My Ice Boyfriend

My Ice Boyfriend
Bab Duabelas


__ADS_3

Hayy👋


Apa Kabar?


~Happy Reading:)~


Senyum Jessie tak pernah memudar. Setelah pembacaan tim di ruang Osis dia selalu tersenyum bahkan sampai dirumah Bara pun senyum itu tidak memudar.


"Lo kenapa sih senyam senyum? Setres lo ya" Bara membuka suara saat mereka hendak masuk kerumahnya.


"Setres pala lo!" sarkas Jessie.


"Jadi? Gila?" sembur Bara.


"Gue lagi bahagia ******!"


"Bahagia karna satu tim sama manusia kutub itu?" tebak Bara.


"Kak Zayn Bar! Bukan manusia kutub"


"Sama aja ogeb! Aneh gitu lo sukain! Kayak gue dong ganteng, baik, pintar, udah gitu kaya lagi"


,


siapa lagi"


"Gue gak muji diri Jess, itu fakta yang gak bisa dipungkiri"


"Serah lo!"


Jessie mendeluani Bara dan masuk kekamarnya untuk mengganti baju.


Setelah dua puluh menit akhirnya ia turun untuk makan siang. Sesampai nya di ruang makan ia melihat Bela dan Bara sudah ada disana.


"Udah datang?" tanya Bela saat melihat Jessie sudah duduk disamping Bara.


"Ini nih kebiasaan mami, suka banget nanyak hal yang udah ditau jawabannya" sembur Bara.


"Suka-suka mami dong Bar. Mulut juga mulut mami kenapa kamu yang sewot!"


Bara tak menanggapi, lebih baik dia makan biar kenyang.


"Ohyah Bar kapan sih kamu ngenalin cewek sama mami sebagai pacar?" tanya Bela disela-sela makan mereka.


"Sabar mi. Ada saat nya" jawab Bara.


"Jangan buat mami berpikir kalau kamu itu mereng!"


"Maksud mami homo gitu?! Ya enggak lah mi, Bara masih doyan cewek yah"


"Gimana mami gak mikir kesitu? Dari lahir sampai sekarang kamu itu gak pernah pacaran, visual kamu juga gak jelek-jelek amat"


"Mami sabar aja. Tiga bulan lagi dapat kok"


"Sabar sabar dari tujuh belas tahun yang lalu mami udah sabar Bar"


Tingtong... Suara bel itu mengagetkan Bela, Bara dan Jessie.


"Biar Jessie aja mi yang buka" cuman Jessie saat melihat Bela bergerak dari duduknya.


Setelah mendapatkan izin dari Bela, Jessie pun berjalan santai kepintu utama.


Ceklek pintu dibuka dan menampilkan seorang om-om yang seumurun dengan papahnya Jessie.


"Silahkan masuk om" ujar Jessie sopan.


"Iyah, ohyah kamu siapa?"


"Saya Jessie om, sahabatnya Bara sama Lidya" jawabnya.


"Oh kalau gitu jangan panggil saya om, panggil aja papi"


Jessie mengernyit bingung.

__ADS_1


"Saya Brandon Fahrezzy Suaminya Bela Fahrezzy dan Papi nya Bara Fahrezzy" jelas Brandon.


"Iyah pi"


"Btw Mami sama Bara dimana?"


"Diruang makan pi, kita kesana yuk pi" ajak Jessie.


Mereka pub berjalan menghampiri Bara Dan Bela.


"Siapa ta-- Papiii!" Bela memeluk Brandon erat dan mencurah kan segala kerinduan yang is tabung selama seminggu ini.


"Hargai nasib jomblo" ujar Bara menatap orangtua nya.


Bela melepaskan pelukannya "Makanya cari pacar biar gak ngenes hidu kamu" ledek Bela.


"Pi Bra udah makan?" Tanya Bara.


"Belum Bar,btw jangan panggil pi Bra bisa gak sih Bar, kesannya jelek tau"


"Jadi? Nama papi kan Brandon gak salah dong Bara. Udah kita makan sama-sama yok pi"


Mereka pun makan bersama. Menurut Jessie keluarga Bara keluarga yang hamonis, dia nyaman tinggal dengan keluarga Bara.


"Btw kamu kayak mirip sama partner papi deh Jess"


"Ohyah, siapa pi?"


"In.. In.. In apa yah papi lupa, pokoknya marganya Barata"


"Oh Indra Barata yah pi"


"Ah iyah itu, kamu kok kenal?"


"Indra Barata itu papahnya Jessie pi"


"Oh, pantesan mirip--" Jessie tersenyum. "Btw kamu gak suka gitu sama anak papi si Bara?" lanjutnya.


"Enak aja lo! Gue juga gak suka sama lo yah"


"Ooh kalian gak suka yah, padahal papi mau ngerencanain jodohin kalian"


"Gak!" jawab mereka serentak.


"Iyah, gak jadi kalian kan gak mau"


Barulah Bara dan Jessie bernafas lega.


Selama tiga puluh menit mereka menghabiskan waktu untuk makan siang, dan kini mereka sibuk dengan urusan masing-masing.


Bela dan Brandon asik bercanda ria di ruang keluarga, Bara main Ps di kamar nya dan Jessie? Dia asik menghaluskan Zayn.


Sungguh Jessie sudah tidak sabar menunggu hari esok.


Tak terasa matahari sudah berganti menjadi bulan. Selesai makan malam keluarga Bara dan juga Jessie pergi kekamar mereka masing-masing.


Sama seperti siang tadi, Jessie tak  hentinya menghaluskan sang pujaan hatinya.


Hingga...


Brakkk gebrakan pintu itu membuyarkan halu nya Jessie.


Coba tebak siapa yang berani menggebrak pintu kamar orang malam-malam begini? Siapa lagi kalau bukan Bara.


"Lo ngapain masuk kamar gue?"


"Gue mau nyalin tugas bahasa Indonesia lo"


"Oh iya! Gue lupa ngerjain" Jessie menepuk dahinya.


"Yaudah kerjain gih, biar gue tinggal nyalin" ucap Bara saat melihat Jessie sedang mencari buku tugas nya.


"Enak aja lo bantuin gue!" pinta Jessie.

__ADS_1


"Yo wes lah, soalnya ada sepuluh berarti seorang lima soal"


"Gue nomor satu sampai lima dan lo sisanya"


"Ok"


Mereka mulai bergelut dengan tugas masing masing. Sekitar lima belas menit Bara sudah selesai menjawab lima soal itu.


"Tumben otak lo encer" ujar Jessie.


"Otak gue emang encer, cuman gue gak mau aja nunjukin" jawab Bara agak menyombongkan diri.


"Alah alesan! Kalau otak lo emang encer  coba lo kerjain punya gue"


"Ok tapi lo gak boleh lihat. Cukup lo duduk anteng belakangan gue"


"Ok"


Jessie menuruti perintah Bara. Sepulu menit berlalu Bara belum menyelesaikan soal itu, alhasil Jessie kepo apa yang Bara lakukan.


Saat Jessie membalikkan badan, ia melihat Bara sedang mengetik soal di aplikasi 'Brainly'.


"Lo pake Brainly Bar?" Ledek Jessie.


Bara melihat Jessie lalu ia menyengir.


"*****, pantesan lo bisa jawab soal dengan cepat"


"Hehe, iyah Jess"


"Trus kenapa lo lama banget jawab soal gue?"


"Signal nya gak ada Jess, makanya lelet"


"Yaudah lo kerjain dah, gue mau ngehaluin ayang Zayn dulu"


"Enak aja lo! Gak! Nih punya lo cari sendiri!"


"Yaelah Bar, nanggung tinggal satu lagi lo kerjain yah"


"Ok tapi ada syaratnya"


"Apaan?"


"Cium gue" Bara memonyongkan bibirnya.


Plak


"Awh" ringis Bara saat Jessie menamparnya.


"Makan tu cium!"


"Ok fix, kerjain sendiri!"


"Yah Bar, hp gue lagi di charge dan gue malas mikir"


Bara mendengus pasrah.


"Nih selesai, gue ngerjainnya dibuku gue. Lo salin! Gue mau tidur. Jangan lupa besok bawa"


Jessie mengangguk.


Sesampainya dikamar Bara, Bara menyadari satu hal.


Perasaan gue datang ke kamarnya Jessie buat nyalin pr nya. Kok malah dia yang nyalin pr gue.


Masa bodoh dengan semua itu lebih baik dia tidur. Dunia mimpi jauh lebih indah dari pada kenyataan.


Bersambung...


Note: Jangan lupa Like dan Komen dan follow juga akun NovelToon juga instagram aku di @michelle.idn_ disana bagi yang mau spoiler bakal aku kasih spoiler:)


salam hangat💜

__ADS_1


__ADS_2