
Yoora tergelojak dari lamuanya saat air panas mengenai tanganya.
"ashhhh" ringis yoora.
Yoora tak kala terkejut saat mama angkat nya berdiri di depanya. Menatap nya khawatir.
"kau baik-baik saja?" mama yoora langsung menyambar tangan yoora dan mengecek tangan yoora yang memerah akibat air panas itu.
Dengan singap mama mencuci tangan yoora dengan air dingin. Yoora hanya memandang mama nya sendu. Jika saja mama nya selalu bersikap seperti ini.
Mama membalas memandang yoora dan menemukan putri nya hampir menangis. Itu membuat naluri sang ibu kuat.
"apa sakit? Mau mama oleskan salep? " yoora mengeleng pelan. Masih memandang wajah sang mama.
"Ra!"
Suara bariton seorang pria membuat 2 wanita itu terkisap dan spontan menengok kebelakang menemukan taehyung sudah siap dengan stelan kantor nya.
Taehyung mengernyitkan dahi melihat ibu mertua nya berkunjung.
"mama? Kapan datang? " sabut hangat taehyung.
Mama mendekat kepada taehyung dan memeluknya sekilas. " tidak lama 30 menit mungkin ada... " mama menjeda ucanya dan melirik stelan kantor taehyung.
"kau sudah ingin pergi ke kantor?" tanya mama lagi. Taehyung menganguk mengiyakan tatapan nya berlalih pada wajah murung istrinya.
"yoora.... " pangil taehyung. Yoora tersadar dari lamuanya dan tersenyum kikuk..
"eh i-iya kopi? " tanya yoora. Taehyung mengeryit bingung dan melangkah mendekati yoora.
"kau kenapa? " cemas taehyung.
"aku? Aku memangnya kenapa? "
"yoora.... " sabar taehyung.
"ekhm.... Taehyung sebenarnya ada yang ingin mama bicarakan padamu" mama buka suara.
Taehyung lantas menoleh. Tampak berfikir sebentar. " apa sangat lama ma? "
Mama menganguk meng-iyakan taehyung melirik jam tanganya. "bisa kah saat taehyung pulang saja ma? 15 menit lagi akan ada rapat pemegang saham. "
Mama tampak berfikir dan mengerti posisi taehyung. "baiklah mama akan berada di sini toh ini pertama kali nya mama di sini"
Taehyung tersenyum singkat " benar.. Mama pasti merindukan putri mama ini kan? Baiklah angap rumah sendiri taehyung berangkat"
__ADS_1
Taehyung mencium kening yoora dan melangkah pergi ke kantor.
Kepergian taehyung membuat situasi cangung antara ibu dan anak.
Mama duduk kembali di ruang tamu dengan santai. Dan yoora menghantarkan teh jahe kesukaan mama.
"Di minum teh nya mm-a" gumam yoora.
Yoora duduk di depan mama nya. Memandang kosong teh yang ia buat.
Cukup lama diam yoora mulai resah dan hendak bangun sembari melirik sang mana yang tak ingin membuka topik pembicaraan sama sekali.
Yoora menghela nafas pelan. "yoora tinggal ma... Jika ingin istirahat mama tingal pergi ke kamar tamu. Angap saja rumah sendiri" pesan yoora dan melangkah menuju kolam renang.
"kau tidak pernah di ajari tata krama menyambut tamu bagaimana?! Jika ada tamu harus di temani bukan di tinggal sendiri. " sahut mama.
Yoora memejamkan mata nya sekilas dan membuka nya kembali tidak berniat membalikan tubuh nya, menghadap wanita paru baya yang menyesap teh nya.
"saya hanya anak punggut... Tidak ada yang mengajari saya seperti yang anda bilang... Orang tua angkat saya membenci saya karena saya pembawa sial... Apa anda puas?"
Mama yoora terpaku dengan kata pedas yoora seakan menyindir dirinya. Memandang nanar putri angkat nya yang pergi dengan bahu bergetar. Ia tau yoora sedang menangis karena ulah nya lagi.
Menatap sayu tubuh yoora yang menghilang. Nora kim menghela nafas pelan. Membuka tas nya dan mengambil secarik amplop coklat.
Berjalan dengan langkah gontai menuju anak angkat nya. Langkah nya terhenti melihat yoora duduk di ayunan yang tersedia di pingir kolam.
Nora memegang pundak yoora. Dan benar saja yoora tersadar dari lamuanya. Dan menengok ke arah nora. Mengeryit saat sang mama menyodorkan amplop coklat di depanya.
"ini apa?" tanya yoora.
"identitas asli mu.... Kemarin seseorang memberikan nya pada ku.."
Yoora hanya memandang amplop itu tak berniat membuka nya. Dan menyimpan amplop itu di samping tempat duduk nya.
Nora menatap yoora terkejut. "kau tidak mau membuka nya?" tanya nora.
Yoora melirik sekilas dan tersenyum singkat. "nanti saja" jawab nya singkat.
"kau tidak penasaran? " tanya nora lagi.
"tidak. Karena secarik kertas tidak akan membuat masa kecil ku kembali lagi. "
Ucapan tenang yoora membuat hati nora tercubit. Rasa bersalah saat ia terang-terangan menujukan rasa benci nya kepada yoora dulu membuatnya terdiam.
Gadis ini memang sudah sangat tersakiti sejak lahir. Tapi ia tak pernah mengeluh.
__ADS_1
"yoora...." lirih nora. Yoora menengok ke arah nora.
"kau ingin mengetahui sesuatu nak? " perkataan lembut wanita paru baya itu membuat yoora gelagapan untuk prtama kali nya sang mama berbicara lembut padanya.
"A-pa yang ingin anda bicarakan? "
Lintasan ingatan ketika sang mama mengatakan. cih.... Jangan panggil saya mama!!! Kamu pasti tadi sudah dengar kan!!! Kamu bukan anak saya! Kamu cuma anak pungut!!!
Nora menghela nafas kasar mendengar tutur kata yoora yang terlalu baku kepada nya. Berusaha tenang dan kembali menyahut. "tentang dirimu... "
"bukan kah sudah saya katakan... Nyonya tidak perlu mengulas masa lalu saya toh masa kecil saya tidak akan kembali" elak yoora.
Yoora tertegun melihat sang mama meneteskan air mata. Untuk pertama kali nya ia melihat mama angkat nya menangis di hadapan nya.
"nyonya kau--"
"Berhenti memangil mama seperti itu yoora! Mama ini mama kamu yoora! " nora mengucang bahu yoora.
"A-anda dulu bilang----" ucapan yoora terpotong saat nora memeluknya erat.
"maafkan mama nak.... Mama terlalu kejam pada mu.... Kau putri ku hm... Jangan sebut mama dengan pangilan bodoh itu nak... "
Yoora masih terdiam di tempat tidak berniat membalas pelukan sang mama. Yoora terlalu shock dengan apa yang di lakukan sang mama.
Perlahan nora melepaskan pelukanya dan memandang yoora lirih.
"kau tidak ingin memaafkan mama?" tanya mama.
Yoora kembali tersentak dan menatap ragu nora. "mama tidak salah apapun. Berhenti berangapan begitu. Bagaimana pun mama tetap mama yang mengurus yoora"
Nora tersenyum getir. Mengapa yoora masih bersikap baik kepada nya walaupun dari kecil nora selalu membedakan yoora dengan anak kandung nya yurra.
Beruntungnya nora memiliki putri seperti yoora.
"tapi kau perlu mengetahui siapa orang tua mu dan keluarga mu yang sebenarnya ra" ucap lembut nora sambil mengelus pucak kepala yoora sayang.
Yoora tampak berfikir " ceritakan lah ma... Yoora akan mendegarkan.."
Yoora tidur di pangkuan mama nya. Dan memandang wajah mama nya serius. Sudah lama ia merindukan saat-saat seperti ini.
Saat dimana sang mama menyanginya dan selalu menghawatirkan keadaanya. Yoora harap ia tidak bermimpi.
"kau siap mendengar nya nak? " tanya mama kembali.
"katakan lah ma... "
__ADS_1
"sebenarnya ibu mu adalah-------------
Tbc!