
Pada hari yang ditentukan, Alena dan Alex memulai perjalanan mereka dengan berjalan kaki menuju kelas-kelas untuk mempromosikan kegiatan tersebut. Namun, setelah beberapa saat, Alena mulai merasa pusing dan kelelahan. Dia mencoba untuk menahan diri, namun akhirnya dia tidak bisa lagi berdiri dan jatuh pingsan.
Alena: (menahan napas dan terengah-engah) Ah, aku merasa sangat lelah, lex.
Alex: Apa yang terjadi? Apa lo baik-baik saja?
Alena: (menundukkan kepalanya) gue tidak tahu, gue merasa pusing dan kelelahan tiba-tiba.
Alex segera merespon dan mengecek kondisi Alena. Dia melihat bahwa temannya itu membutuhkan pertolongan segera. Tanpa ragu, Alex memeluk Alena dan membawanya ke ruang perawatan di sekolah.
Di sana, guru-guru dan perawat sekolah segera memberikan pertolongan pertama pada Alena. Mereka memeriksa kondisi fisik Alena dan memberikan oksigen. Alena akhirnya sadar kembali dan merasa lebih baik.
Tiba-tiba, Alena merasakan seseorang menggendongnya dan membawanya ke UKS sekolah. Setelah beberapa saat, Alena akhirnya sadar dan melihat bahwa itu adalah Alex, temannya yang juga bergabung dalam kepanitiaan OSIS.
Alena: (memandang ke sekeliling dan bingung) Di mana gue?
Alex: lo berada di UKS sekolah. Lo pingsan tadi saat kita sedang olahraga bersama.
Alena: (mengerutkan kening dan terkejut) Oh tidak, gue harap tidak ada yang melihat gue seperti itu.
Alex: Jangan khawatir. Semua orang peduli dan memperhatikan kondisi lo. Gue membawa lo ke UKS untuk memastikan bahwa lo baik-baik saja.
Alena: (tersenyum pada Alex) Terima kasih, Alex. Lo sangat baik.
Setelah memastikan bahwa Alena baik-baik saja, Alex membantu temannya itu untuk pulih sepenuhnya. Dia mengambil peran dalam menyelesaikan tugas-tugas Alena dan membantunya untuk kembali ke kondisi yang sehat.
***
Hari itu, lapangan sekolah dipenuhi dengan suara gaduh dari para siswa yang berlatih untuk eskul olahraga. Namun, Alena, instruktur mereka, sedang istirahat di UKS karena sakit. Alex, salah satu siswa, merasa sedih melihat teman-temannya berlatih tanpa Alena.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, aku bisa melakukannya sendiri!" pikir Alex dengan percaya diri. Dia memutuskan untuk mengambil alih latihan hari itu dan menjadi instruktur sementara untuk teman-temannya.
Setelah memberi instruksi singkat, Alex memulai latihan. Awalnya, ia merasa sedikit gugup karena ini adalah pertama kalinya ia menjadi instruktur, tetapi dia dengan cepat merasa nyaman. Dia menunjukkan gerakan-gerakan baru yang membuat siswa-siswa lainnya merasa bersemangat dan terinspirasi.
Namun, saat mereka mulai bermain permainan yang lebih intens, Alex merasa terlalu lelah dan kehabisan napas. Siswa-siswa lainnya merasa khawatir dan ingin menghentikan latihan, tetapi Alex terus berjuang dan memberikan instruksi untuk melanjutkan permainan. Meskipun dia lelah, dia tidak ingin mengecewakan teman-temannya.
Ketika latihan selesai, Alex merasa sangat bangga dengan dirinya sendiri. Dia merasa senang melihat teman-temannya bermain dan berlatih dengan semangat yang sama. "Aku tidak sabar untuk melanjutkan latihan besok dengan Alena," pikirnya.
Keesokan harinya, Alena kembali ke sekolah dan melihat perubahan dalam cara bermain siswa-siswa eskul olahraga. Dia merasa senang melihat semangat baru dan kerja keras dari Alex sebagai instruktur sementara.
"Kamu melakukan pekerjaan yang luar biasa, Alex," kata Alena dengan tersenyum. "Aku bangga padamu."
Dari hari itu, Alex menjadi inspirasi bagi siswa-siswa lainnya untuk bekerja keras dan percaya diri. Dia juga menjadi pembelajaran bahwa meskipun kita mungkin merasa tidak siap atau tidak memiliki pengalaman, kita masih bisa mencoba dan menjadi sukses.
Hari itu adalah hari terakhir dari demo eskul di sekolah. Siswa-siswa yang bergabung dalam klub senam sudah menunggu hari ini dengan antusiasme. Mereka merasa sedih karena demo eskul sebentar lagi akan berakhir, tetapi mereka siap untuk memberikan yang terbaik untuk penampilan terakhir mereka.
Pagi itu, mereka berkumpul di lapangan sekolah dan mulai melakukan pemanasan. Ada banyak perasaan yang tercampur aduk di antara mereka: rasa sedih karena demo akan berakhir, rasa cemas karena penampilan terakhir akan menjadi yang terbaik, dan rasa semangat karena mereka akan menunjukkan kemampuan mereka di depan seluruh sekolah.
Kemudian, lagu berubah menjadi lebih energik. Para siswa mulai menari dengan gerakan yang lebih cepat dan lebih dinamis. Mereka menari dengan kegembiraan, seperti anak-anak yang mengejar balon-balon di udara. Gerakan mereka terkoordinasi dan teratur, tetapi tetap menunjukkan ekspresi individu mereka.
Siswi 1: "Wah, lihatlah si Alex di sana. Keren sekali gerakan senamnya!"
Siswi 2: "Alex? Siapa dia?"
Siswi 1: "Dia ketua osis yang bergabung dengan eskul olahraga. Dia tampan dan memiliki gerakan senam yang luar biasa!"
Siswi 2: "Benarkah? Aku belum pernah melihatnya sebelumnya. Di mana dia?"
Siswi 1: "Di sana, yang paling dekat dengan instruktur. Lihatlah gerakan senamnya yang lentur dan terkoordinasi dengan baik."
__ADS_1
Siswi 2: "Wah, memang benar. Dia terlihat sangat percaya diri dan memiliki bakat di bidang senam."
Siswi 1: "Ya, itu sebabnya aku merasa sangat terkesan dengan gerakan senamnya. Aku harus belajar lebih keras agar bisa seperti dia."
Siswi 2: "Sama-sama. Kita harus mengikuti contohnya dan berlatih lebih keras lagi. Siapa tahu kita juga bisa menampilkan gerakan senam yang spektakuler seperti Alex."
Siswi 1: "Betul. Mari kita fokus pada latihan dan mencoba yang terbaik untuk mengikuti jejak Alex dalam bidang senam."
Di akhir pertunjukan, para siswa menyampaikan pesan bahwa senam adalah olahraga yang menyenangkan dan menyehatkan. Mereka mengajak seluruh siswa di sekolah untuk bergabung dengan klub senam dan merasakan kegembiraan yang sama.
Alex diberi kesempatan untuk memberikan pesan kepada seluruh siswa di aula sekolah tentang pentingnya mengikuti semua eskul yang disediakan.
"Temen-temen sekalian, sebagai ketua OSIS, saya ingin mengajak seluruh siswa untuk aktif mengikuti semua kegiatan eskul yang ada di sekolah. Eskul bukan hanya tentang mengejar prestasi, tetapi juga tentang pengembangan diri dan belajar hal baru. Ada banyak kesempatan untuk belajar dan mengeksplorasi potensi diri di eskul," ujar Alex di hadapan seluruh siswa.
"Kita memiliki berbagai macam klub dan eskul, dari klub senam hingga klub debat. Saya sangat merekomendasikan agar setiap siswa mengikuti setidaknya satu eskul yang sesuai dengan minat dan bakat mereka. Ini adalah kesempatan untuk meningkatkan keterampilan dan menambah pengalaman," lanjutnya.
"Temen-temen, tidak ada salahnya untuk mencoba hal baru dan keluar dari zona nyaman kita. Siapa tahu, kita menemukan sesuatu yang baru dan menarik untuk diikuti. Jadi, mari bergabung dalam eskul- eskul di sekolah dan jangan lewatkan kesempatan ini untuk mengembangkan diri kita," tutup Alex dengan semangat.
Pesan Alex tersebut menyebar ke seluruh siswa di sekolah dan membuka pikiran mereka tentang pentingnya mengikuti semua eskul. Banyak siswa yang kemudian memutuskan untuk mencoba eskul yang berbeda-beda dan menemukan potensi baru dalam diri mereka. Dalam akhirnya, kegiatan eskul di SMA Nusantara menjadi lebih ramai dan produktif karena semua siswa terlibat aktif di dalamnya.
Sebagai bagian dari upaya untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan sosial siswa, OSIS telah mengadakan sebuah challenge di Instagram. Challenge ini meminta siswa untuk mengunggah foto atau video yang menunjukkan kegiatan positif mereka di sekolah.
Setelah beberapa minggu challenge berlangsung, Alex memimpin juri untuk menentukan pemenangnya. Alex sendiri sangat antusias dan ingin mengumumkan hasil pemenangnya sendiri. Hari itu, ia berdiri di depan seluruh siswa di aula sekolah dan menyampaikan pesan penting.
"Saudara-saudara sekalian, hari ini saya bangga untuk mengumumkan pemenang challenge Instagram kami. Tidak hanya menarik, tapi juga sangat memotivasi untuk kita semua," ujar Alex.
Alex kemudian mengumumkan bahwa pemenangnya adalah foto dari kelompok siswa yang sedang membersihkan lingkungan sekolah. Mereka mengumpulkan sampah dan membersihkan taman sekolah dengan senyum lebar di wajah mereka. Alex sangat terkesan dengan semangat mereka dalam menjaga kebersihan dan lingkungan sekolah yang bersih.
"Saya ingin mengucapkan selamat kepada para pemenang dan seluruh siswa yang telah berpartisipasi dalam challenge ini. Kegiatan ini bukan hanya tentang memenangkan hadiah, tetapi juga tentang meningkatkan rasa persaudaraan dan kepedulian kita terhadap lingkungan di sekitar kita," tutur Alex.
__ADS_1
Alex berharap bahwa kegiatan seperti ini dapat terus diadakan dan memotivasi lebih banyak siswa untuk terlibat dalam kegiatan positif di sekolah. Setelah pengumuman, seluruh siswa merasa senang dan terinspirasi untuk melakukan hal-hal yang positif di sekolah dan di lingkungan sekitar.