My Ice Boyfriend

My Ice Boyfriend
Bab Satu


__ADS_3

Jesseline Olivia Barata panggil saja Jessie, anak dari pasangan pengusaha terkenal yaitu Indra Barata dan Zaskia Barata. Saat ini Jessie kelas sebelas dan dia harus menghabiskan masa SMA nya di Jakarta. Sebelumnya dia tinggal di Bandung tapi karena papahnya pindah tugas ke Jakarta selama dua tahun jadilah dia ikutan pindah.


Jessie akan bersekolah di SMA PRAMUDYA JAKARTA sekolah elit dan cukup terkenal di ibu kota.


Jessie bangga pindah ke Jakarta, biar nambah pengalaman baru katanya.


...****************...


Zayn Kavino Pramudya siapa sangka bahwa cowok yang berperawakan bak Manurios ini ternyata memiliki sifat yang dingin juga irit dalam berbicara.


Sesuai marga nya, Pramudya. Dia anak pengusaha terkenal dan orangtuanya pemilik sekolah elit yaitu SMA PRAMUDYA JAKARTA atau sekolah baru yang akan ditempati Jessie.


...---------------...


Kringgg... Alaram diatas nakas Jessie sedari tadi berbunyi.


Prang...


Nasib sial menimpa alaram itu. Jessie melempar alaram itu dengan gulingnya alhasil alaram itu jatuh dan pastinya rusak.


Ada kebahagiaan tersendiri bagj Jessie saat alaram malang itu tak bersuara lagi, karena ia bisa melanjutkan tidurnya tanpa gangguan.


"YAAMPUN JESSIE!--" teriak seorang wanita paruh baya. Itu adalah Zaskia mamah Jessie. "UDAH JAM TUJUH DAN KAMU MASIH MOLOR?! KAMU GAK LUPA KAN KALAU HARI INI KAMU MASUK KESEKOLAH BARU?! BANGUN KAMU DASAR PEMALAS!" omel mamahnya namun dihiraukan oleh Jessie. Malahan Jessie menenggelamkan tubuhnya dibalik selimut seraya menutup kupingnya dengan bantal.


Melihat ulah anak semata wayang nya ini membuat Zaskia dongkol. Dia menarik paksa selimut dan bantal Jessie hingga akhirnya Jessie duduk dengan mata yang setengah terbuka.


"Ck, gak alaram, mamah juga ganggu tidur Jessie. Mana tadi Jessie mimpi hampir dicium Jimin lagi kan jadi gagal karena mamah" ucap Jessie dengan suara khas bangun tidur.


"Mimpi kamu gak lebih penting sekarang! Mendingan kamu mandi sana!" pinta Zaskia.


"Ahk mamah gak asik banget. Jessie sebel sama mamah" ucap Jessie dengan nada manjanya.


"Serah kamu mau sebel sama mamah yang penting sekarang kamu harus mandi biar kesekolah"


"Yaudah iyah" balas Jessie dan langsung melangkahkan kakinya gontai kekamar mandi.


Setelah dua puluh menit akhirnya Jessie turun dan langsung menghampiri kedua orangtuanya yang tengah sarapan.


Jessie bergabung dan langsung melahap makanan yang sudah tersaji untuk nya.


"Pah, Jessie kesekolah bareng papah yah" ucap Jessie disela-sela makannya.


"Iyah, makanya cepet makan sebelum papah berubah pikiran" balas Indra papah Jessie.


Sesuai anjuran papahnya Jessie dengan sigap melahap makanannya hingga habis.


Sesuai janji Indra hari ini dia berangkat dengan Jessie setelah berpamitan dengan Zaskia istrinya.


"Papah harap kamu suka sama sekolah mu itu" Indra memecahkan keheningan dalam mobil.


"Semoga aja pah" balas Jessie.

__ADS_1


Keheningan kembali melanda hingga mobil Indra berhenti didepan gerbang sekolah baru Jessie.


Cup Jessie mencium pipi kanan papahnya sebelum ia masuk kesekolah.


Beruntung Jessie tidak terlambat karna ia masih melihat beberapa murid yang berlalu lalang.


Saat ia hendak melangkah ia melihat tali sepatunya terlepas. Alhasil Jessie menunduk untuk memperbaikinya. Setelah selesai dengan ikatan sepatunya Jessie kembali berdiri, namun saat ia berdiri puluhan mata menyorotnya. Sungguh Jessie tak nyaman dengan sorotan itu. Ia melihat dirinya sendiri dan mencoba mencari keanehan pada dirinya namun nihil ia tak menemukan cela pada dirinya. Tapi kenapa orang itu menatap nya? Jessie bingung.


"WOI PEREMPUAN UDIK! LO NGALANGIN JALAN PANGERAN GUE" teriak seorang cewek dengan modelan tante girang kearah Jessie. Bagaimana tidak? Ia memakai make-up tebal dan rok ketat diatas lutut.


Jessie menoleh kebelakang dan benar saja disana sudah berdiri seorang cogan tapi tanpa ekspresi.


Refleks Jessie menghindar dan memberikan akses kepada cogan itu untuk melanjutkan jalannya.


Saat mata-mata itu tak menyorotnya ia kembali melanjutkan perjalanannya mencari ruang kepsek untuk menanya di kelas mana ia ditempatkan.


Karena sekolah baru Jessie begitu luas jadi dia susah menemukan ruang kepsek, hingga matanya menangkap seorang cowok tengah duduk dikursi bawah pohon seraya membaca buku. Jessie menghampiri cowok itu untuk bertanya dimana ruang kepsek.


Kini Jessie sudah berada tepat dihadapan cowok itu, tanpa basa-basi Jessie bertanya.


"Permisi kak, ruang kepsek disebelah mana yah?" sopan Jessie.


Cowok itu mendongkak menatap Jessie. Tunggu! Itu cowok sama yang ia lihat didepan gerbang tadi.


Cowok itu hanya menatap Jessie dengan dingin tanpa sedikit pun berkeinginan untuk menjawab pertanyaan Jessie.


"Hello kak, kakak belum jawab pertanyaan Jessie" ucap Jessie lagi.


Setelah itu cowok itu berhenti menatap Jessie dan beralih membaca bukunya. Sedetik kemudian ia pergi meninggalkan Jessie.


Alhasil Jessie mencari sendiri ruang kepsek hingga ia menemukannya.


Tok tok tok... Jessie mengetuk pintu ruangan itu.


Masuk pinta seseorang dari dalam.


Jessie masuk dan melihat seorang pria paruh baya dan Jessie yakin itu adalah kepseknya.


"Permisi pak" ucap Jessie saat ia sudah didepan pria itu.


Pria itu mendongkak dan pria itu mirip sekali dengan cowok aneh yang ia jumpai tadi sama-sama ganteng.


"Ehm kamu anak baru kan" ujar pria dengan name tag Reno Pramudya.


"Iyah pak" jawab Jessie sopan.


"Eum kamu mau nanyak kelas?--" tanya pria itu dan diangguki oleh Jessie. "Kamu tunggu disini aja bentar lagi wali kelas kamu datang dan mengantar kamu kekelas yang akan kamu tempati" terang pria itu.


"Baik pak"


Jessie duduk didepan pria itu dan benar saja lima menit kemudian seorang ibu guru datang. Lalu pak Reno menginstruksi untuk membawa Jessie kekelas nya.

__ADS_1


Saat ini Jessie sedang berjalan dengan ibu guru itu hingga mereka berhenti didepan kelas XI MIA3.


Saat mereka masuk kelas yang tadinya berisik mendadak diam. Ibu guru itu duduk dan Jessie berdiri disampingnya. Ibu itu memberi intruksi agar Jessie memperkenalkan dirinya.


"Hai guys, gue Jesseline Olivia Barata kalian boleh manggil gue Jessie. Gue pindahan dari SMA CINTA BHAKTI Bandung" terang Jessie.


Setelah itu Jessie diintruksikan kembali untuk duduk disamping cewek dengan nametag Lidya Michelle Blessy. Jessie mengikuti intruksi itu dan saat ini ia sudah duduk disamping Lidya.


Lidya tersenyum pada Jessie dan mengulurkan tangannya.


"Gue Lidya" ucapnya.


"Gue Jessie" Jessie membalas uluran tangan Lidya.


Setelah berkenalan mereka kembali menatap kedepan untuk melihat guru yang tengah menjelaskan didepan.


Kriinggg... Bel istirahat berbunyi semua murid SMA PRAMUDYA berhamburan menuju kantin.


"Jessie kita kekantin yok" ajak Lidya.


"Ayok"


Kini mereka sudah sampai dikantin. Mereka mengambil tempat yang dekat dengan pintu keluar agar ketika mereka selesai mereka dengan cepat keluar tanpa harus berdesak-desakan.


Sambil menunggu pesanan mereka datang Jessie memutar bola matanya mengamati setiap sudut dalam kantin itu hingga matanya menangkap seorang cowok yang wajah nya familiar. Dia cowok ganteng dengan banyak keanehan dalam dirinya.


Tanpa ia sadari dia menatap cowok yang belum ia ketahui namanya itu. Hingaa...


"Jess" suara Lidya membuyarkan tatapannya.


"Eh iyah Li ada apa?"


"Nih pesanan kita udah dateng" Lidya memberikan pesanan Jessie kepadanya.


"Eh makasih yah Li" Jessie menerima pesanannya.


"Eh btw tadi lo lagi lihatin apaan sih serius amat" Lidya kepo.


"Oh ini Li aku lagi lihatin cowok itu" Jessie jujur dan menunjuk kearah cogan aneh itu.


"Oh dia, kenapa lo suka?" tanya Lidya dengan senyuman.


"Eh gak enak aja, gak! Gue gak suka" Jessie ngegas.


"Selow aja Jess kalau gak suka mah" ucap Lidya.


"Ya maap habisnya lo langsung nanyain hal sensitif itu" jawab Jessie.


"Sensitif apaan? Itumah pertanyaan biasa kali Jess"


"Serah lo deh, mendingan kita lanjut makannya ntar bel"

__ADS_1


Mereka melanjutkan makan mereka hingga mereka selesai dan keluar dari kantin. Saat diperjalanan menuju kelas Jessie membuka pembicaraan.


"Eh Li, btw nama cowok tadi siapa?" Jessie kepo.


__ADS_2