
...~Happy Reading:)~...
"Dasar Bara ada-ada aja" gumam Jessie setelah itu ia tidur dan mulai masuk kealam mimpi.
Kukuruyuuukkk... Sedari tadi ayam sudah berkokok bahkan ayam nya sampai cegukan karna gak minum tapi yang mau ayam itu bangun kan gak bangun-bangun juga alias dia masih ngebo.
Selang beberapa jam kemudian Jessie bangun langsung melirik kearah jam.
"HAH?! UDAH JAM LAPAAANN" Jessie terkejut.
Kemudian ia mengambil ponselnya yang ada diatas nakas dan menyalakan sambungan datanya.
...Suami Beristri Dua💏(12)...
Pangeran Kodok🐸
Istri?! Kita bulan madunya jam berapa?
Lidya Michelle Blessy💗
Lo bisa nya jam brapa?
Pangeran Kodok🐸
Jam berapa aja gue bisa beb, btw istri kedua gue mana? Kok gak nimbrung dari tadi?
Lidya Michelle Blessy💗
Gak tau belum bangun kek nya Bar
Pangeran Kodok🐸
Anjirr, anak gadis belum bangun jam segini?
Lidya Michelle Blessy💗
Capekan mungkin.
Btw jam berapa nih?
Pangeran Kodok🐸
Jam sembilan teng yah gimana?
Lidya Michelle Blessy💗
Ok, gue bisa.
Pangeran Kodok🐸
Rumah Jessie dimana? Lo tau gak?
Lidya Michelle Blessy💗
Gak, gue gak sempat nanyak
Pangeran Kodok🐸
Gimana mau jemput kalau kek gini? Dia aja dari tadi gak nongol².
Lidya Michelle Blessy💗
Ntahlah_-
Pangeran Kodok🐸
Gaje banget istri gue yang satu itu.
Lidya Michelle Blessy💗
Read
Jessie membulatkan matanya. Dia lupa memberi tahu alamatnya.
Dan sekarang sudah jam 08:10 Am.
Dia memutuskan untuk menelpon Bara.
Halo Bar.
Iyah istri? Baru bangun yah ucap suara disebrang sana.
Iyah nih, maaf jadi gak ikut nimbrung digrup
Gak papa sans aja, btw rumah lo dimana setengah jam lagi gue sama Lidya datang jemput lo
Dijalan Anggrek nomor 8.
__ADS_1
Oh, ok. Mendingan lo mandi karna gue yakin pas tidur lo ileran
Sok tau lo
Taulah. Baunya kecium ampe sini
***** gue gak ileran ogeb. Udah ahk gue mau mandi.
Tutt... Sambungan telpon ia putuskan sepihak.
Setelah itu Jessie lari kek kamar mandi miliknya dan melaksanakan ritual mandi.
Tak lama kemudian Jessie keluar dan berlari dengan mengenakan handuk menuju lemari.
Jessie memilih mengenakan kaos putih lengan pendek dengan tulisan 'My Style' dan celana santai hitam semata kaki serta sepatu sneakers putih yang menghiasi tampilannya. Setelah itu ia beralih kemeja rias. Jessie mulai menyisir rambut nya setelah itu ia mengoleskan bedak baby diwajah mulusnya serta liptint yang senada dengan warna bibirnya.
Setelah itu ia turun kebawah menghampiri kedua orangtuanya yang tengah sarapan.
"Pagi mah,pah" ucapnya saat bokongnya sudah menempel dengan kursi.
"Pagi sayang" ucap Indra dan Zaskia bersamaan
"Kamu mau kemana sayang?" tanya Indra.
"Oh iyah, ini mah,pah Jessie mau jalan-jalan sama sahabat Jessie" jelas Jessie.
"Sahabat?" Indra bingung.
"Iya pah, Jessie itu udah punya sahabat namanya Lidya sama Bara"
"Oh baguslah papah senang dengar kamu punya sahabat" tutur Indra.
Setelah itu mereka melanjutkan makan mereka dengan hikmad.
Hingga tingtong... Bel rumah keluarga Barata berbunyi.
Zaskia beranjak untuk membukakan pintu.
Sekedar info keluarga Barata tidak memiliki pembantu rumah tangga dan itu semua Zaskia yang minta.
Ok back to topic.
Ceklek Zaskia membuka pintu rumah mereka dan tampak dua orang remaja cewek dan cowok yang sebaya dengan Jessie.
"Halo tante" ucap mereka sopan.
"Iyah tante" jawab orang itu yang notabenenya Lidya dan Bara.
"Yaudah masuk dulu yuk" ucap Zaskia dan dituruti oleh Lidya dan Bara.
"Jessie nya mana tante?" tanya Bara.
"Dia masih sarapan. Ehm kalian gak mau gabung?" tawar Zaskia.
"Makasih tante. Tapi kita udah makan" tolak Lidya sopan.
"Oh yaudah deh, btw kalian gak papa nunggu disini? Soalnya tante mau lanjut sarapannya"
"Gak papa tante" ujar Lidya.
"Yaudah deh kalau gitu" Zaskia meninggalkan mereka diruang tamu.
Selang beberapa menit akhirnya Jessie datang dengan ditemani sang mamah.
"Mah, Jessie pergi dulu yah" Jessie menyalimi punggung tangan Zaskia.
"Iyah, hati-hati yah" balas Zaskia.
"Kita permisi yah tante" ucap Bara.
"Iyah, jagain anak tante yah Bara" ujar Zaskia.
"Iyah tante tenang aja. Selama Jessie masih sama Bara everything gonna be ok" Bara meyakinkan Zaskia.
"Yaudah tante percaya sama kamu"
Setelah berpamitan mereka bertiga pun berangkat tentunya menggunakan mobil Bara.
"Istri, bulan madunya dimana?" tanya Bara.
"Jalan-jalan Bar" Jessie mengkoreksi.
"Etdah Jessi tinggal iya in aja susah, gue turunin juga lo nanti" sarkas Bara.
"Lagian lo bicara bulan madu, gelik gue njirr"
"Udah,udah. Kalian ini tiada hari tanpa debat" lerai Lidya.
__ADS_1
"Salahin Jessie sayang, siapa suruh dia ngelawan sama suaminya. Ntar gak dikasih 'jatah' malam baru tau rasa" Bara melirik Jessie.
"Diam gak lo Bar. Gue sumpal juga mulut lo pake kaos kaki gue" Jessie menatap nyalang kearah Bara.
"Sumpal aja kalau berani, biar gue turunin lo" tantang Bara.
Jessie mendengus pasrah. Lebih baik dia diam dari pada diturunin.
"Jadi kita kemana nih ayang-ayang nya Bara" tanya Bara lagi.
"Ke mall aja, shoping sekalian cuci mata" saran Lidya.
"Ok kita ke mall buat belanja kalau cuci mata ntar kita mampir ke loundry" ujar Bara.
"Bara maksud gue itu lihat cogan bukan cuci mata pake detergen ogeb"
"Ngapain liatin cogan kalau cogan yang paling gan ada disini" Bara pd.
"Prettt" sembur Jessie.
"Kentut lo Jess?"
"Kentut pala lo! Lagian lo itu k-pd an banget sih. Gantengan juga kak Zayn" sarkas Jessie.
"Iya deh yanh udah suka sama kak Zayn. Dulu aja sok nolak" timbrung Lidya.
"Paan sih Li. Lo kek gak tau aja perasaan itu gampang berubah-ubah" Jessie membela diri.
"Udah gak usah bahas cowok lain. Kalian ini gak ngargain gue sebagai suami banget" lerai Bara.
Lidya menurut sedangkan Jessie?
"Bara lo tau? Gue pernah doa in lo. Lo mau tau gak doa nya gimana?"
"Pasti lo bilang 'Tuhan, Bara ganteng banget tolong buat dia klepek-klepek sama gue' gitu kan"
"Gak! Gue bilang gini. 'Tuhan, Bara itu ganteng meski ganteng an kak Zayn tapi Bara itu ngeselin banget. Tuhan Jessie mohon tolong cabut nyawa nya secepat-cepatnya biar gak ada manusia yang ngeselin lagi didunia ini'"
"***** lo Jess! Turun lo! Gadak ahklak banget" sarkas Bara.
"Gak mau gue-- btw Bar waktu hamil lo, emak lo ngidam apaan sih?" tanya Jessie.
"Kenapa? Lo mau minta resep ngidamnya mak gue kan biar anak lo gantengnya kek gue" jawab Bara.
"Gak ****, amit-amit anak gue mirip lo. Gue cuma heran aja kenapa lo sengesselin ini"
"Di mulut mah amit-amit tapi dihati amin-amin" pungkas Bara.
"*****, serah lo deh"
Setelah itu heninglah suasana mobil itu.
Tak lama kemudian mereka sampai di Transmart Jakarta. Bara memarkirkan mobilnya dan setelah itu mereka masuk ke pusat perbelanjaan tersebut.
"Ok istri-istrinya abang Bara silahkan kalian belanja apapun yang kalian suka" ucap Bara.
Setelah mendengar penuturan dari Bara kedua remaja cantik itu mampir ke-stan pakaian dan memilih beberapa baju. Ketika mereka selesai belanja mereka memanggil Bara untuk membayar belanjaan mereka.
Saat Bara menghampiri kasir nya dan menanya berapa total belanjaan Lidya dan Jessie mata nya langsung membulat.
"BJIRR 30 JUTAAA!" Bara terkejut.
"Iyah, kan lo sendiri yang bilang kita bebas belanja apa aja" ujar Jessie.
"Yah gak sampe 30juta juga kali, kalau gini bisa bangkrut Fahrezzy production" sesal Bara.
"Udah gak usah bacot lo Bar, bayar gih" Jessie mendorong Bara ke mesin kasir.
Dengan berat hati Bara membayar total belanjaan Jessie dan Lidya.
"Bar kita makan yuk, udah laper nih gue" ujar Lidya dan diangguki oleh Bara.
Mereka masuk ke salah satu stan makanan. Selama tiga puluh menit mereka makan dan kini mereka sedang dalam perjalanan pulang karena mereka sudah lelah mengitari transmart selama berjam-jam.
"Bar, mendadak gue pengen makan eskrim nih" ujar Jessie memecahkan keheningan.
"Oh lo ngidam eskrim yah" balas Bara.
"Gak! Gue pengen bukan ngidam"
"Sama dengan itu mah"
"Serah lo deh, mendingan kita ketoko eskrim sekarang" pinta Jessie lebih tepatnya memaksa.
"Tanya istri pertama gue dulu. Kalau dia setuju kita ketoko eskrim" ucap Bara.
"Giamana Li lo mau gak?" tanya Jessie pada Lidya.
__ADS_1
"Mau donh" Lidya antusias.