
Alena merasa senang sekali saat bangun tidur pagi itu. Dia sudah seminggu absen dari sekolah karena sakit dan merindukan teman-temannya serta pelajaran di kelas. Meskipun masih merasa agak lelah, Alena memutuskan untuk berangkat ke sekolah hari itu.
Alena: "Ibu, aku sudah merasa lebih baik hari ini. Aku ingin pergi ke sekolah!"
Ibu: "Oh, itu sangat baik sekali, Nak! Kamu sudah seminggu tidak ke sekolah, pasti rindu teman-temanmu ya?"
Alena: "Iya, Ibu. Aku merindukan semua temanku dan juga pelajaran di sekolah."
Ibu: "Tapi, apakah kamu yakin sudah benar-benar sembuh?"
Alena: "Iya, Ibu. Aku sudah tidak demam lagi dan badanku juga tidak lagi sakit-sakit."
Ibu: "Baiklah, kalau begitu kamu boleh pergi ke sekolah. Tapi jangan terlalu memaksakan diri ya, kalau merasa lelah atau tidak enak badan, segera beritahu guru-mu."
Alena: "Terima kasih, Ibu. Aku akan berhati-hati di sekolah dan pasti akan beristirahat jika diperlukan."
Ibu: "Bagus. Jangan lupa minum obatmu ya, dan bawa payung kalau-kalau hujan."
Alena: "Baik, Ibu. Sampai jumpa nanti!"
Ibu: "Selamat belajar, Nak. Semoga harimu menyenangkan!"
Ia segera bangun dari tempat tidurnya dan membersihkan dirinya. Setelah mandi dan berpakaian, Alena memeriksa tas sekolahnya untuk memastikan bahwa ia membawa semua perlengkapan yang dibutuhkan. Ia juga mengambil obat yang harus diminumnya setiap beberapa jam.
Ibu: "Alena, sudahkah kamu sarapan pagi tadi?"
Alena: "Belum, Ibu. Aku masih mengantuk dan ingin tidur lagi."
Ibu: "Tidak boleh begitu, Nak. Sarapan adalah hal yang penting untuk memulai hari dengan baik. Kamu tidak akan bisa berkonsentrasi dengan baik di sekolah kalau perutmu kosong."
Alena: "Tapi, Ibu, aku malas."
Ibu: "Jangan malas-malas, Nak. Ayolah, makanlah setidaknya satu roti atau segelas susu."
Alena: "Baiklah, Ibu. Tapi bisa tidak aku makan seadanya saja?"
Ibu: "Tentu tidak boleh, Nak. Kamu harus makan dengan baik dan benar. Jangan hanya makan roti tanpa tambahan apa pun. Kamu perlu makan makanan yang mengandung gizi, seperti sayur, buah, dan protein."
Alena: "Baiklah, Ibu. Aku akan makan dengan baik dan benar."
Ibu: "Bagus. Kalau begitu, cepatlah sarapan dan siap-siap untuk berangkat ke sekolah ya."
__ADS_1
Alena: "Baik, Ibu. Terima kasih."
Setelah sarapan, Alena segera berangkat ke sekolah. Ketika tiba di kelas, ia melihat teman-temannya yang tersenyum ramah padanya. Mereka sangat senang melihat Alena kembali ke sekolah setelah sakit.
Alena merasa senang sekali hari itu karena ia akan pergi ke sekolah dengan mobil pribadinya. Ia sudah menunggu dengan sabar di depan rumahnya ketika sopir pribadinya, Pak Budi, tiba di rumah.
"Selamat pagi, Alena. Kamu siap untuk berangkat ke sekolah?" tanya Pak Budi.
"Iya, Pak Budi. Saya sudah siap," jawab Alena dengan senyum lebar.
Pak Budi membuka pintu mobil untuk Alena dan membantunya masuk ke dalam mobil. Alena merasa sangat nyaman duduk di kursi belakang mobil yang mewah. Ia mengambil posisi duduk yang nyaman dan memastikan tas sekolahnya sudah di dekatnya.
Mobil meluncur mulus di jalan raya menuju ke sekolah. Alena menikmati perjalanan dengan melihat keluar jendela mobil dan menikmati pemandangan di sepanjang jalan. Ia merasa sangat berbeda dengan biasanya, ketika harus berjalan kaki atau naik angkutan umum ke sekolah.
Sesampainya di sekolah, mobil langsung parkir di tempat yang disediakan oleh sekolah. Alena turun dari mobil dan berterima kasih pada Pak Budi. Ia merasa sangat beruntung memiliki mobil pribadi yang bisa membantunya pergi ke sekolah dengan lebih nyaman.
Alena menggenggam erat tas ranselnya dan membawa selebaran kertas ketika dia memasuki koridor sekolah. Tiba-tiba, Alex memutuskan untuk mengagetkan Alena. Ketika Alena melewati anak tangga yang dia berdiri, Alex melompat keluar dan berteriak "duarrr!"
Alena sangat terkejut sehingga dia hampir jatuh ke belakang dan selebaran itu bertebangan hingga berantakan.Dia menatap Alex dengan pandangan bingung, namun kemudian tertawa. "Lo benar-benar buat gue kaget aja! Jadi berantakan kan kertas-kertasnya"kata Alena.
Alex segera menawarkan untuk membantunya.
"Sini gue bantu lo mengambil kertas-kertas itu," kata Alex sambil membungkuk untuk mengambil kertas-kertas yang jatuh. Alena merasa malu karena membuat kekacauan di koridor sekolah tetapi dia merasa terharu karena Alex bersedia membantunya.
Ketika mereka selesai mengambil kertas-kertas, Alena merasa lebih dekat dengan Alex dan merasa lebih nyaman berada di sekolah baru. Dia menyadari bahwa dia telah menemukan teman yang baik dalam Alex.
"Terima kasih sudah membantu gue, Alex. Gue merasa sangat malu ketika kertas-kertas itu jatuh," kata Alena.
"Tidak ada masalah, Alena. Lo tidak perlu merasa malu," jawab Alex. "Gue senang bisa membantu lo dan gue berharap kita bisa menjadi teman baik."
Alena merasa lebih santai setelah kejadian itu, dan keduanya melanjutkan perjalanan mereka ke kelas.Ketika mereka tiba di kelas, semua mata tertuju pada mereka. Beberapa siswa menatap mereka.
"CIEEEEE CIEEE DATENGNYA BARENGANNNN" ucap teman sekelasnya dengan berbarengan.
"Ih apaan sih ,Gaada Gaada "ucap alena dan duduk di sebelah khyla.
Alex hanya terdiam dan tersenyum
Alena sedang duduk di meja makan siang bersama temannya, ketika temannya tiba-tiba bertanya tentang kesehatannya.
__ADS_1
"Alena, kemarin kamu absen dari sekolah karena sakit. Apa kabarmu sekarang? Sudah merasa lebih baik?" tanya temannya.
Alena tersenyum kepadanya dan menjawab, "Iya, aku merasa lebih baik sekarang. Kemarin aku hanya sedikit demam dan sakit kepala, tetapi sekarang sudah membaik."
"Bagus sekali mendengarnya," kata temannya dengan lega. "Kami khawatir tentangmu. Apa yang kamu lakukan untuk memperbaiki kesehatanmu?"
"Ya, aku minum banyak air putih dan istirahat di rumah. Itu membantu memperbaiki kondisiku," jawab Alena.
"Baiklah, pastikan kamu menjaga kesehatanmu dengan baik. Jangan terlalu banyak bekerja dan pastikan untuk beristirahat dengan benar," kata temannya.
Alena mengangguk dan menjawab, "Terima kasih atas perhatiannya. Aku pasti akan menjaga kesehatan dengan baik."
Alena sedang duduk di bangku taman sekolah ketika bel istirahat berbunyi. Dia menikmati keheningan dan merenungkan tentang pekerjaan rumah yang menumpuk di meja belajarnya. Tiba-tiba, Alex muncul di depannya dengan sebuah kantong plastik berisi cemilan.
"Woii ngelamun aja lo?" sapa Alex sambil mengejutkan alena.
"Ah lo ngagetin mulu"alena kesal dengan tingkah lakunya Alex.
"Nih buat lo"Alex memberikan kantong plastik yang berisi cemilan itu kepada alena.
Alena terkejut melihat Alex datang dengan cemilan. Dia tidak pernah berbicara dengan Alex sebelumnya, tetapi dia tahu bahwa Alex adalah murid yang cukup populer di sekolah mereka.
"Tumben lo ngasih gue makanan"alena merasa heran dengan Alex.
"Ini sebagai permintaan maaf gue uda jailin lo"
"Btw makasih ya"
Alena membuka kantong plastik itu dan melihat cemilan yang enak-enak di dalamnya. Ada kue brownies, biskuit, dan beberapa permen. Alena tersenyum dan merasa terharu oleh kebaikan hati Alex.
TING TING TING
Suara bel pulang tiba
Alex menunggu di luar gerbang sekolah dengan senyum lebar di wajahnya. Hari itu, dia merencanakan untuk mengajak Alena pulang bersamanya setelah sekolah. Dia sangat senang bisa menghabiskan waktu dengan Alena, gadis yang sudah lama dia sukai.
Ketika Alena keluar dari gerbang sekolah, dia melihat Alex yang sudah menunggunya. Dia tersenyum dan berjalan ke arahnya. "Hai, Alex. Ada apa?" tanya Alena.
"Selamat sore, Alena. Aku ingin mengajakmu pulang bersamaku hari ini. Kita bisa makan siang bersama di rumahku dan kemudian kita bisa menghabiskan waktu bersama-sama," kata Alex.
Alena berpikir sejenak dan kemudian setuju. Mereka berjalan bersama ke rumah Alex sambil berbicara tentang pelajaran, teman-teman, dan hobi mereka. Setelah sampai di rumah Alex, mereka duduk di ruang tamu dan menonton film favorit mereka.
__ADS_1