelah lift terbuka yoora segera berlari menuju ruangan taehyung tak peduli dan dengan sapaan dan tatapan aneh para karyawan suaminya saat ini yoora hanya butuh taehyung.


"taehyung!" kata yoora sambil membuka kasar pintu ruangan suaminya.


Sedangkan taehyung langsung memindahkan tatapan matanya dari laptop menuju yoora.


Taehyung mengeryit melihat yoora yang ngos-ngosan sehabis berlari.

__ADS_1


Yoora menetralkan deru nafas nya dan berjalan perlahan ke meja taehyung.


"taehyung aku... Aku..." taehyung bangkit dan mengiring yoora duduk di sofa ruanganya.


Keringat peluh kian menetes di dahi yoora membuat taehyung heran. Taehyung menyodorkan air minum dan langsung di teguk habis oleh yoora.


"ada apa yoora? "


Yoora masih panik dan memandang lurus kedepan.  "a-aku melihat nya t-ae" ucap gugup yoora.


Taehyung mengeryitkan dahi tidak paham "siapa yang kau lihat yoora? "


"j--imin" ucap yoora gemetar.  Taehyung langsung membekap tubuh yoora menyalurkan ketenangan untuk yoora.


"tae.. Aku takut...  Jungkook tidak ada aku harus bagaimana" yoora semakin panik.


"stttth tenanglah ada aku di sini" taehyung mengecup pucuk kepala yoora.


Yoora bernafas lega dan menormalkan raut ketakutanya menjadi seerti biasanya.


" kau belum makan kan aku buatkan kau makanan ayo" ajak yoora sambil tersenyum tipis. Segera yoora melepaskan dekapan taehyung dan membuka kotak bekal yang ia bawa.


"kau ini sebenarnya kenapa? " tanya taehyung heran sungguh taehyung tak mengerti masa lalu istrinya yang taehyung tau yoora adalah sahabat karib nayeon dan orang yang membunuh nya oh tidak-tidak membunuhnya.


"tae.. Aku memasak makanan kesukaan mu...kau tak ingin makan" ucap yoora di sela-sela sibuknya menyiapkan makanan.


"makan atau aku pergi"


"dasar tukang mengancam" degus taehyung sambil memakan makanan yang di bawa yoora.


"hei apa kau bilang?  Aku tukang mengancam?  Helooo dulu kau lebih dari itu!  Dasar devil sialan! " taehyung tidak terpengaruh dengan perkataan yoora dan langsung melahap habis makan siangnya. 


Sedangkan yoora berdiri memandang pemandangan kota seoul yang mulai mendung. Yoora memejamkan matanya berusaha melupakan apa yang ia lihat.


Pikiran yoora tertuju pada satu titik.


Jungkook


Bagaimana kabar pria itu. Beberapa kali yoora mencoba menelpon atau sekedar mengirim pesan tidak pernah jungkook balas.


Yoora tersenyum miris. Dan merasakan lengan kekar berada di perutnya. Yoora lantas menoleh dan menemukan taehyung sedang memeluknya.


Taehyung mengeratkan pelukanya dan membenamkan wajah nya di ceruk leher yoora. "kau memikirkan sesuatu? "

__ADS_1


"tidak ada" jawab yoora asal.


"aku tidak suka kebohongan kau tau itu"


Yoora kembali memandang lurus kedepan memerhatikan air hujan yang mulai menetes.


"kau tau aku heran akan sesuatu"


Taehyung menyudahi kegitanya yang menghirup aroma tubuh istrinya dan menaru kepala nya di pundak yoora.


"heran apa? "


"mengapa sikap mu berubah? "


"kenapa?  Kau tidak suka? "


"aku butuh jawaban bukan pertanyaan kim taehyung"


"aku bersalah.... Kau tau itu" yoora tersenyum lembut. Taehyung kembali berucap.


"karena sikap egois ku kau terluka yoora. Saat kau mengatakan ingin cerai aku tidak suka... " jujur taehyung.


"kenapa kau tidak suka?  Bukan kah kau sudah tau kebenaranya seharusnya kau menceraikan ku kan"


"aku sudah janji pada nayeon begitu juga kau... Kau punya janji dengan nayeon ku"


Entah mengapa yoora merasa sedikit tidak enak mendengar taehyung berkata begitu.


Yoora menghembuskan nafas nya perlahan " kau tau aku pernah berangapan jika nayeon sedikit egois... "


"dia tidak egois dia nayeon ku! " ucap taehyung tidak terima.


Yoora melepaskan pelukan taehyung dan menatap mata taehyung.


"janji yang di buat nayeon membuat seseorang terluka.  Walaupun aku tau itu permintaan terakhirnya"


"kau membicarakan mantan kekasih mu?" tanya taehyung.


" sampai sekarang aku merasa---"


"kita sudah sepakat tidak membahas ini lagi jadi ku harap kau mengerti"


Yoora bungkam. Taehyung kembali egois.

__ADS_1


Yoora mengalihkan pandanganya menuju sofa dan melangkah meningalkan taehyung.


Yoora membereskan sisa makanan dan segera pergi dari ruangan taehyung tanpa menatap nya.


__ADS_2