
Alena adalah gadis yang lahir pada tanggal 22 Juli, sehingga zodiaknya adalah Leo. Namun, Alena tidak terlalu memperdulikan zodiaknya. Dia tidak suka membaca ramalan zodiak atau mencari tahu tentang karakteristik zodiaknya. Dia lebih suka menghabiskan waktunya untuk mengerjakan hobi-hobinya dan menghabiskan waktu bersama teman-temannya.
Lahir di tanggal 22 Juli hingga 22 Agustus adalah pemilik zodiak Leo. Lambang zodiak Leo adalah singa dan berelemen api. Tak heran, Leo memiliki sifat yang suka memerintah. Ia tak segan marah kepada siapa saja yang menghalangi hidupnya. Bagi Leo memberi nasihat kepada orang lain adalah kesenangan baginya, meskipun belum tentu ia menjalaninya. Leo sangat cocok dijadikan seorang pemimpin, kemampuannya beradaptasi membuatnya bisa bekerja di berbagai bidang.
Alena memiliki beberapa teman baik, yang juga memiliki zodiak yang berbeda-beda. Ada Denny, yang zodiaknya Taurus, dan sangat memperhatikan ramalan zodiaknya. Setiap kali Denny mendapatkan ramalan yang kurang baik, dia akan panik dan mencoba menghindari hal-hal yang bisa membuat ramalan buruk menjadi nyata.
Teman Alena yang lain adalah Rina, yang zodiaknya adalah Libra. Rina selalu ingin menciptakan keseimbangan dalam hidupnya dan suka merenungkan arti dari ramalan zodiaknya. Dia juga sering mengajak Alena untuk ikut melakukan aktivitas spiritual yang terkait dengan zodiak.
Alena memiliki beberapa hobi yang sangat dia sukai, seperti bermain musik dan menulis cerita. Dia suka menghabiskan waktu untuk berlatih dan membuat musik, atau menulis cerita-cerita yang menarik. Dia tidak memperdulikan zodiak dalam membuat karya-karyanya, karena menurutnya kreativitas tidak bisa dibatasi oleh zodiak.
Suatu hari, Alena bertemu dengan seorang astrolog yang memberinya bacaan zodiak yang sangat akurat. Alena terkesan dengan keakuratan bacaan zodiak tersebut, dan mulai tertarik untuk mempelajari lebih banyak tentang zodiak. Dia belajar bahwa zodiak dapat memberikan panduan yang berguna dalam hidupnya, tetapi tidak perlu menjadi satu-satunya faktor yang menentukan hidupnya.
Alena mulai mencari keseimbangan antara menghargai zodiak dan hidup tanpa dibatasi olehnya. Dia tetap melanjutkan hobi-hobinya, dan tetap menjadi dirinya yang cuek. Namun, dia juga mulai memperhatikan ramalan zodiaknya dan mengambil beberapa tindakan untuk menghindari hal-hal yang mungkin buruk menurut zodiaknya.
Alena adalah seorang gadis muda yang memiliki hasrat yang besar dalam bidang musik. Sejak kecil, ia telah belajar bermain piano dan gitar dari ibunya yang juga seorang musisi. Ketika Alena berusia 15 tahun, ia memutuskan untuk mengambil kursus drum dan menemukan bahwa ia sangat menikmati bermain instrumen itu.
Setelah mencari-cari, Alena menemukan sebuah studio musik terdekat dari rumahnya. Di sana, ia bertemu dengan guru drum yang akan membimbingnya dalam belajar bermain drum. Namun, Alena menemui berbagai kesulitan di awal-awal pembelajaran. Ia kesulitan dalam memahami ritme dan teknik bermain drum yang tepat.
Meskipun begitu, Alena tidak menyerah dan terus berlatih dengan gigih. Ia seringkali berlatih hingga larut malam, bahkan kadang-kadang mengorbankan waktu tidurnya. Dengan dukungan dari keluarga dan teman-temannya, Alena semakin termotivasi untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuannya.
Rani: Kamu bisa mencoba mencari sekolah musik atau studio musik di sekitar sini. Mereka pasti memiliki fasilitas drum.
Alena: Hmm, itu ide bagus. Apa kamu tahu studio musik terdekat dari sini?
Rani: Ada studio musik di dekat pusat kota. Aku bisa memberikanmu alamatnya nanti.
Alena: Bagus, terima kasih! Aku akan mencoba menghubungi mereka untuk jadwal latihan.
Rani: Jangan lupa juga untuk mencari guru drum yang bisa membimbingmu. Itu akan sangat membantu.
__ADS_1
Alena: Iya, aku akan mencarinya juga. Aku berharap bisa bermain drum dengan baik suatu saat nanti.
Rani: Tentu saja, kamu pasti bisa. Semangat!
Setiap hari setelah pulang sekolah, Alena akan segera berlatih bermain drum di garasi rumahnya. Dia akan memutar musik dari band-band favoritnya, mencoba menirukan drum beat yang mereka mainkan, dan mengembangkan teknik bermain drum yang lebih baik.
Pelatih Drum: Hai Alena, bagaimana kabarmu hari ini?
Alena: Hai Pak, kabar saya baik. Terima kasih sudah bertanya.
Pelatih Drum: Baiklah, jadi apa yang ingin kita fokuskan pada latihan hari ini?
Alena: Saya masih mengalami kesulitan dalam memainkan beberapa teknik drum. Saya ingin fokus pada itu jika mungkin.
Pelatih Drum: Tentu saja, kita bisa melakukannya. Apa teknik drum yang ingin kamu pelajari lebih lanjut?
Pelatih Drum: Bagus, itu adalah teknik yang sangat penting. Mari kita mulai dengan double bass drum. Pertama, coba mainkan ritme dasar menggunakan kedua bass drum secara bersamaan.
Alena: Baiklah, seperti ini ya?
(Alena memainkan double bass drum)
Pelatih Drum: Iya, bagus. Sekarang, cobalah mainkan double bass drum pada kecepatan yang lebih cepat.
(Alena memainkan double bass drum pada kecepatan yang lebih cepat)
Pelatih Drum: Hebat, Alena. Sekarang mari kita pelajari teknik paradiddle. Teknik ini melibatkan pola yang lebih kompleks, jadi kita harus mulai dari dasar terlebih dahulu. Pertama, mainkan pola paradiddle pada snare drum.
Alena: Oke, seperti ini ya?
__ADS_1
(Alena memainkan paradiddle pada snare drum)
Pelatih Drum: Bagus, sekarang coba mainkan pola tersebut dengan menambahkan bass drum dan hi-hat.
(Alena memainkan paradiddle dengan menambahkan bass drum dan hi-hat)
Pelatih Drum: Hebat sekali, Alena. Kamu benar-benar telah memperbaiki teknik drum-mu. Ayo kita latihan lebih banyak lagi agar kamu semakin mahir.
Alena: Terima kasih banyak, Pak. Saya akan terus berlatih dengan tekun.
Meskipun awalnya keluarganya sedikit ragu tentang minatnya dalam drum, Alena tetap berusaha keras dan berlatih setiap hari. Ia bermain di pertunjukan sekolah dan bergabung dengan band lokal di kota kecil tempat tinggalnya.
Tapi semakin banyak ia bermain drum, semakin ia merasa kurang puas dengan kemampuan dirinya. Ia ingin menjadi lebih baik dan lebih terampil dalam bermain musik. Maka, Alena memutuskan untuk belajar di sekolah musik terkenal di kota besar.
Alena menatap langit-langit kamar dengan mata lelah setelah berjam-jam menghabiskan waktu untuk berlatih drum. Ini adalah rutinitas harian yang dilakukannya setiap hari, bahkan ketika ia merasa kelelahan dan kurang termotivasi.
Saat dia berdiri dan meraih stik drum, dia merasa jantungnya berdegup kencang. Dia tahu ini adalah saatnya untuk memainkan beat yang dia tulis dan latih selama berminggu-minggu. Ini adalah kesempatan baginya untuk menunjukkan bakatnya di depan teman-temannya dan keluarganya.
Setelah beberapa saat bermain, Alena merasa dirinya menjadi semakin lantang dan kuat. Dia merasakan energi dan gairah yang mengalir dari dalam dirinya, menggerakkan tubuhnya untuk bermain lebih keras dan lebih cepat.
Tiba-tiba, Alena merasa seolah-olah dia terpisah dari kenyataan dan berada dalam alam semesta musik. Dia melihat dirinya bermain di atas panggung besar dengan ribuan penonton yang menari dan bernyanyi bersamanya.
Setelah berjam-jam bermain, Alena akhirnya menyelesaikan latihannya. Dia merasa lelah dan kelelahan, tapi juga sangat puas. Dia merasa bahwa ia telah membuat kemajuan yang signifikan dalam permainan drumnya.
Alena pulang dengan langkah lelah, tapi senyum lebar di wajahnya. Dia tahu bahwa dia telah memberikan segalanya di studio drum hari ini, dan itu adalah perasaan yang luar biasa.
Saat dia tiba di rumah, keluarganya menyambutnya dengan hangat dan memberinya aplaus yang meriah. Mereka tahu betapa keras Alena berlatih dan mereka bangga dengan kemajuannya.
Alena berjalan menuju kamar tidurnya dengan perasaan bahagia dan bangga. Dia tahu bahwa masih banyak lagi yang harus ia pelajari dan kuasai di dunia drum, tapi dia senang bahwa ia sedang dalam perjalanan untuk mencapai impian itu.
__ADS_1