My Little Sky

My Little Sky
28. Mencari pekerjaan?


__ADS_3

Alena duduk di depan televisi, menonton berita tentang perusahaan ayahnya yang bangkrut. Dia merasa hancur dan tidak tahu harus berbuat apa. Ayahnya selalu memberinya segalanya, dan sekarang, dia merasa sedih karena tidak dapat membantunya.


Suatu hari, ketika Alena sedang duduk di taman, dia melihat seorang wanita yang berjalan melewatinya dengan seragam perusahaan. Alena merasa tertarik dan bertanya-tanya apa pekerjaan yang dia miliki. Dia memutuskan untuk bertanya langsung pada wanita itu.


Alena: Permisi, maaf mengganggu. Saya melihat Anda mengenakan seragam perusahaan teknologi, benar kan?


Wanita: Iya benar.


Alena: Kalau boleh tahu, bolehkah saya bertanya apa pekerjaan yang Anda lakukan di sana?


Wanita: Saya bekerja di bidang pemasaran, bagaimana dengan kamu?


Alena: Saya belum bekerja saat ini, tapi sedang mencari pekerjaan. Sepertinya perusahaan tempat kamu bekerja sangat menarik, bagaimana cara melamar kerja di sana?


Wanita: Kamu bisa mengirimkan lamaran melalui email. Biasanya perusahaan kami mencari orang dengan latar belakang teknologi atau pemasaran.


Alena: Terima kasih, tapi saya khawatir karena belum memiliki pengalaman kerja.


Wanita: Jangan khawatir terlalu banyak, selalu ada kesempatan bagi yang berusaha. Kalau kamu memang ingin bekerja di sana, cobalah belajar dan memperbanyak pengetahuan tentang bidang teknologi dan pemasaran.


Alena: Terima kasih atas sarannya, saya akan mencoba belajar dan mempersiapkan diri untuk melamar kerja di sana.

__ADS_1


Wanita: Semangat ya! Jangan menyerah dan teruslah berusaha, sukses selalu untuk kamu.


Alena sedang duduk di kursi depan ruang tunggu di sebuah perusahaan teknologi terkemuka di kota. Wajahnya tegang, dengan hati yang berdebar-debar. Dia sedang melamar pekerjaan di perusahaan ini sebagai seorang insinyur software. Alena tahu betul bahwa dia harus mendapatkan pekerjaan ini untuk membantu keluarganya yang sudah bangkrut.


Beberapa bulan yang lalu, perusahaan keluarga Alena bangkrut akibat dari persaingan yang semakin ketat di pasar. Ayahnya telah mencoba untuk memulihkan bisnis keluarga, tetapi usahanya tidak berhasil. Sekarang, keluarga Alena berjuang untuk membayar hutang mereka dan mencari pekerjaan baru untuk menopang kehidupan mereka.


Alena merenung, "Jika saya mendapatkan pekerjaan ini, saya akan dapat membantu keluarga saya dengan menghasilkan uang yang cukup untuk membayar hutang kami dan memperbaiki keadaan keuangan kami."


Alena duduk tegang di ruang tunggu sebuah perusahaan teknologi terkemuka. Dia datang untuk wawancara kerja sebagai seorang insinyur software. Alena telah mempersiapkan diri selama berhari-hari dan merasa yakin akan mendapatkan pekerjaan tersebut.


Namun, ketika dia masuk ke ruangan untuk wawancara, suasana hatinya mulai memudar. Dia melihat para pewawancara di hadapannya dan melihat ekspresi mereka yang kurang antusias. Dia mencoba untuk tetap tenang dan memberikan yang terbaik dari dirinya dalam presentasi, tapi dia merasakan bahwa suasana hati pewawancara sudah mulai berubah.


Setelah wawancara selesai, Alena meninggalkan ruangan dan menunggu hasilnya. Beberapa hari kemudian, dia menerima email dari perusahaan yang memberitahunya bahwa dia tidak diterima untuk posisi yang dia lamar.


Namun, setelah Alena berbicara dengan seorang teman yang bekerja di perusahaan itu, dia menyadari bahwa ada beberapa faktor yang mungkin membuat dia tidak cocok dengan perusahaan tersebut. Perusahaan tersebut mungkin mencari seseorang dengan pengalaman yang lebih khusus dalam bidang tertentu atau memiliki keterampilan yang lebih spesifik.


Meskipun merasa kecewa, Alena tidak menyerah. Dia mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki kekurangan yang ada dalam dirinya dan meningkatkan keterampilan dan pengalamannya. Dia melanjutkan mencari pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan dan keahliannya, dan tidak menyerah ketika mendapatkan penolakan.


Alena belajar bahwa dalam menghadapi kegagalan, yang terpenting adalah cara kita menanggapinya. Kegagalan bisa menjadi kesempatan untuk belajar dan berkembang, dan dia tidak akan menyerah untuk meraih impian dan tujuannya. Dia terus berjuang dan mengambil langkah demi langkah untuk mencapai keberhasilannya, dan akhirnya berhasil mendapatkan pekerjaan di perusahaan yang tepat untuknya.


Alena selalu memiliki keinginan untuk menjadi seorang jurnalis terkemuka. Namun, setelah beberapa bulan kuliah di jurusan komunikasi, dia menyadari bahwa untuk mencapai tujuannya, dia membutuhkan pengalaman praktis yang berkaitan dengan pekerjaan di bidang jurnalistik.

__ADS_1


Namun, Alena juga harus mempertimbangkan jadwal kuliahnya yang padat. Dia mulai mencari pekerjaan paruh waktu yang cocok dengan jadwal kuliahnya. Dia mengirimkan surat lamaran ke beberapa perusahaan media di kota, tetapi sayangnya, semua lamarannya ditolak.


Tidak ingin menyerah, Alena terus mencari pekerjaan yang sesuai dengan jadwal kuliahnya. Dia berbicara dengan seorang teman yang bekerja di sebuah media online kecil yang sedang berkembang. Temannya merekomendasikan Alena untuk melamar pekerjaan paruh waktu di media online tersebut.


Alena mengikuti saran temannya dan mengirimkan lamaran kerja ke media online tersebut. Beberapa hari kemudian, dia mendapatkan panggilan untuk wawancara. Alena sangat senang mendapatkan kesempatan ini, karena dia tahu bahwa pekerjaan paruh waktu ini akan memberinya pengalaman praktis yang berharga dan membantunya mencapai tujuannya di bidang jurnalistik.


Saat wawancara, Alena menunjukkan kemampuan komunikasinya yang luar biasa dan ketertarikannya yang besar terhadap dunia jurnalistik. Akhirnya, dia berhasil meyakinkan HRD bahwa dia adalah kandidat yang tepat untuk posisi tersebut. Dia diangkat sebagai seorang reporter paruh waktu di media online tersebut.


HRD: Selamat siang Alena, terima kasih sudah datang untuk wawancara. Bolehkah saya tahu apa yang membuatmu tertarik dengan posisi ini?


Alena: Selamat siang juga, pak. Terima kasih sudah memberi kesempatan ini. Saya sangat tertarik dengan posisi ini karena saya memiliki minat yang besar di bidang jurnalistik dan ingin memperoleh pengalaman praktis di media online.


HRD: Bagus, Alena. Apa yang kamu ketahui tentang media online kami?


Alena: Saya telah melakukan riset tentang media online ini dan saya menyadari bahwa media online ini sedang berkembang pesat. Media online ini dikenal karena liputannya yang aktual dan beragam di berbagai bidang. Saya sangat tertarik dengan lingkungan kerjanya yang dinamis dan juga dengan cara mereka menciptakan konten yang menarik untuk pembaca.


HRD: Bagus, Alena. Terakhir, bisakah kamu menjelaskan bagaimana kamu menyeimbangkan pekerjaan dengan jadwal kuliahmu?


Alena: Saya memahami bahwa kuliah menjadi prioritas utama saya, dan saya akan mengutamakan tugas kuliah saya. Namun, saya juga akan memberikan komitmen penuh kepada pekerjaan saya dan selalu siap untuk memenuhi deadline yang ditetapkan. Saya juga memiliki jadwal yang fleksibel sehingga saya dapat menyesuaikan jadwal kerja saya dengan jadwal kuliah saya.


HRD: Baiklah, Alena. Saya sangat terkesan dengan kemampuan dan semangatmu. Kami akan memberitahu kamu secepat mungkin mengenai hasil wawancara ini. Terima kasih sudah datang untuk wawancara.

__ADS_1


Alena: Terima kasih banyak, pak. Saya sangat berharap bisa menjadi bagian dari tim media online ini dan berkontribusi secara positif untuk media online ini.


Alena sangat senang dengan pekerjaan barunya. Meskipun dia harus menyeimbangkan jadwal kuliahnya dengan pekerjaannya, dia sangat bersemangat untuk belajar dan berkembang di bidang jurnalistik. Alena belajar banyak dari pekerjaannya dan dia tahu bahwa pengalaman praktis ini akan membantunya mencapai tujuannya menjadi seorang jurnalis terkemuka di masa depan.


__ADS_2