My Ice Boyfriend

My Ice Boyfriend
Bab Delapan


__ADS_3

...~Happy Reading:)~...


"Mau dong" Lidya antusias.


Bara menancapkan gas nya menuju toko eskrim. Tak butuh waktu lama kini mereka sudah sampai. Dengan perasaan bahagia mereka masuk dan duduk di kursi yang telah disediakan pemilik tokoh tersebut.


"Mbak sini" panggil Lidya pada pelayan toko tersebut.


"Iyah-- mbak sama mas nya mesan apa?" tanya pelayan itu sopan.


"Mesan sop buntut-- yah eskrim lah, pake nanya" sarkas Bara.


Lidya menyenggol lengan Bara. "Maafin teman saya mbak. Dia emang suka ngegas"


"Iyah mbak biasa dia sensian efek lagi datang bulan kali" ujar Jessie sontak pelayan itu mengernyit bingung.


"Sialan lo Jess! Gue batang gak mungkin datang bulan" pungkas Bara.


"Oops! Ternyata lo batang yah, tapi kenapa mulut lo kayak mulut ciwik"


"**** you Jessie" Bara mengacungkan jari tengah nya.


"Mbak sama mas nya mau makan atau debat sih?! Kalau mau debat gak usah disini ganggu pembeli yang lain?!" demi apa pelayan nya marah gaes.


"Mbak diam! Mbak itu cuman pelayan disini jadi gak usah sok-sok an deh!" tukas Bara.


"Bar?!" Lidya marah mendengar kata Bara yang termasuk merendahkan pelayan itu. "Mbak atas nama sahabat-sahabat saya, saya minta maaf yah mbak" lanjut Lidya dengan raut muka menyesal.


Pelayan itu tersenyum. "Jadi mbak sama masnya mesan apa?"


"Saya eskrim rasa coklat dengan taburan meses sama oreo" ucap Lidya sopan.


"Kalau saya eskrim rasa vanilla toppingnya wafer roll sama taburin meses juga yah mbak" ujar Jessie.


"Kalau lo apa Bar?" tanya Lidya lembut.


"Samain aja sama punya lo" jawab Bara cuek.


"Jadi dua eskrim coklat dengan taburan meses sama oreo dan satu eskrim vanilla dengan waffer roll bertabur meses" ucap pelayan itu menyebutkan pesanan mereka.


"Iyah mbak" ujar Lidya sopan.


Setelahnya pelayan itu pergi untuk menyiapkan pesanan Bara, Lidya dan Jessie.


Sambil menunggu eskrim yang mereka pesan datang mereka mengobrol ria. Hingga mata Lidya menatap objek yang membuat matanya membelalak.


"Jess itu kak Zayn bukan?" tanya nya pada Jessie seraya menunjuk objek yang ia maksud.


"I-- iyah tapi perempuan disamping nya kak Zayn itu siapa?" tanya Jessie pasalnya Zayn bersama dengan seorang  cewek yang mereka sendiri tak tau itu siapa.


"Ntah, tapi kok kek dekat gitu yah sama kak Zayn"


"Itumah bukan cuman dekat Li, itu udah dekat banget sampe suap-suapan eskrim gitu" kali ini Bara yang nimbrung.


Yah gaes Zayn sama cewek itu lagi suap-suapan. Demi apa Jessie sakit hati lihat kemesraan mereka.


"Lihat-lihat manusia kutub itu ketawa. Emejing banget gak sih, sejarahnya kan sipatung gak pernah ketawa" Bara memanas manasin Jessie.


"Iyah loh Jess. Kek nya cewek itu spesial banget deh bagi kak Zayn" tutur Lidya.


"Palingan juga adek nya kak Zayn" Jessie mencoba berpikiran positif meski hatinya tak sejalan dengan pikirannya.


"Setau gue kak Zayn gak punya adek Jess" pungkas Lidya.


"Udah gak usah dibahas. Mendingan kita makan eskrim nya" ucapnya seraya membagikan eskrim kepada Lidya dan Bara.


"Makasih pembantu nya bang Bara" ujar Bara menggoda Jessie.


"Serah lo gue lagi gak mau debat" jawab Jessie cuek.


"Ekhem. Ada yang lagi cemburu, sakit hati dan galau nih" sindir Bara.

__ADS_1


Yang disindir malah menatap nyalang kepada Bara.


"Bjirrr, cewek itu nyium si manusia kutub" Bara terkejut.


Sontak Jessie melihat kearah mereka benar saja, cewek itu sedang mencium pipi Zayn.


"Anjirr pake gandengan segala lagi kayak mau nyebrang aja" pungkas Bara.


"Bisa diam gak sih!" Jessie emosi.


"Suka-suka gue dong. Mulut juga mulut gue kenapa lo yang sewot" Bara tak mau kalah.


Brakk... Jessie menggebrak meja setelah itu ia pergi meninggalkan Lidya dan Bara.


"Jess tunggu!" Lidya ikutan mengejar Jessie.


"Gue ditinggal? Woii istri tungguin suami kalian-- mbak ini uang eskrim nya" Bara meninggalkan uang Seratusan dengan jumlah lima lembar setelah itu ia mengejar Lidya dan Jessie.


"Mana tu orang yah?" gumam Bara.


Tuk tuk tuk..


"Bara ayok pulang cepetan" Lidya mengetuk kaca mobil Bara.


Sadar, akhirnya Bara masuk dan menancapkan gas nya.


"Lo benaran cemburu Jess?" tanya Bara.


"Au ahk" Jessie cuek.


Melihat kondisi Jessie yang tak mungkin diajak berdebat, Bara memilih diam dan fokus menyetir dan Lidya memperhatikan Jessie sedangkan Jessie ia mengingat-ingat kejadian mesra yang dilakukan oleh pujaan hati dengan orang lain.


...💜💜💜...


"Makasih yah bang udah nemanin Jeni makan eskrim" ucap Jeni.


"Gak usah bilang makasih. Udah tugas abang buat nyenangin kamu" Zayn merangkul Jeni yang duduk disampingnya.


"Ohyah, tadi banyak yang ngira in kita pacaran loh bang"


"Bodoh! Emang mereka gak bisa lihat apa wajah kita kan mirip"


"Iyah, hanya orang bodoh yang ngira kita pacaran" ujar Zayn.


"Iyah btw malming kita ke pasar malam yah bang" Jeni mengalihkan pembicaraan.


"Ok, apapun yang kamu minta bakal abang turutin asalkan kamu senang"


"Yeayy, bangga banget bisa jadi adeknya bang Zayn. Udah ganteng, baik lagi" Jessie memeluk Zayn.


"Jangan muji abang sampe segitunya Jen. Abang jadi geer tau" Zayn mengacak gemas rambut Jeni.


"Emang kenyataannya bang"


Dilain sisi ada Jessie yang termenung dikamar. Ia dapat mengingat jelas bagaimana gadis itu menyuapi Zayn, mencium pipi Zayn dan menggandeng tangan Zayn.


Ia mencoba untuk menghapus kan ingatannya tentang Zayn dan gadis itu tapi tidak bisa.


Alhasil ia menggalau dikamar. Ia memasang berbagai lagu-lagu galau dari band souqy, adista, ilir7, ungu dan lainnya.


Dan tanpa ia sadari setetes air mata meluncur dari matanya saat mendengarkan lagu Armada yang judulnya 'Harusnya aku'.


Jessie menghayati setiap bait Dari lirik Lagu tersebut apalagi pas di bagian apa reffnya.


Saat Jessie tengah menghayati statusnya sebagai wanita yang tersakiti tiba-tiba ponsel nya berdering dan menampilkan chatt grup.


...Suami Beristri Dua💏...


Pangeran Kodok🐸


Gue ramal si Jessie pasti lagi galmer

__ADS_1


Lidya Michelle Blessy💗


Galmer apaan Bar?


Pangeran Kodok🐸


Galau merana loh sayang


Lidya Michelle Blessy💗


Sok tau lo!


Pangeran Kodok🐸


Ya taulah. Gue kan cenayang sayang😙


Lidya Michelle Blessy💗


Jijik!


Pangeran Kodok🐸


Tapi suka kan😉


Lidya Michelle Blessy💗


Iyah gue suka.


Suka bunuh lo maksudnya🔪


Pangeran Kodok🐸


Ayang Lidya belajar gombal dimana? Aku baperrr, jadi makin sayang aja deh abang Bara😘


Lidya Michelle Blessy💗


Gombal pala lo!


Pangeran Kodok🐸


Mumpung istri kedua gak ada yuk kita mesra-mesraan😘


Lidya Michelle Blessy💗


Mesra-mesraan sono lo sama orang gila! Gue sih ogah!


Pangeran Kodok🐸


Hiks,, kamu tega sama aku mas😭


Lidya Michelle Blessy💗


Jijik gue Bar! Udah ahk gue mau bocan. Besok sekolah


Pangeran Kodok🐸


Istri idaman! Yaudah jangan lupa mimpiin gue karna gue bakal mimpiin lo.


Lidya Michelle Blessy💗


Hem. Jangan lupa besok bawa atribut upacara dan jangan ada yang telat! Gue ingetin.


Pangeran Kodok🐸


Siap laksanakan ibu negara💕


Lidya Michelle Blessy💗


Read


^^^Read^^^

__ADS_1


Jessie merebahkan tubuhnya saat selesai membaca chatt dari sahabatnya. Sebenarnya dia ingin sekali nimbrung tapi mood nya lagi gak baik jadilah dia hanya nyimak.


Bayangan Zayn dan cewek itu masih teringat jelas dikepala Jessie. Mungkin tidur cara yang tepat untuk melupakan kilasan bayangan itu.


__ADS_2