
Yoora mencelupkan kakinya kedalam kolam renang luas di mansionya.
Hari sudah menjelang malam yoora mendongak keatas atap rumahnya yang transparan sehingga keadaan langit tampak jelas di mata yoora.
Yoora bersenandung sambil mengayunkan kaki nya kedalam air. Menikmati sentuhan dingin nya air yang mengenai kaki nya...
Pikiran nya terlintas pada ucapan sahabat nya.
Aku akan kembali sebagai putri mu ra....
Yoora tersenyum tipis. Memejamkan matanya. Membiarkan lengan kekar memeluk perutnya. Karna ia tau siapa pelaku nya sendiri.
Yoora membuka mata nya menoleh kesamping melihat taehyung dengan raut wajah lelah bersender di pundaknya menciumnya sekilas membuat desiran-desiran aneh dalam diri yoora.
Taehyung menghirup aroma vanila dari ceruk leher yoora. Meletakan dagu nya di pundak istrinya yang tengah melamun.
"sedang memikirkan apa" penasaran taehyung.
"kekasih abadi mu... "
"dan kau istri ku.. "
"woah kau mengakui ku ya...dulu kau bilang aku bicth loh.... " goda yoora. Melepaskan pelukan taehyung.
"jangan merusak suasana romantis ra" kesal taehyung.
Yoora tersenyum lebar mengangkat kaki nya yang mulai kram. "romantis? Kau bilang seperti ini romantis cih... Jungkook lebih pandai dari mu" ejek yoora.
"ingin ku tunjukan cara romantis seperti apa? " tantang taehyung. Yoora berdiri melipat tangan di dada.
"kalau begitu tunjukan"
Taehyung menyeringai. Dengan gerakan cepat taehyung mencium bibir pink yoora. ******* nya pelan mengecap rasa manis dari bibir pink yoora.
Tangan taehyung menarik dekat tengukuk istrinya untuk memperdalam ciuman yang memabukan itu. Memejamkan mata nya merasakan gelinjar aneh di tubuh yoora tangan nya reflek melingkar di leher taehyung. Membalas ciuman sepihak dengan *******-******* kecil.
Membiarkan suasana malam menjadi saksi bisu saluran kasih sayang mereka.
Mata yoora terbuka melihat ekspresi wajah taehyung yang tampan mengelus pipi mulus dan rahang tegas suami nya.
Yoora menyudahi ciumanya dan memeluk erat taehyung.
"aku... Aku akan mencoba mencintai mu.."
Taehyung tersenyum membalas pelukan erat istrinya mengendong istrinya menuju kamar mereka.
Yoora tak menolak malah semakin mempererat pelukanya. "tae... Apa kau masih mencintai nayeon... " gumam yoora membenamkan kepala nya di leher suami nya saat tubuhnya sudah menyentuh kasur.
"tentu saja masih...ia cinta pertama ku" jujur taehyung mengusap lembut surai hitam istrinya.
"ah begitu" entah mengapa nada bicara yoora terdengar kecewa.
"tetapi aku sadar ia hanya masa lalu ku dan kau masa depan ku" yoora merasa debaran hati nya berdetak dua kali lipat. Bahkan yoora berkeringat dingin
__ADS_1
Astaga ada apa dengan ku - batin yoora.
Masih dengan pelukanya yoora semakim membenamkan kepala nya berharap rona wajah nya akan menghilang.
Yoora menghirup aroma tubuh suaminya merasakan debaran hati taehyung yang berpacu cepat sama seperti dirinya.
"yoora... "
"hm"
"perkataan mu di telpon tadi... Tidak berbohong kan" sekejap yoora berhenti mengendus-endus leher taehyung.
Melepaskan pelukanya menatap langit-langit kamar taehyung.
"tae.... Saat aku menjenguk nayeon.... Ia datang... " taehyung membulatkan mata nya.
"benarkah! Apa yang ia katakan" serga taehyung antusias. Entah mengapa yoota merasa sesak.
" dia--akan kembali--- sebagai putri kita"
Taehyung bungkam antara senang terkejut ragu menjadi satu. Yoora melirik taehyung dari ekor matanya.
"dia mengatakan itu... "
"hanya itu... Jadi---"
Taehyung dengan sigap menindih tubuh yoora. "baiklah mari kita buat" serius taehyung.
Yoora yang jengah menoyor kening taehyung dengan jari telunjuknya.
"lalu kau mau yang bagaimana? "
Yoora memegang dada taehyung " aku ingin kau sepenuhnya mencintai ku.. Dan mari kita sama-sama memulai dari awal sebagaimana nya hubungan suami istri taehyung"
" aku sangat beruntung memiliki mu yoora... Nayeon ku tak salah pilih" taehyung berbaring di samping yoora sambil memeluknya erat.
"aku juga... Baiklah selamat malam"
"yoora aku lupa besok siang kau mau kan makan siang bersama klien ku"
Yoora langsung menganguk " yang penting bersama mu "
Kuharap kau akan memaafkan masalalu mu yoora-batin taehyung.
Taehyung mengecup kening istrinya dan mulai memejamkan mata nya.
¤¤¤
Siang hari nya sesuai permintaan taehyung yoora bersiap² untuk makan siang bersama.
Setelah berkutat dengan seluruh peralatan make up nya. Yoora langsung memasuki mobil. Mengendari menuju restoran yang telah taehyung beritahu.
32 menit kemudia yoora sampai di restoran yang di katakan taehyung.
__ADS_1
Ia melangkahkan kaki nya memasuki restoran tersebut mata nya mencari-cari taehyung karna suasana restoran yang cukup ramai.
Yoora menekan nomor taehyung untuk bertanya dimana keberadaanya.
"Hallo sayang"
"kau dimana? "mata yoora terus menelisik mencari sosok taehyung.
"dilantai dua... Cepatlah datang mereka menunggu mu"
" baikalh tunggu aku" yoora menyeret kaki nya menaiki tangga menuju lantai dua yang tak terlalu ramai.
Yoora kembali mengedarkan pandangan dan hap yoora melihat taehyung melambaikan tangan ke arah nya.
Dengan sigap yoora melangkah menuju taehyung dengan seorang pria yang tak asing di mata yoora dan bocah kecil.
Yoora tak bisa melihat pria itu karena memblakanginya.
"maaf aku terlambat... " ucap cangung yoora. Taehyung menganguk dan mengeser kursi di sampingnya.
Yoora mendaratkan bokongnya masih belum menatap klien suaminya.
Dan di detik selanjutnya yoora membeku di tempat antara terkejut dan takut menjadi satu.
"k-kau! " tubuh yoora bergetar hebat. Keringat dingin meluncur cepat. Taehyung dengan sigap mengengam tangan yoora menyalurkan ketenangan.
Yoora mengalihkan tatapan ke arah taehyung " d-ia.... Tae aku ingin pulang saja! " tegas yoora.
Taehyung mengeleng " tidak. Kau sudah janji yoora"
"t-ae dia.... " bisik yoora.
"Ra.... " suara menyapa itu mengalihkan tatapan yoora ke pria yang selalu ia hindari
Park jimin
"aku tak ingin menyakiti mu... Sungguh... " yoora masih bungkam.
"yoora dengarkan dia okey"ucap taehyung yoora mengeleng lemah.
" aku ingin meminta maaf kepada mu... Aku telah membuat mu tertekan dengan segala perbuatan gila ku dulu... Aku sangat menyesal dan berharap kau akan memaafkan ku" ucap jimin terdengar lirih.
Yoora menatap kasihan kepada jimin seketika rasa bencinya menghilang. "kau dulu sangat kejam jimin dan aku--"
"yah mungkin kau sangat sulit memaafkan ku ra... Tapi aku sudah mendapatkan balasan atas perbuatan ku... Dan.. Perkenalkan ini putri ku ara... "
Tatapan yoora tertuju pada bocah kecil yang ia temui kemarin. Ara. Bocah berambut hitam itu sedang fokus pada ice cream nya. Tak peduli dengan sekitarnya.
"aku mengenalnya... Kami bertemu di toko bungga kemarin" senyum yoora berkembang.
"dia anak baik... Mirip sekali dengan ibunya" lirih jimin sedih.
"ah kau sudah mempunyai anak jim dimana istri mu? " tanya akrab yoora.
__ADS_1
"istri ku telah tiada dan mungkin itu karma untu ku... "
Tbc