
Alena adalah seorang siswi SMA yang memiliki ambisi besar untuk menjadi ketua OSIS. Sejak SMP, Alena sudah aktif dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler dan memiliki kemampuan untuk memimpin. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai ketua OSIS di SMA-nya.
Alena mulai menyiapkan kampanyenya dengan serius. Ia merancang poster-poster kampanye, membuat presentasi yang menarik, dan membuat video kampanye yang kreatif. Ia juga merancang program-program yang ia akan lakukan jika terpilih sebagai ketua OSIS.
Alena mulai mengkampanyekan dirinya dengan lebih serius dan fokus. Ia mulai membuat program-program yang lebih menarik dan bermanfaat untuk sekolah. Namun, ia juga menyadari bahwa ia harus membuat kampanyenya lebih menarik dari kampanye Alex.
Shaira: Apa itu, Alena?
Alena: Aku ingin mencalonkan diri sebagai ketua OSIS dan aku butuh dukungan kalian semua.
Khyla: Wah, bagus banget, Alena! Kamu pasti bisa memimpin OSIS dengan baik.
Alena: Terima kasih, teman-teman. Aku sudah membuat beberapa program yang menarik untuk diimplementasikan di sekolah kita.
Anya: Wah, program apa saja, Alena?
Alena: Ada beberapa program, seperti memperbaiki fasilitas sekolah yang rusak, memperbanyak kegiatan ekstrakurikuler, dan meningkatkan hubungan antar-siswa.
Shaira: Keren, Alena! Bagaimana cara kita bisa membantu?
Alena: Kamu bisa membantu dengan menjadi tim kampanye aku. Kita bisa membuat poster-poster kampanye dan membuat presentasi yang menarik.
Khyla: Aku bisa membuat poster-poster dan bahan kampanye lainnya, Alena.
Anya: Aku bisa membantu kamu mengatur jadwal presentasi di setiap kelas.
__ADS_1
Alena: Terima kasih banyak, teman-teman. Dengan bantuan kalian, aku yakin kampanye ini akan sukses.
Shaira: Tentu saja, kita akan selalu mendukungmu, Alena.
Khyla: Kita juga akan berusaha untuk mempromosikan kamu ke seluruh siswa SMA.
Anya: Kampanye Alena, pasti akan menang!
Alena: Terima kasih, teman-teman. Dengan dukungan kalian semua, aku yakin bisa menjadi ketua OSIS yang sukses dan bisa memimpin SMA kita menjadi lebih baik lagi.
Namun, Alena mengetahui bahwa untuk bisa terpilih sebagai ketua OSIS, ia harus bisa memenangkan hati seluruh siswa SMA. Oleh karena itu, ia mulai melakukan sosialisasi ke seluruh kelas, mengajak teman-temannya untuk memilihnya sebagai ketua OSIS.
Alena merasa senang dan optimis untuk bisa terpilih sebagai ketua OSIS. Namun, hari itu ia mendapat kabar yang tak terduga. Teman sekelasnya, Alex, ternyata juga mencalonkan diri sebagai ketua OSIS.
Alena merasa sedikit terkejut dan khawatir karena Alex merupakan salah satu siswa yang populer di sekolah dan memiliki banyak teman. Alena tahu bahwa ia harus bekerja lebih keras untuk memenangkan pemilihan.
"Ya gpp dong gue juga bisa jadi ketua osis,gue yakin gue bakal menang"Alex meninggalkan alena di dekat ruang osis.
Selama masa kampanye, Alena harus menghadapi saingan-saingannya yang juga mencalonkan diri sebagai ketua OSIS. Mereka juga memiliki program-program yang menarik dan kampanye yang serupa dengan Alena. Namun, Alena tidak patah semangat dan terus berjuang.
Alex juga mulai membuat kampanyenya. Ia memiliki banyak teman dan dukungan di sekolah, sehingga ia mampu membuat kampanye yang sangat besar dan menarik. Kampanye Alex menjadi sorotan di sekolah dan membuat Alena semakin khawatir.
Alena mulai merasa putus asa, tetapi ia tidak ingin menyerah begitu saja. Ia meminta bantuan dari teman-temannya dan berusaha untuk lebih kreatif dalam membuat kampanye. Ia ingin menciptakan kampanye yang berbeda dan unik dari kampanye Alex.
Alena duduk di depan meja dengan selembar kertas kosong dan pensil di tangannya. Dia sedang merancang poster kampanyenya untuk menjadi Ketua OSIS. Dia ingin menunjukkan kepada teman-temannya dan siswa lainnya bahwa dia adalah calon yang serius dan dapat dipercaya untuk memimpin OSIS sekolah.
__ADS_1
Alena memikirkan kata-kata yang ingin dicantumkan di poster tersebut. Dia ingin menunjukkan visinya untuk membuat perubahan yang baik dalam sekolah, dan memperkenalkan dirinya sebagai seseorang yang peduli dan responsif terhadap kebutuhan siswa. Dia ingin menarik perhatian semua siswa dan menginspirasi mereka untuk memilihnya sebagai Ketua OSIS.
Beberapa menit kemudian, Alena menyelesaikan desain poster kampanyenya. Dia bangga dengan hasil karyanya dan yakin bahwa poster tersebut akan menjadi alat yang efektif untuk mempromosikan kampanyenya.
Namun, ketika dia menunjukkan poster itu kepada sahabatnya, dia mendapatkan kritik yang tak terduga.
“Alena, poster kamu terlalu sederhana dan tidak cukup menarik perhatian,” kata sahabatnya.
Alena merasa kecewa mendengarnya. Dia menghabiskan waktu berjam-jam merancang poster tersebut, dan sekarang dia harus mulai dari awal lagi.
Dia merenungkan kritik tersebut dan memutuskan untuk memperbaiki desain poster kampanyenya. Dia meminta saran dari sahabat-sahabatnya dan memperhatikan saran mereka. Dia juga berusaha untuk mempertahankan visi dan pesan kampanyenya, sambil memperbaiki estetika poster tersebut.
Beberapa hari kemudian, Alena berhasil membuat poster kampanyenya yang baru. Poster itu memperlihatkan foto dirinya dengan senyum lebar, dan visinya untuk membangun sekolah yang lebih baik. Kata-kata pada poster tersebut menyiratkan visi yang kuat dan tekad yang tegas, serta desain yang menarik dan menginspirasi.
Ketika hari pemilihan datang, poster kampanye Alena terpampang di dinding-dinding sekolah dan semua siswa tertarik dan tertarik pada kampanyenya. Pada akhirnya, Alena memenangkan pemilihan sebagai Ketua OSIS sekolah, dan berhasil memenuhi visinya untuk memperbaiki sekolah dan membuat perbedaan yang besar dalam kehidupan siswa lainnya.
Alena: "Saya ingin berbagi beberapa gagasan tentang visi dan misi saya jika saya terpilih menjadi Ketua OSIS."
Shaira: "Tentu saja, ceritakanlah, Alena."
Alena: "Saya ingin fokus pada tiga hal utama. Pertama, saya ingin membangun lingkungan sekolah yang lebih ramah dan inklusif bagi siswa. Kedua, saya ingin memperkenalkan lebih banyak kegiatan dan program di sekolah yang bisa mengembangkan bakat dan minat siswa. Dan ketiga, saya ingin meningkatkan komunikasi antara OSIS dan siswa."
Khyla: "Itu semua terdengar bagus, Alena. Apa yang kamu rencanakan untuk mewujudkan visi-misi tersebut?"
Alena: "Untuk membangun lingkungan sekolah yang lebih ramah dan inklusif, saya akan bekerja sama dengan OSIS dan siswa lainnya untuk memperkenalkan program mentoring dan kegiatan sosial yang bisa mempererat hubungan di antara siswa. Untuk mengembangkan bakat dan minat siswa, saya ingin membuat lebih banyak klub dan kegiatan di sekolah, seperti klub seni, musik, dan olahraga. Dan untuk meningkatkan komunikasi antara OSIS dan siswa, saya akan mengadakan rapat teratur dengan siswa dan mendengarkan masukan mereka."
__ADS_1
Anya: "Saya suka gagasanmu, Alena. Saya yakin sekolah kita akan jauh lebih baik jika visi-misi kamu terwujud."
Alena: "Terima kasih, teman-teman. Saya berharap bisa mewujudkan semua gagasan ini jika saya terpilih menjadi Ketua OSIS. Dan tentu saja, saya akan membutuhkan dukungan dan bantuan dari kalian semua untuk mencapai tujuan tersebut."