My Little Sky

My Little Sky
10. Apa Alex ?


__ADS_3

Alex adalah siswa SMA yang populer di kalangan siswa. Dia pandai dalam pelajaran dan memiliki banyak teman. Alex selalu ingin menonjol dan menjadi yang terbaik dalam segala hal, termasuk menjadi Ketua OSIS. Suatu hari, ia memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai Ketua OSIS.


Alex merasa yakin dia bisa menjadi Ketua OSIS yang hebat. Ia telah menyusun rencana kampanye yang matang dan telah merancang beberapa poster dan spanduk untuk mempromosikan dirinya sebagai calon terbaik.


Namun, ketika Alex mendengar bahwa Alena juga mencalonkan diri sebagai Ketua OSIS, dia merasa terancam. Alex tahu bahwa Alena juga pandai dan populer di kalangan siswa, dan dia takut Alena akan menyaingi dukungan siswa yang biasa didapatkannya.


Alex merasa perlu mengancam Alena agar mundur dari pemilihan ketua OSIS, sehingga dia bisa memenangkan pemilihan dengan mudah. Dia menghubungi Alena dan mengajaknya bertemu di kantin.


Alex: "woi Alena, gue Pengen ngomong sama lo tentang pencalonan lo sebagai Ketua OSIS."


Alena: "kenapa?"


Alex: "gue dengar bahwa lo juga mencalonkan diri sebagai Ketua OSIS. Lo tahu bahwa gue juga mencalonkan diri, bukan?"


Alena: "Ya, gue tahu."


Alex: "gue pikir lo lebih baik mundur dari pemilihan, Alena. Lo tahu betapa populer gue di kalangan siswa. Saya yakin saya bisa menang dengan mudah, dan kamu tidak perlu menyia-nyiakan waktu dan usahamu."


Alena: "heh sorry ya Alex, tapi gue Ga akan mundur dari pencalonan. Gue percaya diri dan yakin bahwa gue bisa menjadi Ketua OSIS yang baik ,Ga kaya lo yang bisanya cuma Ngancem.”


Alex: "Sangat disayangkan, Alena. Jika lo tidak mundur, gue akan memastikan bahwa lo akan menyesalinya."


Alena: "Apa maksud lo Alex?"


Alex: "gue punya banyak dukungan dari teman-teman gue, dan gue bisa membuat mereka tidak memilih lo. Jadi, Alena, lebih baik kamu mundur sekarang sebelum terlambat."

__ADS_1


Alena: "gue Ga akan mundur, Alex. Gue akan tetap mencalonkan diri, dan gue tidak takut dengan ancaman lo."


Alex: "lo akan menyesalinya, Alena. Gue akan membuat hidup lo menjadi sangat sulit."


Alena: "gue tidak takut dengan ancaman lo Alex. Dan gue berharap lo tidak melakukan hal-hal buruk untuk merusak pemilihan Ketua OSIS yang seharusnya adil dan transparan."


Setelah itu, Alena meninggalkan kantin. Dia merasa tidak nyaman dengan ancaman yang dia terima dari Alex, tetapi dia tetap yakin bahwa dia bisa memenangkan pemilihan dengan cara yang adil. Alena kembali ke ruang kelas dan melanjutkan rencana kampanyenya untuk menjadi Ketua OSIS.


Hari pemilihan Ketua OSIS semakin dekat, dan Alex merasa semakin cemas. Dia tahu dia memiliki dukungan dari sebagian besar siswa, tetapi Alena juga memiliki banyak dukungan yang kuat.


Saat ia merenung tentang cara-cara untuk menjamin kemenangan, Alex menyadari bahwa dia bisa saja melakukan hal-hal curang. Dia merencanakan beberapa skenario yang bisa dilakukan agar dia bisa memenangkan pemilihan dengan cara apapun.


Pada hari pemilihan, Alex berdiri di depan sekolah dan mengumumkan pidato kampanyenya. Dia berbicara dengan percaya diri, mengatakan bahwa dia adalah kandidat terbaik untuk posisi Ketua OSIS. Dia berjanji akan memperbaiki lingkungan sekolah, meningkatkan kualitas pendidikan, dan mengorganisir acara-acara yang menarik bagi siswa.


Namun, sementara Alex berbicara, dia juga meminta teman-temannya untuk mencuri kotak suara yang berisi surat suara dari siswa yang telah memilih. Alex berencana untuk memalsukan beberapa surat suara yang tidak menguntungkan Alena.


Setelah pidato kampanye selesai, Alex dan teman-temannya berhasil mencuri kotak suara dan memalsukan beberapa surat suara.


Upaya kecurangan itu berhasil, dan Alex terpilih sebagai ketua OSIS. Ia merasa sangat senang dan bangga dengan dirinya sendiri. Namun, ia merasa tidak nyaman karena ia tahu bahwa ia telah melakukan kecurangan untuk meraih posisi itu. Ia takut bahwa suatu saat, kecurangan itu akan terungkap dan ia akan kehilangan kepercayaan teman-temannya.


Setelah beberapa hari terpilih sebagai ketua OSIS, Alex merasa semakin gelisah dan takut. Ia terus merenungkan tindakan kecurangan yang ia lakukan dan akhirnya merasa sangat menyesal. Ia memutuskan bahwa ia harus bertanggung jawab atas tindakannya dan meminta maaf kepada Alena atas segala kecurangan yang ia lakukan selama kampanye.


Alex mencari Alena di sekolah dan akhirnya menemukannya di perpustakaan. Ia duduk di dekatnya dan dengan penuh rasa malu, ia meminta maaf kepada Alena atas semua kecurangan yang ia lakukan selama kampanye. Ia berbicara dengan tulus dan mengakui bahwa ia melakukan kesalahan besar.


"Alena, boleh Ga gue ngomong sama lo sebentar?"alex mendekatkan dirinya kepada alena

__ADS_1


"Apa yang lo mau, Alex?


"Gue ingin meminta maaf atas semua kecurangan yang gue lakukan selama kampanye pemilihan ketua OSIS. Gue tahu bahwa itu salah dan gue sangat menyesalinya sekarang.


"Apa maksudmu dengan "semua kecurangan"? Apa yang lo lakukan?


"Gue meminta bantuan teman-temanku untuk melakukan kampanye negatif terhadap lo.Kami membuat poster-poster yang mencemarkan nama baik lo ,membagikan selebaran-selebaran selektif, dan bahkan membuat rumor yang tidak benar tentang lo.


"Apa? Kenapa lo melakukan hal seperti itu, Alex? Kamu tahu bahwa itu tidak fair dan tidak pantas dilakukan.


"Gue tahu, dan gue sangat menyesalinya. Gue merasa sangat bodoh dan kecewa dengan diri gue sendiri karena melakukan itu semua. Gue tahu gue membuat kesalahan besar dan gue ingin meminta maaf secara langsung sama lo.


"Lo uda buat banyak siswa kecewa dengan tindakan lo,Alex. Gue tidak bisa mengampuni lo dengan mudah.


"Gue mengerti, Alena. Gue hanya berharap bahwa lo bisa memberiku kesempatan kedua. Gue akan bekerja keras untuk memperbaiki diriku sendiri dan tidak akan pernah melakukan kecurangan lagi.


"Bagaimana gue bisa percaya lo lagi, Alex? Lo membuat kesalahan besar dan tidak bisa dipercaya.


"Gue tahu gue tidak bisa meminta pengampunan dengan mudah, tapi gue berharap lo bisa melihat bahwa gue sangat menyesal dan ingin memperbaiki kesalahan gue sendiri.gue akan berusaha memperbaiki diri dan membuktikan bahwa gue bisa dipercaya.


"Baiklah, gue akan mempertimbangkan permintaan maafmu, tapi lo harus membuktikan bahwa lo benar-benar menyesal dan tidak akan melakukan kesalahan seperti itu lagi.


Terima kasih, Alena. Gue berjanji tidak akan ngecewain lo lagi. Gue akan berusaha semaksimal mungkin untuk memperbaiki kesalahan gue.


Alena awalnya marah dan kecewa, namun akhirnya ia melihat bahwa Alex benar-benar menyesal atas tindakannya dan mencoba untuk memperbaikinya. Ia menerima permintaan maafnya dan berjanji untuk bekerja sama dengan Alex untuk membangun sebuah OSIS yang lebih baik untuk semua siswa.

__ADS_1


Meskipun Alex telah meminta maaf kepada Alena, ia tahu bahwa ia harus menghadapi konsekuensi atas tindakannya. Ia memutuskan untuk memperbaiki kesalahannya dengan berbicara dengan siswa dan meminta maaf atas tindakannya dalam pemilihan ketua OSIS. Ia berjanji bahwa ia akan bekerja keras untuk memperbaiki dirinya sendiri dan tidak akan pernah melakukan kecurangan lagi.


Meskipun beberapa siswa masih merasa kecewa dengan tindakan Alex, banyak yang menerima permintaan maafnya dan memberinya kesempatan kedua. Alex belajar bahwa meskipun melakukan kesalahan adalah hal yang wajar


__ADS_2