
Sesuai perkataan taehyung. Ara putri dari jimin selalu datang menemuinya sehabis pulang sekolah.
Gadis kecil itu sudah terlelap di kamar dari 2 jam yang lalu. Yoora tersenyum manis dan mengelus pucak kepala ara sayang.
Yoora Mulai bangkit dari ranjang tidurnya mengurungkan niat nya untuk membangunkan ara yang nampak kelelahan.
Yoora dengan telaten membereskan mainan-mainan ara. Dan memasukan buku-buku nya kedalam tas.
Memandang sekilas wajah polos ara tertidur kemudia melangkah menuju dapur menyiapkan makanan untuk ara saat sudah bangun tidur.
15 menit kemudian yoora selesai memasak. Menyajikan masakanya di meja makan.
"mama.... "
Sebuah suara khas anak kecil baru bangun membuat kepala yoora menengok ke asal suara.
Sebuah senyuman manis terbit di bibir yoora melihat wajah ara bangun tidur sembari mengucek-ucek mata nya tangan sebelah nya ia gunakan untuk menyeret boneka beruang kesayanganya.
Bocah kecil itu berjalan mendekati yoora masih dengan seragam sekolah nya.
"mama ara lapar.... "
Yoora mengelus pucuk kepala ara dan mengendongnya membawa nya menuju meja makan. Dan menurunkan nya di kursi.
Dengan telaten yoora mulai mengisi piring ara dengan makanan yang telah ia buat tadi.
"yah... Mama tadi masak sendiri ya? " raut sedih terpancar dari mata ara.
"iya kau tadi tertidur sayang...sudah cepat habiskan makanan nya hm... Papa mu akan datang sebentar lagi"
"wah benarkah? " yoora menganguk dan menemani ara makan.
Yoora terkekeh melihat cara makan ara yang terkesan lucu. Ara sudah yoora angap sebagai putrinya oleh sebab itu yoora mengizinkan ara memangilnya dengan sebutan mama.
Yoora mengalihkan tatapan nya pada kursi di depan nya biasanya taehyung akan duduk di situ.
Seketika perasaan rindu mencekam dada yoora. Jika di hitung sudah 2 minggu taehyung pergi ke london dan selama itu taehyung sesekali menghubungi nya.
Yoora menghela nafas pelan dan mengecek ponsel. Yoora tersenyum bahagia ada satu pesan dari taehyung.
Taehyung ❤: ra... Maafkan aku... Aku belum bisa pulang hari ini... Masih ada pekerjaan yang harus ku tangani... Jangan menunggu ku...
I love you
Senyum yoora perlahan memudar bergantikan raut kekecewaan. Bersamaan dengan itu suara bel pintu menyadarkan yoora.
__ADS_1
Yoora melirik sekilas ara yang tengah menyuapkan makanan kedalam mulut nya. Yoora berjalan membuka pintu.
"hai! " sapa jimin ramah.
"hai... " balas yoora.
Yoora mempersilakan jimin masuk kedalam rumah.
"ingin minum apa jim? "
"tidak perlu ra... Aku hanya ingin menjemput ara.... Nenek nya datang dan ingin menemuinya tak apa² kan ia ku pinjam"
Yoora terkekeh "hei jim... Ara itu putri mu.. Harus nya aku yang berterimakasih pada mu telah menginzinkan ara menemani ku selama 2 minggu ini"
"taehyung belum juga pulang? " tanya jimin. Yoora mengeleng lemah terlihat jelasa raut kerinduan yoora pada taehyung.
"bersabar lah ra... Dia pasti akan segera pulang"
Yoora tersenyum menangapi.
"PAPA! " teriak ara. Seketika dua manusia yang tengah berbincang menengok ke asal suara. Menatap ara yang berlari kepelukan jimin.
Yoora menatap nanar kedua ayah dan anak yang tengah bercerita riang itu.
"aku akan ambilkan tas ara di dalam" ucap yoora. Entah mengapa perutnya terasa sangat muall. Tapi yoora tahan sebisa mungkin.
Yoora memejamkan mata nya sekilas untuk meredakan rasa saki di kepala nya serta perutnya yang sedikit mual rasa nya yoora ingin memuntahkan isi perutnya.
Yoora berlari menuju kamar mandi saat dirasa geliyar aneh di tengorokan nya.
Yoora segera memuntahkan isi perutnya dan hanya ada cairan putih yang keluar.
"MAMA! "
Suara ara menghentikan aktifitas yoora. Sesegera mungkin yoora mencuci mulutnya dan segera menyambar tas berwarna pink milik ara.
Yoora menuruni tangga sedikit oleng karena pandangan nya mulai memburam serta tubuhnya yang mulai lemah.
Melihat yoora yang berjalan oleng jimin segera menghampiri yoora yang hampir terjatuh.
"kau kenpa ra... Kau pucat sekali.. " cemas jimin.
"ahh aku tak apa jim... Terimakasih. Ini tas ara... " alibi yoora. Segera melepakan diri dari jimin dan berjalan mendekati ara.
Menunduk menyamakan tinggi nya dan menyerahkan tas ara.
__ADS_1
"mama sakit ya? "
"tidak sayang... "
"ra... Kau tingal sendiri sebaik nya kita kerumah sakit terlebih dahulu takut keadaan mu akan memburuk" cemas jimin lagi.
Yoora menghela nafas pelan dan menganguk. Yoora juga sedikit resah mengingat bukan sekali-dua kali ia mengalami ini.
Di perjalanan ke rumah sakit yoora hanya diam karena menahan rasa mual yang datang lagi.
Jimin mempercepat mobilnya melihat yoora yang semakin pucat. Bersyukur karena ara tidak rewel saat ini. Bocah itu sedang kalem bermain game di ponsel milik jimin.
Sampai di rumah sakit yoora segera berlari menuju toilet di rumah sakit meningalkan jimin yang sedang bicara pada salah satu resepsionis.
Yoora kembali memuntahkan cairan bening itu kembali.
Selesai bicara kepada resepsionis jimin kembali cemas menunggu yoora yang belum kembali dari toilet.
Belum lagi ara yang nampak tidak nyaman dengan bau obat yang menyengat di hidungnya. Jimin mengendong putrinya dan dengan sigap ara menghirup nafas dari ceruk leher papa nya.
"papa... Apa mama masih lama? Ara ga suka di sini bauu papa" ucap ara gelisah jimin mencium pucuk kepala ara sembari mengelus pungung putri nya.
Mata jimin terus-terusan menatap jalur ruangan yang di lalui yoora tadi. Akhirnya penantian jimin terwujut yoora berjalan dengan terlatih dengan wajah yang semakin pucat.
Jimin segera mendekati yoora. "ah jim kau disini rupa nya... Maaf aku tadi---"
"kau semakim pucat ayo dokter sudah menunggu" yoora tersenyum lemah dan mebiarkan tangan nya di gandeng oleh jimin.
Sesampainya di ruangan dokter. Yoora segera berbaring di brankar rumah sakit dengan lemah. Sungguh keadaan ini sunguh menyiksa nya.
Sedangkan jimin kembali menenagkan ara yang terus merengek.
Setelah selesai pemeriksaan yoora duduk di samping jimin. Mengelus kepala ara.
Dan tatapan mereka tertuju pada seorang dokter yang tengah menatap nya serius.
"apa kau suami nya? " tanya dokter mengarah pada jimin. Jimin menandak kaku dan melirik yoora yang kebingungan.
"bukan dok... Saya kakak nya, suami adik saya sedang pergi ke london" ucap jimin dengan senyuman.
Dokter menaganguk lantas tersenyum " baiklah. Selamat nyonya yoora tengah mengandung seorang bayi dengan usia kandungan 2 minggu"
Yoora dan jimin membelakan mata terkejut.
"a-apa saya ham-il?! "
__ADS_1
Tbc!