
"Rasa simpati lo bikin gue baper kak Zayn" gumam nya.
Jessie duduk ditepi brankar untuk menunggu Zayn.
"Kak Zayn" ucap nya saat Zayn sudah kembali dan duduk dikursi sampin brankar.
"Hmm" jawab Zayn.
"Jessie mau lanjutin hukuman kak" ujar Jessie.
"Gak" kata Zayn.
"Tapi kak hukuman Jessie belum selesai, dan Jessie udah kuat kok buat ngelanjutin" pinta Jessie.
"Lo kekelas" suruh Zayn dengan nada Dinginnya.
"Tapi hukuman Jessie?"
"Biar gue" ujar Zayn dingin.
"Maksudnya?" Jessie bingung.
"Yang lanjutin" jawab Zayn.
"Tapi kak--"
Ucapan Jessie terhenti karena Zayn langsung menggenggam tangannya dan membawa nya.
"Gue anter" ucap Zayn.
Jessie hanya menurut saat tangannya digenggam Zayn. Sepanjang perjalanan pandangan Jessie tak pernah lepas dari Zayn.
Dari jauh aja ganteng tapi dari dekat jauh lebih ganteng Batin Jessie.
Jangtung gue kok detak nya cepat banget sih, apa ini yang dinamakan sakit jantung? Amit-amit jabang bayi masa cecan kek gue jantungan sih Jessie membatin lagi seraya memegang dada nya.
Zayn melepaskan genggamannya saat mereka sudah sampai dikelas Jessie. Tunggu! Dari mana Zayn tau kelas Jessie? Sementara Jessie dari tadi gak bilang kelasnya dimana. Ah sudah lah biarkan saja intinya Jessie bahagia author juga bahagia wkwk:v.
Tok tok tok... Zayn mengetuk pintu kelas Jessie.
Sontak semua mata tertuju pada mereka.
"Eh nak Zayn, ada perlu apa?" tanya guru yang sedang mengajar dikelas Jessie.
"Masuk" bukannya menjawab pertanyaan guru itu Zayn malah menyuruh Jessie masuk.
Jessie menuruti perkataan Zayn setelah Jessie sudah duduk dibangkunya saat itu juga Zayn pergi. Dasar Zayn gak ada ahklak! Untung ganteng kalau gak udah gue suruh algojo bapak gue buat bunuh lo.
Sepeninggalan Zayn, mereka kembali melanjutkan pelajaran yang sempat terhenti.
Hingga pengumuman dari perpustakaan terdengar...
"Perhatian kepada anak kami yang bernama Jesseline Olivia Barata kelas sebelas Ipa Tiga agar datang keperpustakaan untuk mengambil buku paket, terimakasih"
Mendengar hal itu Jessie memberi intruksi untuk keluar dan guru itu mempersilahkannya.
Jessie berlari kecil karna jarak perpus dan kelasnya lumayan jauh. Saat ia sampai ia disambut hangat oleh guru penjaga perpus dengan name tag Chintya Spd.
"Nak Jesseline ini buku paket kamu selama setahun dijaga baik-baik yah, jangan sampai rusak apalagi hilang" ucap Chintya seraya menunjukkan tumpukan buku paket.
Jessie meneguk ludah saat melihat tumpukan itu. Bayangkan saja limabelas buku paket tebal akan ia bawa sendirian. Pasti dia tidak sanggup karena Jessie hanya wanita kurus yang tenaganya tak seberapa.
Saat ia hendak membawa tumpukan buku itu tiba-tiba ia melihat tangan sepertinya siempunya ingin membantu Jessie.
"Gue bantu" ucap orang itu dingin.
"Ka-- kak Zayn" ucap Jessie terbata-bata.
__ADS_1
Zayn tak merespon ia malah mengambil alih sepuluh buku paket dan sisanya dibawa oleh Jessie.
Jessie bahagia lagi-lagi takdir mempertemukannya dengan pangeran aneh namun ganteng seperti Zayn.
Joko dicinta wulan pun tiba. Memang benar kata pepatah kalau jodoh gak akan kemana-mana. Batin Jessie seraya senyam senyum layaknya orang yang sedang jatuh cinta.
Keknya besok gue bakal jatuh cinta deh sama cowok aneh yang namanya Zayn. Lagi-lagi Jessie membatin.
"Maafin Jessie yah kak, Jessie udah ngerepotin kak Zayn" ucap Jessie dengan mimik wajah merasa bersalah namun dalam hati dia bangga pake banget.
"Hmm" hanya deheman yang Zayn berikan untuk membalas ucapan Jessie.
Setelah itu heninglah yang menguasai mereka. Jessie sibuk haluin Zayn jadi pacarnya sedangkan Zayn fokus dengan jalan.
Tak terasa akhirnya mereka sampai dikelas Jessie.
"Sampai" ucap Zayn dingin.
Jessie tak menjawab karena dia masih hanyut dalam halu nya.
"Jessie!" ucap Zayn rada membentak.
"Eh ada apa kak Zayn sayang" ucap Jessie terkejut.
Sadar akan kata yang baru saja ia ucapkan, sontak Jessie menutup mulut dan buku yang ia pegang jatuh kelantai.
Bodoh banget sih lo Jess, kok bisa sampe kebawa didunia nyata. Batin Jessie merutuki kebodohannya.
"Bukunya" ucap Zayn sontak Jessie kembali memungut buku yang ia jatuhkan dan mengambil alih buku yang ada ditangan Zayn.
"Makasih yah kak Zayn" ucap nya tunduk karena malu.
"Hmm" balas Zayn.
Setelah itu Zayn pergi dan Jessie ia duduk kembali dikursinya. Satu hal yang Jessie baru sadari ternyata guru mereka sudah tidak ada dikelas, mungkin efek hal yang memalukan tadi jadi ia lupa segalanya.
"Jess lo kok bisa bareng sama kak Zayn sih udah dua kali loh" Lidya penasaran.
Lidya terkejut mendengar penuturan dari Jessie. "APA?! LO SAMA KAK ZAYN PACARAN?!" Lidya teriak.
"What?! Jessie sama kak Zayn pacaran?!" ucap cewek dengan modelan tante girang.
Karena hal itu banyak cewek-cewek di kelas Jessie yang mengerumuninya minta penjelasan. Sepertinya cewek-cewek itu fans Zayn garis keras.
"I-- iyah gue pacaran sama kak Zayn, tapi bukan kak Zayn yang disekolah kita" ujar Jessie.
"Jadi sama siapa?" tanyak cwek-cewek itu serentak.
"Sama kak Zayn Christian Wiranto cogan instagram" alibi Jessie.
"Ok, kita percaya. Lagian mana mungkin kak Zayn mau pacaran sama cewek yang modelan kayak lo. Udah jelek, kurus, dekil, keringatan lagi" ucap gadis yang modelan tante girang namanya Stella.
"Gak usah hina gue juga kali" sarkas Jessie.
"Emang kenyataannya kok, lo itu jelek dan gue cantik" ujar stella.
"Iya lo cantik, sebelas duabelas sama kekeyi" ucap Jessie.
"Mata lo katarakan yah ampe gak bisa bedain bidadari surga sama dia" Stella mengibas kan rambutnya.
"Bidadari surga? Preeettt... Bidadari surga itu cantik dan pastinya berahklak sedangkan lo kebalikannya" Jessie nyolot.
"Huh sabar sabar orang cantik gak boleh marah ntar cepat tua" stella mengusap usap dadanya.
"Gak marah juga muka lo keliatan tua kok" balas Jessie.
Lidya menyenggol lengan Jessie "gak boleh gitu Jess" ucapnya.
__ADS_1
"Biarin aja dia deluan kok yang nyari gara-gara"
"Serah lo! Mendingan gue pergi dari sini" ucap stella.
"Pergi sono! Kehadiran lo disini cuman nyebarin virus korona tau!" ucap Jessie setengah teriak.
"Bodo amat gue gak dengar" Stella mencoba cuek.
"Udah Jess biarin aja" Lidya memukul lembut tangan Jessie.
Jessie mendengus pasrah.
"Heyy ladies-ladies nya abang Bara" ucap Bara yang datang tiba-tiba.
"Paan sih lo" ucap Jessie.
"Kenapa tuh anak Li?" tanya Bara bingung.
"Lagi badmood dia"
"Kenapa?" tanya Bara lagi.
Lidya menggedikkan bahunya setelah itu hening.
"Plis kalian kok diam-diaman sih kayak musuhan aja" ujar Bara yang tidak nyaman dengan kondisi seperti itu.
Tidak ada yang menyahuti Bara.
"Kata mak gue orang ganteng gak bisa dikacangin hukumnya dosa"
Tapi sama saja mereka membiarkan Bara ngoceh sendirian.
"Au ahk! Sebel gue sama lo berdua" ucap Bara lalu pergi meninggalkan Lidya dan Jessie.
Lidya hanya menatap nanar punggung sahabatnya itu.
Sebenarnya Lidya tak mau mengacuhkan Bara dan gak mungkin juga dia meninggalkan Jessie yang lagi badmood sementara dia bahagia sama Bara.
Selang beberapa menit Bara kembali menghampiri Lidya dan Jessie.
"Gue punya sesuatu buat hilangin badmood kalian" ucap Bara tersenyum.
"Gak usah macem-macem deh Bar palingan lo bawa kodok atau gak cacing" ucap Lidya pasalnya Bara pernah ngelakuin hal itu saat Lidya sedih. Padahal niat Bara bagus mau ngehibur Lidya tapi caranya yang salah.
"Gak Li, gue gak kek dulu, gue serius" ucap Bara tulus.
"Yaudah apaan" tukas Lidya.
"Tadaaaa" Bara mengangkat dua eskrim diudara.
Melihat eskrim itu Lidya dan Jessie bahagia dan langsung mengambilnya tanpa persetujuan Bara.
"Makasih banyak yah Bara" ucap Lidya dan Jessie bersamaan.
"Iyah, jadi kalian udah gak badmood lagi kan?"
Mereka berdua menggeleng.
"Senang banget gue, lihat kedua istri gue akhirnya bahagia" ucap Bara sambil tersenyum.
"Istri pala lo" sarkas Jessie.
"Jadi lo gak mau jadi istri kedua gue Jess?" tanya Bara.
"Ya enggak lah ogeb!"
"Oh lo mau jadi yang pertama dan satu-satu nya gitu?" tanya Bara dengan wajah sok diimut-imutkan padahal memang imut wkwk.
__ADS_1
"Gue gak mau jadi istri lo! Gue maunya jadi istri kak Zayn" ucap Jessie penuh keyakinan.
Hayoloh Jessie udah mau jadi istrinya Zayn kan sekarang. Padahal kmaren sok nolak.