
Keesokan nya yoora terbangun dari tidurnya. Menyesuaikan cahaya yang masuk pada mata nya. Dan melirik pria tampan si sebelah nya.
Wajah polos taehyung sangat tidur sangatlah mengemgemaskan pikir yoora dengan mata terpenjam damai, mulu mata lentik, hidung mancung dan bibir errr pink yang mengoda.
Kadang yoora berfikir apakah taehyung itu benar-benar pria atau bukan. Kenapa kau begitu sempurna kim taehyung.
Yoora mengelengkan kepala nya mengusir pikiran-pikiran aneh di dalam otak nya.
Saat ini ia harus membersihkan diri, dan memasak.
Perlahan yoora menyingkirkan lengan kekar yang melingkar sempurna di perutnya.
Mencoba mengambil kemeja taehyung yang masih berserakan di lantai untuk menutupi tubuh polos nya.
Yoora mencoba berdiri walaupun rasa sakit di intinya begitu menyakitkan. Dengan mengandalkan bepegangan tembok yoora melangkah ke kamar mandi. mungkin berendam air panas akan membuat nya membaik.
15 menit kemudian yoora telah selesai mandi dan memakai pakaiannya. Yoora menatap jengah taehyung yang masih pulas tidur.
Mata yoora melirik pakaian yang berserakan di lantai dengan singap ia memunguti nya dan menaru nya di keranjang cucian.
Kaki jenjang yoora melangkah keluar menuruni tangga menuju dapur. Langkah nya terhenti di anak tangga terakhir saat bel rumah berbunyi.
Yoora mengeryit binggung siapa yang pagi-pagi sudah bertamu di rumah nya.
Menepis fikiran bodohnya yoora dengan sigap membuka pintu dan muncul lah seorang wanita paru baya yang sangat ia rindukan....
Mama nya.
Tangan yoora terlepas dari handle pintu dan mengepal kuat di sisi tubuh nya. Ingatan masa lalu ketika dengan tega nya sang mama menjadikan nya sebagai kesepakatan bisinis lebih jelas nya ia di jual kepada taehyung.
Sang mama menatap sayu putri pertama nya, putri yang ia sia-sia kan selama ini...putri yang ia jual kepada seorang pemuda. Tangan mama yoora terulur ingin memeluk tetapi di cegah oleh suara dingin dan terkesan sopan.
"silahkan masuk ma"
Mama yoora melangkah masuk dan di ikuti langkah yoora di belakangnya.
__ADS_1
Yoora mempersilahkan duduk mama nya.
"ekhm... Saya buatkan minum dulu"
Yoora berlalu pergi ke dapur membuat teh jahe kesukaan mama nya. Seadainya kerinduan yoora bisa menghilangkan ego nya ia ingij sekali memeluk mama nya bermanja-manja seperti seorang putri biasa nya.
Tapi semua itu hanya imajinasi semata. Yoora menghapus air mata nya. Memendam rasa sesak di hati nya. Kenyataan nya adalah yoora bukan anak dari wanita parubaya itu.
Flasback*
1 hari sebelum pernikahan bersama taehyung. Yoora hendak menuju kamar sang adik kim yurra untuk mengantarkan segelas susu.
Saat di perjalanan langkah yoora terhenti di depan pintu ruangan kerja sang papa. Yoora mendengar sesuatu yang menyertamakan nama nya.
Yoora yang penasaran karena suara itu makin besar hendak mengintip dari celah pintu ruangan tsb.
Yoora berusaha menajamkan penglihatanya dan benar saja papa nya sedang bicara dengan mama nya.
Awalnya yoora berfikir kedua orang tua nya hanya membicarakan mengenai acara pernikahan nya besok.
Suara itu dari ruang kerja papa nya.
"keputusan kita menjual yoora kepada taehyung itu benar pah!"
Suara keras terkesan sinis itu suara mama yoora. Apa maksud nya menjual.
"pelan kan suara mu mah... Nanti ada yang dengar... Dan, keputusan itu harus kita batalkan yoora sudah setuju saja sudah membuat kita bahagia. Kita harus mengembalikan uang taehyung setelah perusahaan keluarga membaik. Bagaimana pun yoora putri kita" tegas sang papa. Membuat yoora bernafas lega.
"cih... Apa kau bilang putri kita? Hah yang benar saja! Dia bukan putri kita pah! Kita memungut nya di jalan apa kau lupa? "
Nafas yoora tercekat sebisa mungkin yoora menahan isakan tangis nya. Yoora mengengam erat nampan yang ia pegang.
Jadi ini alasan mama selalu membedakanya dengan yurra.
"mah henti---" suara sang papa terhenti bersamaan dengan gelas pecah.
__ADS_1
Prang....
Susu di tangan yoora terjatuh bebas di lantai saat telapak tangan seseorang di bahu yoora membuat yoora tergelojak kaget dan menumpahkan susu nya.
Yoora menengok kebelakang dan menemukan sang adik menatap nya kasian.
"kak.... "gumam yurra
Sebisa mungkin yoora menetralkan susana hati nya dan menghapus cepat bulir air mata nya yang membasahi wajah nya.
"Apa yang kalian lakukan di sini? " tanya sang papa.
Mata mama langsung mengarah pada pecahan gelas. "yurra kau tak apa-apa kan bagaimana bisa gelas susu itu pecah"
Mata yurra masih menatap sayu sang kakak yang menundukan wajah nya. Tatapan yurra membuat sang mama menatap tajam yoora.
"jadi kau sudah mendegar semua nya?! Dasar anak sial! Kau tak punya tata krama? Berani sekali kau menguping pembicaran orang tua!!! " sinis sang mama.
Yoora menunduk dalam, air mata nya kembali menetes. Yoora mengigit bibir nya berharap isakan tangis nya tidak akan keluar.
"sudah lah ma.... Kenapa kau terus saja memarahi yoora.... Nak pergi ke kamar mu biar pelayan yang akan membersihkanya" bela papa.
Yoora menatap mama nya lekat " maafkan aku ma, akan yoora bersihkan"
Yoora berjongkok memunguti serpihan gelas.
"cih.... Jangan panggil saya mama!!! Kamu pasti tadi sudah dengar kan!!! Kamu bukan anak saya! Kamu cuma anak pungut!!! "
"mah!! " peringat papa.
"biarkan dia tau pa! Toh besok dia tidak menumpang di keluarga kita lagi kan... Dengar ya anak pungut! Jangan pangil saya mama! Karena saya tidak pernah sudi punya anak macam kamu! "
Yoora mengigit keras bibir bawahnya. Pecahan beling itu sengaja yoora gengam erat di tangan nya sehinga darah segar keluar dari telapak tangan yoora. Itu ia lakukan agar rasa sakit ini bisa terlampiaskan.
Flasback of.
__ADS_1
Tbc.