My Little Sky

My Little Sky
15. Merenung di kamar


__ADS_3

Alena merasa lelah dan lesu. Suaranya terdengar serak dan sesak saat dia mencoba bernapas. Dia terbaring di tempat tidur di kamarnya yang sepi, dengan mata tertutup dan tubuh yang terbungkus selimut tebal.


Dia merenung tentang hidupnya. Dia berpikir tentang saat-saat bahagia dan juga saat-saat kesedihan yang pernah dia alami. Dia berpikir tentang masa depannya dan apakah dia akan bisa mengatasi semua rintangan yang mungkin muncul di hadapannya.


Saat dia merenung, tangannya terus *******-***** selimutnya. Dia berusaha untuk menenangkan dirinya sendiri dan mencari kekuatan dalam dirinya. Namun, semakin dia merenung, semakin sedih dan putus asa dia merasa.


Alena berpikir tentang keluarganya dan teman-temannya. Dia merasa sedih bahwa dia tidak bisa berada di sana untuk mereka. Dia merindukan suara mereka dan sentuhan mereka yang lembut. Dia berharap dia bisa memberikan lebih banyak waktu untuk mereka, lebih banyak cinta dan perhatian.


Seketika, dia merasa tangannya terasa dingin dan tubuhnya mulai menggigil. Dia mencoba untuk menarik selimut lebih dekat ke tubuhnya, tetapi tetap merasa kedinginan. Dia merasakan sesuatu yang tidak beres dengan tubuhnya dan dia mulai takut.


Alena mencoba untuk mengambil napas yang dalam, tetapi dadanya terasa berat dan sesak. Dia merasa seolah-olah udara tidak masuk ke paru-parunya. Dia merasakan denyut jantungnya semakin cepat dan jantungnya mulai berdegup kencang.


Dia mengambil napas dalam-dalam dan menatap ke arah jendela yang terbuka lebar.


Meski dia merasa sakit, Alena masih bisa melihat keindahan malam yang begitu menakjubkan. Bintang-bintang di langit terlihat begitu terang dan bersinar. Dia merasakan angin sepoi-sepoi yang masuk dari jendela, membawa aroma bunga-bunga segar yang tumbuh di kebun belakang rumahnya.


Meskipun Alena merasa sedih karena harus terbaring di tempat tidur saat malam yang indah ini, dia merasa tenang karena dia tahu bahwa dia tidak sendirian. Keluarganya ada di sampingnya dan mereka sangat peduli padanya. Mereka sudah menyiapkan obat-obatan yang dia butuhkan, makanan yang enak, dan selalu menemani dia selama dia sakit.Saat dia menutup mata, Alena merasakan sedikit kesejukan yang menyegarkan dari udara malam yang memasuki rumahnya melalui jendela terbuka.


Dia membuka matanya dan melihat keluar ke balkon rumahnya. Langit malam yang gelap, dihiasi dengan bintang-bintang yang bersinar dengan indah. Alena merasa tertarik dan memutuskan untuk keluar untuk menikmati sejuknya malam.

__ADS_1


Dia membuka pintu balkon dan merasakan angin malam yang menyegarkan menerpa wajahnya. Dia menghirup udara malam yang segar dan melihat pemandangan yang sangat indah.


Angin sepoi-sepoi bertiup dan membuat rambutnya bergerak-gerak. Di atas kepalanya, langit malam terlihat begitu gelap dan cerah pada saat yang sama. Alena memandang ke atas, menatap langit yang indah itu dan melupakan sakit yang dirasakannya.


Tiba-tiba, Alena melihat bintang jatuh yang sangat terang. Dia terkejut dan menutup matanya, berharap bisa membuka matanya kembali dan melihat bintang itu lagi. Namun ketika dia membuka matanya, bintang itu sudah hilang. Alena tersenyum bahagia, merasa sangat beruntung bisa melihat bintang jatuh di malam itu.


Dia merasa seperti bintang jatuh tersebut adalah hadiah dari alam untuknya, untuk menghiburnya dari sakit yang ia alami. Dia merasa seperti bintang jatuh tersebut memberinya harapan dan kekuatan untuk terus bertahan dalam masa-masa sulit.


Alena merenung sejenak, menatap langit malam dengan rasa syukur yang mendalam. Dia menyadari bahwa keindahan alam selalu ada di sekitarnya, bahkan ketika dia merasa sedang patah semangat. Dia merasa bahwa semuanya akan baik-baik saja selama dia memiliki kekuatan untuk tetap berjuang.


"Lakukan aku yang terbaik," doa Alena dalam hati. "Bantulah aku menjalani hidupku dengan keberanian dan kebijaksanaan. Dan tolong, berikan aku kekuatan untuk terus melangkah maju dalam hidupku."


Alena membuka matanya dan kembali menatap langit malam yang indah. Hatinya tenang dan damai. Ia merasa bahwa doanya telah didengar oleh alam semesta dan bahwa ia telah mendapatkan kekuatan dan inspirasi untuk terus maju.


Alena memejamkan matanya sekali lagi dan merasakan udara malam yang sejuk menenangkannya. Ia merasa bahwa doanya akan selalu didengar dan bahwa ia akan selalu memiliki kekuatan untuk terus berjuang dalam hidupnya. Alena menikmati keindahan malam, dan merasa berterima kasih atas semua yang telah diberikan kepadanya oleh alam semesta.


Saat itu, Alena merasa lebih kuat dan lebih bersyukur daripada sebelumnya. Dia merasa bahwa bintang jatuh tersebut adalah hadiah yang tak ternilai harganya, dan bahwa ia akan selalu merasa bahagia ketika mengingat momen itu.


Alena memandang langit malam dengan rasa tenang yang dalam, dan merasa bahwa alam semesta telah memberinya suatu kekuatan yang sangat berharga. Ia tahu bahwa walaupun hidup kadang sulit dan terasa tak tertahankan, keindahan alam dan hadiah-hadiah kecil seperti bintang jatuh dapat memberinya kekuatan dan inspirasi untuk terus bertahan.

__ADS_1


Alena: (diam menikmati sejuknya angin malam)



Lampu jalan terlihat jauh di kejauhan dan beberapa orang masih keluar berjalan-jalan di sekitar lingkungan tersebut.


Alena merasa terpesona dengan keindahan malam ini dan merasakan bahwa hidupnya begitu berharga. Dia merasa begitu beruntung memiliki balkon yang menghadap ke arah yang indah ini. Dia memejamkan mata dan meresapi suasana malam yang damai.


Ibu Alena: (menghampiri Alena yang sedang duduk di balkon) Alena, apa yang sedang kamu lakukan di sini?


Alena: (tersenyum pada ibunya) Aku hanya menatap langit malam yang indah, Ma. Udara di luar sangat sejuk dan segar. Ini membuatku merasa lebih baik.


Ibu Alena: Kamu sudah sakit, sayang. Kamu harus beristirahat dan tidak keluar di malam seperti ini. Kamu bisa semakin sakit.


Alena: (menyeka hidungnya dengan tisu) Aku tahu, Ma. Tapi aku merasa sedikit lebih baik setelah menikmati sejuknya angin malam ini. Ini sangat menenangkan.


Ibu Alena: (melihat ke langit) Ya, langit malam ini benar-benar indah. Kamu tahu, dulu aku sering keluar di malam hari dan menatap ke langit seperti ini. Aku merasa seperti ada sesuatu yang bisa menghibur diriku di sini.


Alena: (tersenyum) Aku tidak tahu itu, Ma. Tapi aku mengerti perasaanmu. Langit malam ini memberiku rasa tenang dan ketenangan yang tidak bisa aku dapatkan di tempat lain.

__ADS_1


Ibu Alena: (mengelus kepala Alena) Kamu selalu menemukan cara untuk menikmati keindahan alam, meski sedang sakit sekalipun. Aku harap kamu bisa cepat sembuh, sayang.


Alena: (tersenyum pada ibunya) Terima kasih, Ma. Aku akan berusaha sembuh secepat mungkin.


__ADS_2