My Ice Boyfriend

My Ice Boyfriend
Bab Sebelas


__ADS_3

Annyeong👋


~Happy Reading:)~


Saat ini seluruh murid kelas XI Ipa 3 sedang duduk dibangku mereka masing-masing setelah selesai baris. Mereka duduk anteng untuk menunggu kedatangan guru bahasa indonesia yang gak kalah Killer dari guru kimia dan fisika mereka.


"Gimana Jess tinggal sehari di rumah Bara? Lo nyaman gak?" tanya Lidya karena ia sudah bosan dengan keantengan ini.


"Nyaman kok Li" jawab Jessie.


"Bagus deh, gue senang lo nyaman disana"


"Iyah Li, btw gue baru tau kalau papinya Bara jarang pulang"


"Iyah Jess, makanya Bara gak mau nginap ditempat lo karna gak ada yang jagain maminya"


"Baru tau si Bara punya sifat baik, gue kira dia cuman punya satu sifat yaitu NGESELIN" Jessie menekan kata 'ngeselin' seraya melirik Bara sinis.


Bara yang ternyata melihat kedua sahabatnya dari tadi itu pun membalas tatapan Jessie dengan tatapan ala Joker sampai Jessie sendiri bergidik ngeri melihat ekspresi Bara.


Jessie memalingkan wajahnya dari Bara dan beralih menatap Jessie. Saat mereka ingin melanjutkan pembicaraan namun seorang bapak guru datang dan itu guru bahasa Indonesia mereka.


"Pagi anak-anak" ucap guru dengan name tag Burhan.


"Pagi pak" jawab mereka serentak.


"Buka bukunya halaman 123 tentang teks eksplanasi, dibaca habis itu dicatat harus berwarna biar kalian gak bosan bacanya pas mau ulangan. Setelah itu kerjakan tugas individu halaman 126 nomor 1-10 dibuku tugas!"


Sontak mereka semua menganga setelah mendapat tugas dari pak Burhan termasuk ketiga sahabat itu. Siapa pun tolong mereka dari jeratan tugas itu!.


Tok tok tok... Ketukan pintu itu membuyarkan tingkat kefokusan mereka.


Sontak mereka melihat kearah pintu dan disana sudah berdiri Zayn dan satu cowok yang gak kalah ganteng dari Zayn.


"Permisi pak" ucap temannya Zayn yang namanya belum diketahui itu.


"Masuk" pinta Burhan.


Mereka berdua masuk dan meminta izin untuk menyampaikan sesuatu setelah Burhan mengizinkan barulah mereka berdiri didepan sedangkan Burhan ia keluar untuk memberikan akses bebas kepada mereka.


"Perhatian nya sebentar adik-adik" ucap temannya Zayn.


"Lama juga gak papa kak, kami siap" ujar seorang cewek yang dandanan nya mirip syahrini mau konser.


Temannya Zayn menanggapinya dengan senyuman.


"Aduh manis banget senyumnya kak, aku meleleh" saut teman sebangku cewek tadi yang dandanannya juga gak kalah heboh.


Karna tak ada niat ingin berhenti bicara Zayn memutuskan berdiri disamping meja cewek alay itu dan Zayn menatap sinis kearah mereka hingga mereka bungkam.

__ADS_1


"Udah kenal sama kakak kan?--" temannya Zayn basa basi.


"Enggak kak" Jessie menjawab. Benar dia kan belum mengenal kakel ganteng itu.


"Oh lo anak baru yah--" Jessie mengangguk. "Nama kakak Darrelino Mahesa kakak ketua Osis disekolah ini dan dia--" Darrel menunjuk Zayn. "Zayn Kavino Pramudya wakil ketua Osis sekaligus anak pemilik sekolah ini" ucap Darrel.


"Ok lanjut aja, kakak datang kesini atas perintah pak Reno untuk memanggil ketua, wakil, sekertaris, bendahara serta dua orang perwakilan kelas agar datang ke ruang Osis karna ada rapat penting-- Ketuanya mana?" Bara mengangkat tangan.


"Lo pilih dua orang perwakilan kelas setelah itu kalian keruang Osis" ucap Darrel dan diangguki Bara.


"Ok, cukup sampai disini aja. Atas perhatiannya kakak ucapkan terimakasih" Darrel tersenyum setelah itu mereka pergi kekelas kelas lain untuk menyampaikan hal itu.


Saat ini Bara yang berdiri di depan. Mereka diam tak ada yang berkutik mungkin karna Bara ketua kelas jadi mereka menghargai.


"Yang akan ikut rapat gue, Underware selaku wakil--"


"Nama gue Anderson somplak!"


"Nah itu maksud gue, trus Kolorina selaku sekertari--"


"Nama gue Karolina, Burik!"


"Sewot aja! Trus Vitacimin selaku benda--"


"Nama gue Vita gak pake cimin!"


Lidya tersenyum sedangkan Jessie ia memasang ekspresi ingin muntah.


"Yang namanya gue sebut tadi, skuyy kita keruanv Osis" ajak Bara mereka semua mengikuti Bara.


Kini mereka sudah sampai didepan ruang Osis dan disana sudah banyak orang yang berkumpul dan pak Reno juga sudah ada di sana.


Mereka mengetuk dan minta izin masuk dan tentu Reno mengizinkannya.


Mereka berenam duduk dibangku yang sudah disediakan untuk kelas mereka. Tak lama kemudian murid banyak yang berdatangan termasuk Darrel dan Zayn lalu mereka duduk dibangku masing-masing.


'Hening' itulah keadaan ruangan itu. Bara yang suka ribut itu mendadak diam saat melihat Reno sudah berdiri didepan.


"Pagi semua" ujar Reno.


"Pagi pak" jawab mereka serentak temasuk Zayn.


"Ok langsung saja, seminggu lagi hari jadi sekolah kita yang ke10 tahun. Kalian tidak lupa kan? Maka dari itu saya mengundang kalian untuk ikut berpartisipasi sebagai koordinator dan anggota karna kita akan mengadakan perlombaan" Reno menjeda.


"Semua orang yang ada disini akan berpartisipasi termasuk kamu Zayn" Reno menatap Zayn serius.


"Gak" tolak Zayn.


"Gak ada penolakan! Kalau kamu gak ikut, kamu papah pindahkan keluar negeri biar kamu gak bisa lihat Cheline"

__ADS_1


Ia menurut saja dari pada tidak bisa lihat Cheline lagi seumur hidup.


"Ok, saya akan bagi timnya"


Reno meminta nama siswa/i yang hadir dirapat itu pada Gaby selaku sekertaris Osis.


Reno mulai membacakan nama-nama serta tim.


Beruntung Bara dan Lidya satu tim di tim perlombaan tarik tambang.


"Jodoh emang gak kemana yah Li, buktinya takdir mempersatukan kita di tim yang sama" ujar Bara.


"Serah lo Bar" bukan Lidya tapi Jessie yang menjawab.


"Sirik aja lo. Rasain lo gak satu tim sama kita wlee" ledek Bara.


Jessie mendengus.


Jessie berharap dia desatukan dengan teman sekelasnya namun tidak sampai saat ini ia belom mendapatkan bagiannya.


"Ok selesai" ucap Reno.


"Ada yang namanya belum disebut?" tanya Reno.


Jessie membelalak saat Zayn juga ikut angkat tangan bersama dirinya.


"Kamu sama Zayn satu tim dibagian mendekor panggung. Karena saya akan mengundang satu band yang gak kalah terkenal diJakarta" ujar Reno.


Zayn pasrah dan Jessie tentu saja ia bahagia karna satu tim dengan pujaan hatinya.


"Mulai besok kalian mulai kerja, masalah izin kalian tidak usah takut. Tapi tugas tetap kalian kerjakan" lanjut Reno.


"Ok sekian rapat kita hari ini, ketua kelas umumkan segera info ini. Semua murid wajib mengikuti perlombaan. Kalau ada yang tidak mau, laporkan segera agar bisa ditindak lanjuti. Ok sekian dan terima kasih"


Reno meninggalkan ruangan itu setelah itu barulah mereka semua keluar berdesak-desakan.


Sampai dikelas sesuai anjuran semua ketua mengumumkan info itu dan tidak ada yang membantah.


"Beruntung lo Jess satu tim sama kak Zayn" ujar Lidya saat mereka sudah duduk dibangku mereka.


"Iya dong. Itu namanya rezeki anak imut, baik dan cantik kayak gue" Jessie sombong.


Lidya hanya tertawa menanggapinya.


Yuhuuuu part sebelas akhirnya selesai:)


Note: Jangan lupa Like dan Komen dan follow juga akun NovelToon juga instagram aku di @michelle.idn_ disana bagi yang mau spoiler bakal aku kasih spoiler:)


salam hangat💜

__ADS_1


__ADS_2