My Ice Boyfriend

My Ice Boyfriend
Bab Sepuluh


__ADS_3

Hayyoo ada yang nunggu cerita ini di up?


~Happy Reading:)~


"Aduh Jess, maaf gue gak bisa. Gue gak bakal di izinin Ayah sama bunda nginap kecuali di rumah Bara, itu pun kalau mereka lagi sibuk kerja, kalau gak yah gue tetap di rumah sama mereka" ucap Lidya.


"Gue juga gak bisa Jess, tapi kalau lo mau lo bisa nginap kok di rumah gue" saran Bara.


"Ehm, gue pengen sih tapi kalau gue pergi gak enak sama mang Asep, dia jagain rumah sendirian" jelas Jessie.


"Yaudah kalau lo gak mau yah gak papa" ucap Bara.


Jessie berdecak.


Drrrtttt... Ponsel Jessie tiba-tiba bergetar. Saat ia melihat ternyata mamahnya sedang menelponnya.


Halo mah. (Ucap Jessie setelah mengangkat telpon tersebut).


Halo Jess, kamu gak papa kan jaga rumah sendirian.


Kok sendiri? Mang Asep?


Mang Asep lagi jagain istrinya dirumah sakit, sayang.


Yah, Jessie takut sendirian mah kalau ada mang Asep sih gak papa.


Kan mamah udah bilang ajak sahabat kamu nginap bareng dirumah.


Jessie udah ajak mah, tapi mereka gak diizinin sama ortu nya.


Yah gimana dong.


Gimana kalau Jessie aja yang nginap dirumah mereka mah? Boleh gak?


Ehm, yaudah deh dari pada kamu sendirian.


Tapi mah, siapa yang jagain rumah?


Papah udah suruh teman polisi nya buat mantau rumah kita jadi rumah aman.


Oh bagus deh mah, yaudah mah Jessie tutup telponnya yah, Jessie mau beresin barang Jessie.


Yaudah, bye. See you


See you mah (Jessie memutuskan sambungan telponnya).

__ADS_1


"Gue nginap dirumah lo, Bar" ucap Jessie.


"Ok, beres-beres gih. Bawa yang penting aja" ujar Bara.


Jessie mengangguk, dia berjalan menuju kamarnya lalu membawa semua apa yang ia klaim penting ke koper jumbo miliknya. Jessie memasukkan seragam sekolahnya, sepatu, baju santai, celana santai, novel dan masih banyak lagi, sampai koper jumbo itu tidak muat padahal boneka mickey dengan ukuran lumayan besar belum ia masukkan, alhasil ia memegang boneka itu dengan satu tangan dan tangan yang lain menggiring koper nya.


Saat ini Jessie tepat dihadapan kedua sahabatnya itu. Ia berdiri sembari tersenyum sedang kan Lidya dan Bara menganga tak percaya melihat barang yang dibawa Jessie.


"Buset Jess! Lo mau nginap atau mau pindah sih" ujar Bara.


"Ya nginap lah, udah tau nanyak" sarkas Jessie.


"***** barang bawaan lo udah kelewat banyak Jess, gue bilangkan bawa yang penting aja" ucap Bara.


"Yaudah ini semua barang yang penting buat gue, udah deh gak usah bacot! Memding kita kerumah lo"


Tak ada yang bisa dilakukan Bara selain menuruti perintah Jessie.


Saat ini merka sedang dalam perjalanan. Tak lama kemudian mereka bertig sampai dirumah Bara. Pertama Bara mengantar Lidya. Setelah itu Bara masuk kerumahnya dan diekori Jessie.


"Bara pulang" ucap Bara memggema saat masuk kedalam rumahnya.


Seorang wanita paruh baya yang sedang duduk santai di sofa pun malihat kearah sumber suara.


Bara dan Jessie menghampuri wanita itu dan setelahny mereka duduk berdampingan disamping wanita yang Jessie yakin itu mami nya Bara.


"Kan Bara udah bilang tadi, ngapain ditanya lagi mi?" jawab Bara.


"Kamu ini--" Bela mencubit lengan anaknya itu hingga Bara meringis. "Oh yah kamu siapa? Pacarnya Bara yah?" tanya Bela melihat kearah Jessie.


"Saya sahabat nya tante, Jessie" ujar Jessie sambil tersenyum kikuk.


"Oh Jessie, mami tau. Lidya pernah cerita tentang kamu sama mami" ucap Bela.


"Hehe iyah tante" tanggap Jessie.


"Jangan panggil saya tante, panggil aja mami" ujar Bela.


"Iyah mi" Jessie canggung.


"Oh yah, kamu ngapain kesini?" tanya Bela.


"Jessie mau nginap seminggu mi, soalnya orangtuanya lagi tugas di Jogja gimana? Boleh gak mi?" jawab Bara.


"Boleh kok, malah mami seneng rumah jadi rame" Belas tersenyum.

__ADS_1


"Yaudah Bar, kamu antar Jessie kekamarnya yah. Mami juga mau kekamar" ujar Bela lalu pergi kekamarnya.


Bara mengantar Jessie kekamarnya. Kamarnya ada diatas dan berdepanan dengan kamar Bara.


"Nih kamar lo" ujar Bara.


"Gue tau"


"Gak tau diri banget sih lo Jess! Bilang makasih kek" ujar Bara.


"Ogah"


"Serah lo deh, ohyah kalau lo butuh bantuan gak usah bilang sama gue karna gue gak sudi bantuin lo"


"Sahabat lucknut lo! Lagian gue gak bakal butuhin bantuan lo, udah ahk gue mau masuk, bye" Jessie masuk kekamanya dan menutup kasar pintunya.


Bara yang diluar hanya menggeleng melihat ulah bar-bar sahabatnya itu.


Sepeninggalan Jessie, Bara ke dapur hendak minum karna tenggorokannya sedari tadi mengering mungkin karna adu bacot dengan Jessie.


Saat ia sampai ia juga melihat maminya didapur


"Mami ngapain disini?" tanya Bara.


"Minum Bar, mami lupa bawa air ke kamar" jawab Bela.


Bara manggut-manggut lalu meneguk segelas air.


"Btw Bar sahabat kamu cantik-cantik yah, kamu gak ada suka gitu sama salah satu dari mereka?" tanya Bela.


"Ehm, ada sih mi. Tapi Bara takut kalau Bara tembak dia bakal nolak" jujur Bara.


Betul! Jika sahabatan dengan lawan jenis pasti ada salah satu dari mereka yang menyimpan perasaan tapi takut untuk diungkapkan.


"Cemen kamu Bar! Gitu aja takut" ledek Bela.


"Bukan gitu mi, Bara takut persahabatan Bara hancur karna cinta" ujar Bara.


"Gak bakal Bar, coba aja dulu"


"Kapan-kapan deh mi-- Bara kekamar dulu yah mi udah ngantuk banget soalnya"


Bela mengangguk saat Bara meninggalkannya ia juga pergi kekamarnya.


Part nya selesai:)

__ADS_1


Note: Jangan lupa Like dan Komen dan follow juga akun NovelToon juga instagram aku di @michelle.idn_ disana bagi yang mau spoiler bakal aku kasih spoiler:)


salam hangat💜


__ADS_2