
Taehyung menatap lelah laptop nya. Seharian ia habiskan duduk di temani setumpuk berkas yang harus ia tanda tangani.
Kembali menyeruput kopi nya yang entah sudah berapa kali ia minta pada sekertaris nya.
Tok... Tok.. Tok
Suara ketukakan pintu membuat pandanganya menoleh ke arah pintu dan muculah sekertaris nya.
"maaf mengangu pak. Tapi 15 menit lagi anda harus mengadakan rapat dengan tuan park"
" baiklah kau persiapkan semuanya aku akan menyusul"
"baik pak" sekertaris itu membungkuk hormat dan menghilang di balik pintu.
Taehyung mengambil jas nya yang sedari tadi ia letakan di kursi kebesaranya. Memakai jas tersebut.
Drt...drt
Taehyung mengembangkan senyumanya ketika yoora menelponya. Secepat kilat ia menyambar ponselnya.
"merindukan ku?" goda taehyung.
"dalam mimpi mu! " ketus yoora. Walaupun taehyung tau wajah yoora sedang bersemu merah.
" baiklah ku tutup telponya" goda taehyung lagi.
"taehyung! " teriak yoora. Taehyung terkekeh geli.
"hm.. Katakan" jawab taehyung sembari melangkah menuju ruang rapat.
"taehyung... Berikan aku seorang putri" langkah taehyung terhenti. Susah payah taehyung menelan slivar nya.
Yoora meminta anak?
" kenapa kau diam" lamuan taehyung buyar.
"haruskah aku segera pulang?" seringai taehyung.
"siapa yang menyuruh mu pulang lebih awal?! "
Taehyung kembali melangkah. " kau bilang tad--"
"lupakan! Cepatlah selesaikan pekerjaan mu.. Ada yang ingin ku bicarakan"
__ADS_1
Sambungan telpon terputus. Seringai taehyung melebar.
Akhirnya penantian ku berakhir
Taehyung mempercepat langkah kaki nya menuju ruang rapat. Ia harus segera menyelesaikan pekerjaan nya yoora menunggu nya.
Sampai di depan pintu sekertaris taehyung berdiri sembari membuka pintu ruang rapat.
Dan hanya ada seorang pria dan putri kecilnya yang mengemaskan dengan buket bungga melati.
Taehyung melangkah mendekat dan menyapa klien nya.
"selamat sore tuan park"
"selamat sore tuan kim"
Mereka berdua berjabat tangan. Tatapan taehyung beralih pada gadis kecil yang sibuk menciumi bungga melati nya.
"ah maaf sebelum nya aku membawa putri ku.. " ucap jimin tak enak.
"tak apa tuan park"
"panggil aku jimin saja"segah jimin
"ana ayo sapa om taehyung"
Gadis kecil itu mendongak dan melihat papa dan seorang pria tampan.
"hei... Om tampan" ucap polos ara.
"ara... " peringat jimin. Taehyung tertawa sambil medekati gadis kecil itu mengelus surai hitam nya.
"helo princes.... " gadis kecil itu tersenyum lucu.
"nama ku park ara"
" senang bertemu dengan mu" taehyung mengacak² rabut ara gemas dan memulai rapat nya dengan tuan park.
30 menit kemudia kedua belah pihak telah setuju dengan kesepakatanya. Taehyung melirik ara yang tertidur pulas dengan kepala sedikit miring berada di meja.
Sungguh mengemaskan. Jimin yang peka menoleh arah pandang taehyung. Jimin segera mengendong putri nya.
"putri ku tertidur rupa nya" ucap tak enak jimin.
__ADS_1
" tak masalah aku malah menyukai putri mu" jimin tersenyum ramah.
"maaf sebelum nya jadi kau belum mempunyai anak taehyung? " tanya jimin penasaran.
"belum. Aku sudah menikah selama 2 tahun tapi ya kau tau lah" ucap taehyung acuh.
"ah... Ku doa kan kau segera mendapatkan putri yang cantik"
" terimakasih. Dan... Istri mu juga pasti sedang menunggu kalian pulang"
Jimin mendadak bungkam. Ia berusaha mengalihkan rasa bersalahnya. " istri ku sudah meningal taehyung"
"ah maafkan aku tak bermaksud begitu" ucap taehyung tak enak.
"tidak apa² taehyung.... Dan.... Aku ingin mengatakan sesuatu... " kata jimin ragu
"katakan lah"
"aku mengenal istri mu yoora.... Lebih tepat nya aku park jimin... Aku yakin kau yoora sudah menceritakanya pada mu"
Taehyung terkejut. Seketika gejolak amara menguasai nya. Rahangnya mengeras dan tangan nya mengepal.
Jadi pria ini yang di takuti istrinya.
"aku tau kau akan marah bahkan akan menghabisi ku saat ini" taehyung menaikan sebelah alis nya.
"istri mu... Aku telah menyakiti nya dan mungkin dia trauma karna aku... Aku kembali ingin meminta maaf tapi ia ketakutan saat melihat ku... " jimim menjeda ucapanya. Ia mengelua pundak putrinya.
" jika kau bertanya bagaimana aku bisa tau jika yoora istri mu? Maka jawabnya adalah jungkook memberi tahu ku... Kau tau awalnya jungkook menghajar ku dengan lancangnya aku kembali lagi...
Setelah mendengar penjelasan ku kami telah berteman... Ia memberi tahu ku segala nya termasuk menigalnya kekasih mu lebih tepatnya parasit yang selalu menempel yoora. Ups jangan marah aku hanya bersikap jujur okey. Dan aku ingin bertemu dengan nya "
Taehyung menetralkan emosi nya dan menghela nafas kasar.
"aku tak bisa membantu mu" ucap dingi. Taehyubng, bangkit dan melangkah.
"taehyung.... Dia akan selalu trauma dan ketakutan... Dan kau tau aku menyesal dengan perbuatan ku dulu biarkan aku meminta maaf"
Taehyung menghentikan langkah nya.
"besok siang kemarilah dengan putri mu.."
TBC
__ADS_1