
"hal apa yang kau sembunyikan dari ku yoora? " ucap taehyung sambil memejamkam matanya.
¤¤¤
Kesesokan pagi nya yoora terbangun dan mendapati taehyung di samping nya tegah memeluk erat perutnya. Yoora tersenyum sekilas dan melepaskan handuk di dahi nya.
Yoora berusaha beranjak bangun tetapi lenganya di tarik oleh taehyung.
"kau belum sembuh yoora" suara serak khas bangun tidur taehyung membuat yoora terduduk di atas ranjang.
"ak-aku haus" serak yoora. Taehyung membuka mata nya perlahan dan berlalu pergi mengambil air minum.
Sedangkan yoora kembali merasa pusing di kepala nya. Ia mengigat sekilas pertemuanya kembali dengan si pria gila park jimin.
Yoora memejamkan mata nya sekilas rasa takut itu telah kembali. Yoora membuka mata saat taehyung menyodorkan air putih dan obat untuknya.
"minum lah" yoora menganguk dan menelan obat tersebut.
"terimakasih" gumam yoora menatap lekat manik mata taehyung lengkap. Taehyung merampas gelas di tangan yoora dan meletakanya di nakas.
Yoora menghela nafas pelan. "maaf" ucap singkat yoora.
Taehyung mengalihkan pandangan ke arah istrinya sembari mendudukan diri di samping yoora. " untuk apa? "
"a-aku merepotkan mu" ucap yoora menunduk.
"aku suami mu kalau kau lupa" yoora tersenyum lebar sembari terkekeh dengan ucapan taehyung.
"hm... Tae ada yang ku sembunyikan dari mu" jujur yoora.
"aku tau... sebab itu aku menunggu penjelasan mu... Siapa pria yang selalu kau sebut ji-jimin"
Yoora meluruskan pandanganya. Menghela nafas lagi. Kemudian mulai berbicara. "pria gila semasa SMA. Aku bertemu dengan nya saat ia sedang membunuh seseorang" jeda yoora tubuhnya bergetar ketakutan yoora meremas selimut kuat².
Taehyung yang peka mendekap yoora sembari mengelus surai hitamnya. "d-dia psycopath...aku tak tau apa salah ku padanya yang jelas 2 hari setelah kejadian aku melihat nya membunuh seseorang. dia mulai mengikuti ku kemana pun aku pergi dia selalu menguntit ku. Aku selalu bersikap seolah-olah tak tau saat ia terus terang ingin menyapa ku... Aku takut aku menghindari nya... " yoora menjeda sebentar.
"dan... Pada saat ia tau jika aku berpacaran dengan jungkook ia menemui ku secara langsung.... Saat itu aku mendadak ketakutan dan jungkook selalu menjadi penyelamat ku... Dan pernah saat itu pria gila itu menyakiti ku dengan pisau tajam yang selalu ia simpan di saku celana nya. Jungkook kembali menyelamatkan ku.... Hiks... Bahkan saat aku di sekap oleh pria gila itu jungkook yang berhasil menemukan ku... Jungkook yang terus menyelamatkan ku tae... Dia---"
Taehyung memeluk erat yoora. Menenagkan istrinya yang tengah terisak karena merindukan pria lain.
Taehyung tak peduli dengan sesak nya saat ini karna ia belum yakin sama sekali dengan isi hati nya.
Beberapa menit kemudian taehyung melepaskan pelukanya. Dan megelus pucuk kepala yoora.
"kau pergi lah mandi... " ucap taehyung.
"k-au tidak ke kantor? "
"kamar ku di sebelah jika kau lupa" yoora terkekeh dan melangkahkan kaki ke kamar mandi.
Saat pintu kamar mandi yoora tertutup taehyung berdiri di balkon kamar yoora membuka tirai yang menghalangi sinar matahari.
__ADS_1
Pikiran nya terlintas oleh yoora.
Wanita itu selalu tersiksa.. Entah itu dulu dengan park jimin dan sekarang dirinya sendiri.
"aku terlalu banyak menyakiti nya" gumam taehyung. Dan membalikan badan menuju kamar nya.
¤¤¤
Yoora dan taehyung berpapasan saat keluar dari kamar masing² yoora lantas tersenyum. Taehyung sudah lengkap dengan stelan kantornya dan yoora berniat mengunjungi makam nayeon entah mengapa ia rindu sekali dengan sahabat nya.
"kau mau kemana? " tanya taehyung di sela² langkah kaki nya.
"aku ingin mengunjugi sahabat ku" jujur yoora. Taehyung yang mengerti lantas tersenyum tak peduli dengan rindu nya dengan sang mantan ke kasih.
"aku ingin ikut tapi ada rapat penting yang menunggu" keluh taehyung.
"tak apa... Kita bisa mengunjugi nya jika kau tak sibuk okey" hibur yoora.
Taehyung menganguk dan masuk kedalam mobilnya. " kau hati-hati" ucap taehyung sebelum menjalan kan mobilnya.
Yoora tersenyum" tentu... Kau juga hati-hati" setelah itu mobil taehyung berjalan menghilang dari pandangan yoora.
Yoora segera mengendarai mobilnya ke toko bungga. Seusai sampai pandangan yoora tertuju pada anak kecil yang sedang kebingungan memilih bungga.
Yoora menghampiri gadis itu "hei... Gadis manis kau sedang mencari sesuatu"
Gadis itu terkejut dan melangkah mundur. "hei... Aku tidak akan menyakiti mu... " bujuk yoora.
"ah begitu.. Kalau begitu mari berkenalan nama tante yoora dan nama mu siapa? " kata yoora sambil mengulurkan tangan.
Gadis berkepang dua dengan seragam sekolah itu hanya memandang sinis uluran tangan yoora.
Astaga bocah ini
Yoora tersenyum getir dan hendak menarik uluran tangan nya sebelum gadi kecil itu menjabat nya. "nama ku ara. Park ara"
"baiklah ara... Katakan kau sedang mencari apa? " tanya yoora melihat sorot kebingungan di mata gadis kecil itu.
"bungga... Ara sedang mencari bungga.. Tapi ara bingung mau pilih yang mana" keluh kesal ara.
"memangnya bungga nya untuk siapa? "
"untuk papa... Ara ingin hadiah kan untuk papa tante... Tante bungga melati itu yang mana? "
Yoora menuju penjaga toko dan segera memesan dua bungga melati satu untuk dirinya dan untuk ara.
"ara ini bunga melati mu" mata ara berbinar lantar tersenyum sambil memamerkan gigi nya.
"terimakasih tante... Kalo begitu ara pulamg dulu sopir ara udah nunggu dadah"
"dah.... " yoora mengelengkan kepalanya. Mengusik pikiran tentang gadis keci itu. Ah bagaimana jika ia memiliki putri cantik seperti gadis kecil itu tadi.
__ADS_1
Seperti nya itu mustahil taehyung dan dirinya saja masih pisah ranjang. Walaupun taehyung pernah mengaja yoora untuk satu ranjang saja. Tapi yoora menolak.
Yoora memejamkan mata nya dan membuka nya lagi keluar dari toko itu dan membuka pintu mobilnya.
Kembali pada tujuan awalnya menemui sahabat nya nayeon.
Sampainya ia di tempat pemakaman yoora mengambil buket bungga melati yang ia bawa.
Berjalan menelusuri makam² dan berhenti tepat di makam sahabat nya.
"nay..... " sapa yoora sambi terduduk mengelus lisan itu sayang. Menaruh bungga melati itu di lisan itu.
"kau apa kabar? Maafkan aku baru bisa menjenguk mu.... Nay aku merindukan kebersamaan kita.. Ada apa dengan mu nay? Kau tidak lagi datang dalam mimpi ku huh... " sebulir air mata yoora menetes.
"hikss...... Maafkan aku belum memenuhi janji ku yah.... Aku belum bisa memberi kekasih mu keturunan... "
"aku belum mencintai nya... Dan kurasa ia pun begitu... Tapi aku bersyukur hubungan kami membaik nay... " yoora tersenyum menghapus sisa air mata nya mata nya mengendarkan pandangan keseliling tempat sepi ini.
Hanya ada diri nya saja... " nay biasanya jika aku datang kau akan muncul tapi mengapa sekarang tidak? "
Aku ada disini ra....
Yoora terdiam kembali mengendarkan pandangan nya. "nayeon...... " memperjelas kembali pendengaranya.
Kau tak bisa melihat ku...
Yoora mendadak merinding. Dan mulai berdiri dari duduknya. Sahabt nya kembali muncul.
"nay itu kah kau.... "
Bayangan nayeon sekelibat muncul
Benar...
Yoora menghamburkan pelukanya kepada sahabat nya yang memakai pakaian putih dan bercahaya itu. Ini memang sering terjadi jika yoora menjenguk nayeon.
"aku merindukan mu... Sangat"
Nayeon tersenyum "aku juga... Kau menepati janji mu dan aku selalu beterimakasih pada mu... Kau menjaga taehyung ku... Mungkin setelah ini kau tak bisa melihat ku di sini"
Yoora melepaskan pelukanya dan menatap sahabat nya lekat.
"apa maksud mu nay? "
"aku akan kembali sebagai putri mu ra... "
Setelah mengatakan itu nayeon menghilang.
Apa maksud perkataan mu nay?
TBC
__ADS_1