
"Apakah kau masih mencintai ku? "
Yoora membeku mendegar tutur kata yang di ucapakan oleh jungkook. Yoora tidak menjawab ia bingung ingin menjawab apa disisi lain yoora sudah menikah dengan taehyung tidak mungkin yoora menjawab dia masih mencintai jungkook.
Jungkook dan yoora saling memandang satu sama lain perasaan kerinduan yang mengebu membuat mereka terhanyut dalam dalam tatapan masing-masing.
Jungkook yang mulai tersadar terseyum sambil mengelus kepala yoora pelan. Senyum tulus ia torehkan untuk gadis yang ia cintai.
Jungkook berdiri dari duduk nya tanpa melihat yoora jungkook mengataka "kurasa ini sudah malam, ayo ku antar kau pulang" jungkook melangkahkan kaki masuk kedalam rumahnya untuk mengambil kunci mobil sedangkan yoora mengikuti jungkook di belakang.
Selesai berpamitan dengan kedua orang tua jungkook. Yoora pulang bersama jungkook, dalam perjalanan yoora memulai percakapan guna mencairkan kecangugan di antara jungkook.
"jung... Apa kau akan terus kuliah? Kau tidak mau berkerja? "
"aku kurang tau" jawab jungkook seadanya.
"hm begitu" selepas mengatakan itu yoora menghadap ke arah jendela pandangan nya terpaku oleh pingir pantai yang mereka lewati.
Jungkook yang peka menawarkan yoora singah ke pingir pantai tsb.
"mau ke pantai? " tawar jungkook dan dihadiahi senyum sumrigah yoora. Jungkook terkekeh kecil lalu menepikan mobilnya.
Yoora berjalan atusias menuju kursi yang di sedia kan di pingir pantai. Karena jujur tempat ini sangat ia rindukan.
"jungkook dulu kita sering kesini...ahh aku rindu sekali lihat kursinya masih sama kau dan aku masih sama dan--"
"status hubungan kita berbeda" kata jungkook dengan senyum yang di paksakan. Yoora kembali diam dan duduk di kursi bersebelahan dengan jungkook.
Karena tidak ada respon dari yoora jungkook kembali mengatakan sesuatu" yoora apa kau ingat kita pernah sekali membolos sekolah dan pergi disini"
Yoora tersenyum tulus mengigat ia dan jungkook sering bolos hanya untuk pergi kesini menikmati matahari tengelam berdua.
"tentu saja aku ingat" jungkook kembali memandang langit malam yang cukup indah.
"kau juga tak lupa bukan kau meminta ku untuk mengakhiri hubungan kita dulu"
__ADS_1
Deg
Yoora merasa hati nya tercubit. Yoora hanya diam memejamkan mata sambi meremas kursi yang ia duduki berharap kilasan² masalalu nya bersama jungkook akan hilang.
Flasback.
1 bulan meningalnya nayeon, yoora mulai resah mengigat janji nya dengan nayeon. Dan berpapasan dengan itu pagi tadi taehyung datang kerumah nya hendak melamar yoora. Yoora pikir taehyung hanya menepati janjinya kepada nayeon. Dan yoora pun begitu jadi yoora menerima lamaran itu ralat yoora memang sengaja di jual oleh orang tua nya.
Selepas dengan lamaran taehyung yang ia terima ia baru mengigigat hubunganya dengan jungkook.
Yoora lantas terpaku bagai ribuan paku yang menancap hatinya. yoora kembali resah.
Bagaimana mungkin ia melupakan cinta pertamanya jungkook setelah 4 tahun pacara bahkan yoora sudah mengenal orang tua jungkook lama.
Yoora mulai frustasi memikirkan semua itu ia membenturkan kepalanya sendiri di tembok dengan keras darah segar mulai keluar. Yoora menangis sejadi² nya merutuki kebodohanya.
"apa yang harus kulakukan" lirih yoora.
Bertepatan dengan itu jungkook menelpon.
Yoora berdehem menorlmalkan suaranya.
"iya jung" jawab yoora pelan.
"aku di depan rumah mu. Cepatlah keluar.bagaimana kalau kita ke pantai melihat sunset pasti menyenangkan hm"
"ah baiklah tunggu 15 menit aku turun"
Bip
Yoora segera mencuci wajahnya kasar meringis ketika luka di dahinya terasa perih yoora segera memasang plester di dahinya dan menutupi mata bengkaknya dengan make up tipis.
Setelah selesai yoora segera menemui jungkook dengan hati yang bimbang. 'kurasa aku harus mengatakannya sekarang' ucap yoora dalam hati.
Yoora langsung masuk kedalam mobil. Dan dihadiahi kecupan singkag oleh jungkook.
__ADS_1
"aku merindukan mu " ucap jungkook manja sambil mengelus pucuk kepala yoora pelan.
"eoh mengapa dahi mu terluka hm" ucap jungkook cemas. Yoora memasang senyum terpaksa tangan nya terulur mengangam tangan jungkook yang mengelus kepalanya.
"aku tidak apa. Ayo ke pantai ada yang ingin ku bicarakan" ucap yoora dengan senyum tulus.
Jungkook mulai menjalankan mobilnya sambil menatap yoora.
"kau ingin membicarakan apa? " tanya jungkook penasaran.
"coba kau tebak" jawab yoora sendu sambil memandang jungkook.
"baiklah aku akan menunggu" ucap jungkook sambil menambah kecepatan mobilnya.
Setelah sampai jungkook membukakan pintu mobil yoora. Dan memengengam tangan yoora erat seakan² jika di lepas yoora akan meningalkanya.
Setelah duduk di kursi pingir pantai. Yoora masih mengumpulkan berbagai macam kata² apa yang harus ia katakan.
"yoora"
"hm"
"hei kau bilang ingin mengatakan sesuatu"
Yoora memandang wajah jungkook yang penasaran. Yoora terkekeh kecil.
"jika ku katakan mungkin kau akan sakit hati" jungkook mengernyit binggung
"apa maksudmu? Kau akan meningalkan ku" setelah mengatakan itu yoora memberanikan diri mencium bibir jungkook. ********** pelan menghisap sambil menarik kepala jungkook mendekat.
Jungkook tersenyum dan membalas ciuman yoora lembut. Menariknya lebih dekat. Disela-sela ciuman bulir air mata yoora merembes keluar. Jungkook yang peka langsung melepaskan ciuman itu dan memandang yoora cemas.
"yoora ada apa dengan mu"
"hiks kita putus....
__ADS_1