My Ice Boyfriend

My Ice Boyfriend
Bab Tiga


__ADS_3

...~Happy Reading:)~...


Mamahnya turut bahagia karna Jessie nyaman sekolah disana.


Matahari pun berganti menjadi bulan. Tampak Jessie tengah duduk santai diatas tempat tidurnya dengan laptop dipangkuannya, jangan lupakan makanan ringan seperti Lays juga ada diatas tempat tidurnya. Yah, Jessie tengah menonton Drakor favoritnya yaitu My ID is gangnam beauty saat menonton film itu emosinya berubah-ubah. Kadang dia sedih, tertawa bahagia bahkan teriak karna baper.


"Yaampun Jessie" ucap Zaskia saat melihat anaknya itu asik menonton Drakor.


"Apaan sih mah" gerutu Jessie.


"Kamu ini, Drakor mulu sampe gak ingat makan. Nih makan malam kamu jangan lupa dimakan" Zaskia memberikan nampan berisi sepiring nasi rendang dan secangkir susu.


Jessie menerimanya dan meletakkan diatas nakas. Setelah Zaskia pergi Jessie melanjutkan drakor yang sempat ia pause dan menganggurin makan malamnya.


Pukul00:00 Jessie selesai dengan drakornya dilirik nya makanan diatas nakas sudah dingin begitu juga dengan susunya. Mendadak ia kehilangan nafsu makan


Alhasil ia tidur dengan perut kosong karena matanya sudah berat.


Perlahan Jessie menutup matanya dan tak lama kemudian ia masuk kealam mimpi.


Kukuruyukkk.... Jam 05.00 ayam sudah berkokok tapi Jessie masih setia dengan tidurnya.


Tak terasa jam sudah menunjukkan angka 07:50 dan Jessie masih tak berniat meninggalkan mimpi indahnya.


"JESSIE YAAMPUNNN--" teriak Zaskia. "ANAK SEKOLAH APA YANG BELUM BANGUN JAM SEGINI?! BANGUN KAMU! JANGAN JADI GADIS PEMALAS!" omel Zaskia seraya merampas pasksa guling, bantal dan selimut yang Jessie pakai.


"Mah, Jessie masih ngantuk biarin Jessie tidur lima menit lagi mah" Jessie memelas.


"Lima menit lagi?! Ini udah jam delapan Jessie kamu udah telat?!" Zaksia sedikit membentak.


"Jangan bohong mah, terakhir kali Jessie bangun masih jam lima" jawab Jessie santai.


"Lihat jam kamu!" pinta Zaskia.


Dengan mata yang sedikit terbuka Jessie melirik ke arah jam dinding.


"AAAAAAAAAA-- KENAPA MAMAH BARU BANGUNIN JESSIE?! YAAMPUN JESSIE TELAT" teriaknya seraya berlari kekamar mandi.


Zaskia yang melihat tingkah anak semata wayangnya itu hanya bisa menggelengkan kepala.


Saat Zaskia ingin keluar dari kamar Jessie sekilas ia melihat keatas nakas.


"Yaampun semalam Jessie gak makan, anak ini memang gak takut sakit" gumam Zaskia lalu keluar dengan nampan yang berisi makanan dingin yang tak layak konsumsi lagi.


Jessie menghabiskan waktu lima belas menit untuk siap-siap. Dengan tergesa-gesa ia turun berpamitan dengan mamahnya.


"JESSIE SARAPAN DULU" teriak mamahnya saat Jessie sudah sampai didepan pintu rumahnya.


"GAK SEMPAT MAH, JESSIE UDAH TELAT" balas Jessie kemudian masuk kedalam mobil.


Diperjalanan perasaan Jessie sudah tak nyaman dia yakin pasti ia akan terlambat.


Jessie berdoa dalam hati agar hari ini guru rapat lagi agar dia tidak perlu menjalankan hukuman.


Jantung Jessie semakin cepat memompa dia dag dig dug saat ia melihat gerbang sudah ditutup rapat.

__ADS_1


Jessie turun setelah berpamitan dengan mang Asep.


"Pak bukain gerbangnya dong" pinta Jessie seraya menggedor gerbang.


Dari luar Jessie melihat pak satpam sedang mengomeli cowok mungkin kasusnya sama dengan Jessie yaitu 'terlambat'.


"Kamu lagi kenapa jam segini baru datang?" satpam itu memarahi Jessie.


"A- Anu pak Jessie--" Jessie tak tahu harus menjawab apa.


"Anu anu! Masuk! Baris disamping dia" ucap satpam itu.


Jessie melangkahkan kakinya masuk kearea sekolah dan berbaris disamping cowok itu. Dan ternyata cowok itu Zayn. Bagi mana bisa dia terlambat?


Flashback on.


Zayn tengah duduk santai disofa ruang tamu tiba-tiba seorang gadis datang dan duduk disampingnya.


"Bang Zayn besok anterin Jeni kesekolah yah" pinta gadis bernama Jeni itu.


"Gak bisa dek, sekolah kamu itu jauh ntar abang telat lagi"


Sekedar info Zayn tidak dingin jika ia dihadapkan dengan Jeni adiknya.


"Jeni janji bangun awal biar abang gak telat, lagian kan sekolah abang punya keluarga kita jadi abang bebas dong mau datang kapan aja" ujar Jeni.


"Jeni, Jeni meskipun itu sekolah kita, kita juga harus tetap disiplin" Zayn menasehati Jeni.


"Ck, pokoknya Jeni gak mau tau besok abang harus anterin Jeni, sekalian Jeni mau pamer sama teman Jeni kalau abang Jeni itu ganteng kayak Jungkook Bts" balas Jeni.


Zayn mendengus pasrah "Yudah tapi kamu janji harus bangun cepat biar abang gak telat pas selesai anterin kamu"


Cup


Jeni mencim pipi kanan Zayn karena ia gembira.


"Kok cuman yang kanan? Yang kirinya iri loh dek" ujar Zayn.


Cup


Jeni mencium pipi kiri Zayn lalu pergi meninggalkan Zayn.


Keesokan harinya Jeni ingkar janji, ia telat bangun saat Zayn ingin berangkat lebih dulu Jeni mencegahnya sembari merengek agar ia diantar sang abang.


Tak tega akhirnya Zayn pasrah dan memilih menghantarkan Jeni terlebih dahulu.


Zayn sudah menancapkan gas nya tapi tetap saja gerbang sudah tertutup rapat itu artinya dia terlambat.


Flashback off.


"Sebagai hukumannya kalian harus lari keliling lapangan sampai sepuluh putaran" ucap pak satpam.


"Ta--"


"Saya tidak menerima protes" ucapnya saat Jessie hendak protes.

__ADS_1


Kini mereka tengah berada dilapangan. Lari sepuluh putaran bukanlah hal yang sulit bagi Zayn tapi bagi Jessie itu masalah sulit bahkan sangat sulit. Bagaimana bisa ia lari sebanyak itu dengan perut kosong? Semoga saja Jessie bisa menyelesaikan hukumannya.


Zayn mulai berlari dan diikuti oleh Jessie. Baru lima putaran rasanya Jessie sudah tak sanggup. Ia berdiri dengan lutu agak ditekuk dan nafas yang tak teratur.


Zayn sudah menyelesaikan delapan putaran tanpa henti sedangkan Jessie ia masih berjuang untuk menyelesaikan putaran keenam.


Sumpah demi apapun Jessie sudah tak tahan. Sedari tadi perutnya berbunyi minta diisi. Saat ia hendak menyelesaikan putaran keenam Jessie ambruk dan perlahan pandangannya berubah menjadi putih lalu sedetik kemudian matanya tertutup. Jessie pingsan.


Melihat gadis itu pingsan Zayn berlari menghampirinya saat Zayn sampai ia langsung menggendong Jessie ala brydal style menuju UKS.


Sesampainya di UKS Zayn membaringkan Jessie dibrangkar UKS. Dengan jelas Zayn melihat wajah gadis itu pucat ditambah lagi dengan keringat yang membasahi wajah gadis itu.


Tak sengaja Zayn melihat name tag gadis itu yang bertuliskan Jesseline Olivia Barata.


Lama menunggu pengurus UKS tak kunjung datang alhasil Zayn sendiri yang turun tangan.


Ia mengeluarkan sapu tangannya lalu melap wajah pucat Jessie dengan lembut.


Setelah selesai Zayn melihat minyak kayu putih lalu ia mengoleskan minyak itu kekening Jessie sembari memijatnya lembut kemudian ia mengarahkan minyak itu kehidung mungil milik Jessie.


Tak lama kemudian Jessie sadar. Hal pertama yang ia lihat adalah Zayn sedang menatap khawatir kearahnya.


"Ka-- Kak Zayn" ucap Jessie terbata-bata.


Zayn tak bergeming lagi pula ia tak kenal jelas dengan J


Kruyuk kruyuk... Suara itu berasal dari perut Jessie.


"Lapar" ucap Zayn dingin.


"Iyah kak" jawab Jessie.


Setelah mendengar penuturan Jessie, Zayn pergi dan tak lama kemudian ia datang dengan sepiring nasi goreng dan sebotol air mineral.


Zayn duduk disamping brankar Jessie kemudian ia menyodorkan nasi goreng itu dan meletakkan botol air itu dinakas.


Jessie menerimanya "Makasih kak" ucap Jessie sopan.


"Hmm" balas Zayn.


Jessie melahap makanan hingga tandas. Setelah itu ia minum sedetik kemudian ia turun untuk mengembalikan piring itu kekantin.


"Kemana" tanya Zayn dingin.


"Mau balikin piringnya kak sekalian mau bayar" jelas Jessie.


"Gue aja" kemudian Zayn mengambil alih piring itu namun Jessie tak memberikannya.


"Jangan kak, biar Jessie aja" ujarnya.


"Lo sakit" balas Zayn.


"Tap--"


"Jangan ngebantah" Zayn mengambil piring itu paksa, setelah ia mendapatkannya ia pergi begitu saja.

__ADS_1


Jessie hanya bisa menatap punggung yang kian menjauh. Jessie tersenyum bahagia.


"Rasa simpati lo buat gue baper kak Zayn" gumamnya.


__ADS_2