My Little Sky

My Little Sky
26. Mengikuti organisasi


__ADS_3

Alena selalu memperhatikan aktivitas BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) yang selalu mengadakan acara-acara besar untuk mempererat hubungan antar mahasiswa.


Pada suatu hari, Alena memutuskan untuk mendaftar menjadi anggota BEM. Dia merasa bahwa dengan bergabung dengan organisasi ini, dia bisa menjadi lebih terlibat dalam kehidupan kampus dan memberikan kontribusi yang lebih besar pada komunitas kampus.


Alena: Halo, apakah ini anggota BEM?


Anggota BEM: Ya, ini anggota BEM. Ada yang bisa kami bantu?


Alena: Iya, saya ingin mendaftar menjadi anggota BEM. Apakah bisa saya mendapatkan informasi lebih lanjut tentang cara bergabung?


Anggota BEM: Tentu, bisa. Ada beberapa persyaratan dan proses yang harus dilalui. Apa Anda sudah membaca tentang BEM di website universitas?


Alena: Ya, saya sudah membaca sedikit tentang BEM di website universitas. Tapi saya masih belum paham sepenuhnya.


Anggota BEM: Oke, mungkin bisa saya jelaskan sedikit. Ada beberapa divisi di BEM, seperti divisi sosial, divisi kreatif, dan divisi pengembangan organisasi. Setiap divisi memiliki tugas dan tanggung jawabnya masing-masing.


Alena: Saya tertarik untuk bergabung di divisi sosial. Apa saja yang harus saya lakukan untuk mendaftar?


Anggota BEM: Pertama, Anda harus mengisi formulir pendaftaran yang bisa diambil di kantor BEM. Selain itu, Anda juga harus mengumpulkan dokumen yang diperlukan seperti transkrip nilai dan surat rekomendasi dari dosen. Setelah itu, Anda akan dijadwalkan untuk mengikuti tahap seleksi.


Alena: Tahap seleksi seperti apa?


Anggota BEM: Ada beberapa tahap seleksi, seperti tes tulis, wawancara, dan tes keterampilan. Seluruh tahap seleksi dilakukan untuk memastikan bahwa anggota BEM memiliki kemampuan dan keterampilan yang sesuai dengan tugas dan tanggung jawab divisi masing-masing.


Alena: Saya mengerti. Kapan saya bisa mengambil formulir pendaftaran dan mulai mengumpulkan dokumen-dokumen?


Anggota BEM: Anda bisa mengambil formulir pendaftaran dan informasi lengkap tentang proses pendaftaran di kantor BEM. Kami buka dari Senin sampai Jumat, jam 8 pagi sampai 5 sore.

__ADS_1


Alena: Oke, terima kasih banyak atas informasinya. Saya akan segera ke kantor BEM untuk mengambil formulir pendaftaran.


Anggota BEM: Baiklah, semoga berhasil dan sukses dalam proses pendaftaran. Jangan ragu untuk menghubungi kami jika ada pertanyaan atau kebingungan.


Alena memasuki ruangan seleksi BEM dengan hati yang berdebar kencang. Dia melihat sekeliling dan melihat banyak calon anggota BEM yang sedang duduk dan menunggu giliran untuk mengikuti tahap seleksi.


Setelah menunggu beberapa saat, namanya dipanggil untuk mengikuti tahap pertama seleksi, yaitu tes tulis. Alena merasa gugup dan khawatir bahwa dia tidak bisa menjawab pertanyaan dengan baik. Namun, dia tetap mencoba untuk tetap tenang dan fokus pada tes tersebut.


Setelah selesai mengerjakan tes tulis, Alena dijadwalkan untuk mengikuti tahap wawancara. Dia bertemu dengan beberapa anggota BEM yang bertugas sebagai penguji. Mereka mengajukan beberapa pertanyaan tentang dirinya, motivasinya, dan alasan mengapa dia ingin bergabung dengan BEM.


Alena berusaha memberikan jawaban yang jujur dan berbicara dengan penuh keyakinan. Dia berbicara tentang pengalaman-pengalaman sebelumnya dan keinginannya untuk belajar lebih banyak tentang organisasi mahasiswa.


Setelah tahap wawancara, Alena diundang untuk mengikuti tahap selanjutnya, yaitu tes keterampilan. Dia ditantang untuk memimpin sebuah diskusi dengan kelompok calon anggota lainnya tentang isu-isu sosial yang sedang terjadi saat itu.


Meskipun sedikit gugup pada awalnya, Alena berhasil mengambil kendali diskusi dengan baik. Dia mampu menyampaikan ide-ide yang jelas dan terstruktur, dan memimpin diskusi dengan baik.


Alena merasa sangat bahagia dan bangga dengan dirinya sendiri. Dia merasa bahwa semua usahanya dan kerja kerasnya telah terbayar dengan baik. Dia segera bergabung dengan BEM dan mulai bekerja keras untuk mengembangkan diri dan organisasi tersebut.


Setelah bergabung dengan BEM, Alena merasa sangat senang karena dia menjadi bagian dari sebuah kelompok yang aktif dan terlibat dalam banyak kegiatan. Anggota BEM selalu memperhatikan satu sama lain dan selalu mencari cara untuk membantu mahasiswa lain.


Alena mulai terlibat dalam berbagai kegiatan BEM, mulai dari mempersiapkan acara hingga membantu mengatur program-program kampus. Dia merasa senang bahwa dia bisa menjadi bagian dari organisasi yang besar dan mengambil tanggung jawab yang lebih besar.


Alena baru saja bergabung dengan divisi sosial di BEM. Dia sangat bersemangat dan ingin segera terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial yang diadakan oleh BEM.


Pada hari pertama pertemuan anggota divisi sosial, Alena duduk di bangku belakang dan merasa sedikit canggung. Dia tidak mengenal siapa pun di sana dan merasa agak kesepian.


Namun, selama acara itu berlangsung, Alena bertemu dengan seorang gadis bernama dini. Dini juga baru saja bergabung dengan divisi sosial dan merasa sama seperti Alena, canggung dan tidak mengenal siapa pun.

__ADS_1


Dini memulai percakapan dengan Alena dan mereka mulai berbicara tentang diri mereka sendiri, minat mereka, dan keinginan mereka untuk terlibat dalam kegiatan sosial. Mereka menyadari bahwa mereka memiliki banyak kesamaan dan akhirnya menjadi teman.


Alena dan dini duduk bersama di ruang rapat BEM setelah menghadiri kegiatan sosial. Mereka berdua masih sangat bersemangat dan terlihat bahagia.


Alena: "Sungguh menyenangkan sekali tadi. Kita benar-benar telah memberikan dampak positif pada masyarakat melalui kegiatan sosial kita."


Dini: "Iya, benar sekali. Saya sangat senang bahwa kita bisa bekerja sama dan menciptakan sesuatu yang positif bersama-sama."


Alena: "Aku juga senang kita bisa bertemu dan bekerja sama. Awalnya aku merasa agak kesepian dan canggung ketika pertama kali bergabung dengan BEM. Tapi sekarang, berkatmu dan teman-teman lainnya, aku merasa lebih nyaman dan terhubung."


Dini: "Aku juga merasa sama, Alena. Aku merasa sangat beruntung bisa bertemu denganmu di organisasi ini. Kita memiliki banyak kesamaan dan aku merasa kita bisa belajar banyak dari satu sama lain."


Alena: "Ya, aku setuju. Kita juga bisa saling mendukung dalam menjalankan tugas-tugas kami di divisi sosial. Apakah kamu memiliki ide untuk kegiatan sosial selanjutnya?"


Dini: "Saya punya ide untuk membuat acara donasi buku untuk anak-anak yang kurang mampu. Bagaimana menurutmu?"


Alena: "Suatu ide yang bagus! Saya pikir banyak anak-anak yang membutuhkan buku-buku tersebut. Kita bisa berkoordinasi dengan pihak-pihak yang berkepentingan untuk mendapatkan buku-buku tersebut dan mengatur acara donasi."


Dini: "Bagus, aku senang kamu setuju. Kita bisa berbicara lebih lanjut tentang rencana ini dan memastikan bahwa kita bisa membuat kegiatan ini berjalan dengan baik."


Alena: "Sudah pasti. Kita harus mengumpulkan tim kecil dan bekerja sama dalam mengeksekusi rencana ini. Aku yakin kita bisa melakukan hal besar bersama-sama."


Dini: "Aku juga yakin, Alena. Kita sudah memiliki banyak keberhasilan sejauh ini, dan aku yakin kita bisa terus melakukannya. Saya sangat bersyukur bisa bekerja denganmu."


Alena: "Saya juga bersyukur, dini. Kita bisa menciptakan perubahan positif bersama-sama."


Mereka berdua mulai menghadiri acara sosial bersama-sama dan membentuk tim kecil untuk mengorganisir kegiatan sosial. Selama beberapa minggu, mereka menghabiskan banyak waktu bersama-sama dan semakin dekat.

__ADS_1


__ADS_2