
Alex dan Alena adalah siswa SMA yang terpilih sebagai Ketua dan Wakil Ketua OSIS di sekolah mereka. Mereka sangat antusias dan bersemangat untuk memulai kegiatan OSIS mereka yang pertama. Mereka telah merencanakan beberapa kegiatan seperti lomba pidato, pentas seni, dan acara olahraga untuk melibatkan seluruh siswa di sekolah.
Alex: "Alena, gue sudah merencanakan beberapa kegiatan untuk OSIS kita, tetapi gue ingin membicarakan tentang peraturan kegiatan tersebut. Apa lo punya saran?"
Alena: "Tentu, Alex. Apa yang kamu inginkan untuk dibahas?"
Alex: "gue ingin memastikan bahwa peraturan kita adil bagi semua siswa di sekolah. Kita harus menetapkan batasan yang jelas tentang apa yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan dalam kegiatan OSIS kita."
Alena: "Benar, Alex. Kita harus memastikan bahwa peraturan kita tidak hanya adil, tetapi juga realistis. Kita tidak ingin menghambat kreativitas siswa, tetapi juga tidak ingin kegiatan kita menjadi terlalu bebas."
Alex: "Iya, gue setuju. Kita perlu menetapkan peraturan tentang waktu, tempat, dan peralatan yang akan digunakan dalam kegiatan. Kita juga harus mempertimbangkan aspek keselamatan dan kesehatan."
Alena: "benar, Alex. Selain itu, kita harus memperhatikan budaya sekolah kita dan memastikan bahwa kegiatan kita sesuai dengan nilai-nilai yang dianut oleh sekolah kita."
Alex: "Bagus, Alena. Gue pikir kita perlu membuat daftar peraturan yang lengkap dan menjelaskan setiap aturan dengan jelas pada semua siswa. Kita juga harus memastikan bahwa siswa memahami dan mengikuti peraturan tersebut."
Alena: "gue setuju, Alex. Kita harus memastikan bahwa kegiatan kita berjalan lancar dan memberikan manfaat yang maksimal bagi seluruh siswa di sekolah."
Alex: "Terima kasih atas masukannya, Alena. Gue akan membuat daftar peraturan tersebut dan berdiskusi dengan guru pembimbing kita. Kita akan memastikan bahwa peraturan kita jelas dan adil bagi semua siswa di sekolah."
Alena: "Baiklah, Alex. Gue sangat mendukung rencana kita untuk membuat kegiatan OSIS kita lebih teratur dan profesional. Kita pasti akan mencapai tujuan kita bersama."
Alex: "Alena, gue pikir kita perlu membahas peraturan perlombaan pidato yang akan kita adakan. Kita harus memastikan bahwa peraturan kita adil dan jelas."
Alena: "Benar, Alex. Apa yang lo pikirkan?"
__ADS_1
Alex: "Pertama-tama, kita perlu menetapkan tema untuk pidato. Tema tersebut harus relevan dan sesuai dengan situasi dan kondisi saat ini. Kita juga harus memastikan bahwa tema tersebut dapat menarik minat siswa untuk berpartisipasi."
Alena: "Sangat benar, Alex. Selain itu, kita juga perlu menentukan durasi pidato yang diizinkan dan aturan untuk penilaian pidato tersebut."
Alex: "Iya, Alena. Kita perlu memastikan bahwa durasi pidato tidak terlalu lama atau terlalu pendek dan penilaian pidato harus adil dan objektif. Kita juga harus mempertimbangkan aspek tata bahasa dan isi pidato."
Alena: "Bagus, Alex. Gue setuju dengan saran lo. Kita juga perlu mempertimbangkan peraturan tentang penggunaan media seperti power point atau video dalam pidato."
Alex: "Benar, Alena. Kita harus memastikan bahwa penggunaan media tersebut tidak mengganggu atau merugikan siswa lain yang juga berpartisipasi."
Alena: "gue setuju, Alex. Kita juga harus memastikan bahwa semua siswa mendapat kesempatan yang sama dalam perlombaan ini. Kita tidak ingin ada kecurangan atau keuntungan yang tidak adil bagi peserta tertentu."
Alex: "Iya, Alena. Kita harus memastikan bahwa peraturan perlombaan pidato kita jelas dan adil bagi semua siswa. Gue akan membuat daftar peraturan tersebut dan membahasnya dengan guru pembimbing kita."
Alena: "Baiklah, Alex. Gue sangat mendukung rencana kita untuk membuat perlombaan pidato yang lebih terstruktur dan profesional. Kita pasti akan mencapai tujuan kita bersama."
Pada hari kegiatan OSIS pertama, Alex dan Alena sangat sibuk menyiapkan acara tersebut. Mereka memastikan bahwa semuanya berjalan dengan lancar dan sesuai dengan rencana. Lomba pidato adalah kegiatan pertama yang diadakan, dan Alex membuka acara tersebut dengan pidato inspiratifnya. Setelah itu, siswa lain diberikan kesempatan untuk berbicara di depan umum dan menampilkan bakat mereka.
Alex merasa gugup ketika dia memasuki panggung untuk membacakan pidato yang telah dia persiapkan selama berbulan-bulan. Dia bisa merasakan detak jantungnya yang semakin cepat ketika dia menatap ke arah hadirin yang hadir di aula sekolah. Dia menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan dirinya.
"Saudara-saudara sekalian, saya sebagai ketua OSIS sekolah ini ingin mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya untuk menjadi wakil kalian di tahun ajaran ini," ucap Alex, berbicara dengan suara yang jelas dan tegas.
Alex melanjutkan pidatonya dengan penuh semangat, membahas berbagai topik penting yang akan dilakukan oleh OSIS di tahun ini, mulai dari kegiatan sosial hingga kegiatan akademik. Dia juga membahas tentang tantangan dan peluang yang akan dihadapi oleh seluruh siswa di sekolah ini, serta peran OSIS dalam membantu siswa menghadapi tantangan tersebut.
Meskipun dia merasa gugup di awal, Alex mulai merasa lebih percaya diri ketika dia melihat reaksi positif dari hadirin. Dia bisa merasakan semangat dan antusiasme dari siswa yang hadir, dan itu membuatnya semakin termotivasi untuk memberikan pidato yang terbaik.
__ADS_1
"Terima kasih atas perhatian kalian semua dan mari kita bersama-sama menjadikan tahun ajaran ini sebagai tahun yang penuh dengan prestasi dan keberhasilan," ucap Alex dengan tegas saat dia mengakhiri pidatonya.
Suasana di ruangan terdiam sejenak sebelum akhirnya diikuti dengan tepuk tangan yang meriah dari hadirin. Alex merasa lega ketika dia melangkah turun dari panggung, merasa puas dengan penampilannya yang telah berhasil menginspirasi dan memotivasi siswa.
Dia tahu bahwa masih banyak tantangan yang harus dihadapi oleh OSIS di tahun ini, tetapi dia yakin bahwa dia dan Alena bersama dengan anggota OSIS lainnya dapat menghadapinya dengan baik dan mencapai tujuan mereka yang tinggi.
Setelah lomba pidato, Alena menampilkan bakat seninya dalam pentas seni. Dia menunjukkan karya seninya yang luar biasa dan memotivasi siswa lain untuk mengejar passion mereka.
Setelah Alex berhasil membacakan pidatonya dengan baik, saatnya bagi Alena untuk menunjukkan bakatnya di atas panggung. Alena sangat tertarik dengan seni dan dia telah berlatih dengan giat selama berbulan-bulan untuk mempersiapkan penampilannya di hari ini.
Alena memasuki panggung dengan penuh percaya diri, membawa gitar kesayangannya di tangannya. Dia menatap ke arah penonton yang hadir di aula sekolah, dan dia merasa semangat dan antusiasme yang sama seperti yang dirasakan oleh Alex.
"Assalamualaikum, selamat pagi semua. Hari ini, saya akan memainkan sebuah lagu yang telah saya tulis sendiri," ucap Alena dengan suara yang jelas dan merdu.
Alena memulai penampilannya dengan memainkan riff gitar yang indah. Dia memainkan lagunya dengan penuh emosi dan bersemangat, membuat hadirin terpukau dengan bakatnya yang luar biasa.
Setelah dia selesai memainkan lagunya, Alena diberi tepuk tangan meriah oleh penonton. Dia merasa sangat senang dan terharu, mengetahui bahwa lagunya berhasil membuat para penonton terkesan.
"Terkadang, kita harus berani untuk menunjukkan bakat kita kepada dunia. Jangan takut untuk menjadi diri sendiri dan mengejar impian kita. Saya yakin, setiap orang memiliki bakat yang luar biasa dan saya harap, kita semua bisa berkontribusi untuk membuat dunia ini menjadi tempat yang lebih baik," ucap Alena dengan tegas saat dia mengakhiri penampilannya.
Suasana di ruangan terdiam sejenak sebelum akhirnya diikuti dengan tepuk tangan yang meriah dari hadirin. Alena merasa lega dan bahagia, merasa bahwa dia berhasil menunjukkan bakatnya dan memberikan pesan yang positif kepada semua siswa yang hadir.
Setelah itu, acara olahraga dimulai, dan seluruh siswa berpartisipasi dalam berbagai kegiatan olahraga.
__ADS_1
Selama kegiatan OSIS tersebut, Alex dan Alena terus memberikan motivasi dan inspirasi kepada siswa lain di sekolah mereka. Mereka ingin memastikan bahwa setiap siswa merasa dihargai dan didukung untuk mengejar mimpinya.