My Little Sky

My Little Sky
27. Investasi bodong


__ADS_3

Ayah Alena, Bapak Rudi, adalah seorang pengusaha sukses yang memiliki perusahaan besar di kota. Namun, segalanya berubah ketika dia tertipu dalam investasi bodong yang dia pikir akan memberikan keuntungan besar bagi perusahaannya.


Investasi itu ternyata palsu, dan Bapak Rudi kehilangan semua uangnya. Perusahaannya jatuh bangkrut dan dia harus menutup bisnis yang sudah dijalankannya selama bertahun-tahun. Dia merasa sangat malu dan merasa seperti kehilangan segalanya.


Alena dan adiknya, jasmin, merasa sedih dan khawatir tentang keadaan ayah mereka. Mereka tidak tahu harus berbuat apa untuk membantu ayah mereka. Alena mengambil inisiatif untuk mencari pekerjaan sambil menyelesaikan studinya agar bisa membantu keluarganya.


Namun, Bapak Rudi tidak ingin membebani anak-anaknya. Dia merasa sangat tertekan dan merasa seperti kegagalan. Alena mencoba meyakinkan ayahnya bahwa mereka semua adalah tim dan bahwa mereka bisa mengatasi situasi sulit ini bersama-sama.


Setelah beberapa minggu, Bapak Rudi memutuskan untuk mencari pekerjaan baru. Namun, usianya yang sudah tua membuatnya kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai. Alena memutuskan untuk membantunya mencari lowongan pekerjaan yang cocok untuk ayahnya.


Namun, hidup mereka menjadi sangat sulit ketika ayah Alena, Pak Rudi, meminjam uang dari beberapa kreditur. Pak Rudi berharap bisa membayar hutang-hutang tersebut dengan cepat, tetapi bisnisnya mulai merosot dan uangnya semakin menipis.


Suatu hari, Pak Rudi meminta bantuan kepada temannya, Bapak Budi, untuk meminjam uang. Namun, Bapak Budi memiliki satu syarat, yaitu Alena harus menikahi putranya, Ardi.


Pak Rudi duduk di depan meja Pak Budi dengan tatapan cemas.


Pak Budi: "Ada apa, Rudi? Kamu kelihatan begitu gelisah."


Pak Rudi: "Saya membutuhkan bantuan finansial dari kamu, Pak Budi. Bisnis saya sedang mengalami masalah keuangan dan saya butuh uang untuk membayar hutang-hutang saya."


Pak Budi: "Berapa uang yang kamu butuhkan, Rudi?"


Pak Rudi: "Saya butuh sekitar 100 juta rupiah, Pak Budi."


Pak Budi: "100 juta? Itu jumlah yang cukup besar. Saya bisa meminjamkan uang tersebut pada satu syarat."


Pak Rudi: "Syarat apa itu, Pak?"

__ADS_1


Pak Budi: "Saya ingin putra saya, Ardi, menikahi putri kamu, Alena."


Pak Rudi terdiam sejenak, tidak tahu harus berbuat apa. Dia merasa tidak adil untuk memaksa Alena menikah dengan Ardi, tetapi dia juga tidak tahu bagaimana cara membayar hutang-hutangnya.


Pak Budi: "Bagaimana, Rudi? Apa kamu setuju dengan syarat saya?"


Pak Rudi: "Saya... Saya perlu berbicara dengan Alena dan istr saya terlebih dahulu."


Pak Budi: "Tentu saja. Pikirkan dengan baik, Rudi. Tapi ingat, waktu terus berjalan dan hutang-hutangmu terus bertambah."


Pak Rudi keluar dari ruangan dengan pikiran yang kacau. Dia tidak tahu harus berbuat apa, tetapi dia merasa tidak tega untuk memaksa Alena menikah dengan Ardi.


Setelah berdiskusi dengan istrinya, Pak Rudi akhirnya memutuskan untuk menerima syarat Pak Budi. Dia merasa tidak punya pilihan lain selain menikahkan Alena dengan Ardi agar keluarganya terhindar dari kebangkrutan.


Namun, dia merasa khawatir dan tidak tahu bagaimana cara memberitahu Alena tentang hal tersebut. Dia tahu bahwa Alena sangat mencintai kebebasannya dan tidak ingin dipaksa menikah dengan orang yang tidak dia cintai.


Saat Alena masuk ke ruangan, Pak Rudi langsung memanggilnya.


Pak Rudi: "Alena, ayah butuh bicara serius dengan kamu."


Alena: "Ada apa, ayah? Kenapa wajahmu terlihat begitu serius?"


Pak Rudi: "Alena, ayah punya masalah keuangan yang besar. Bisnis ayah sedang mengalami kesulitan dan ayah membutuhkan uang untuk membayar hutang-hutang."


Alena: "Oh tidak, ayah. Bagaimana bisa ini terjadi?"


Pak Rudi: "Ayah telah meminjam uang dari teman lama, Pak Budi. Tetapi syaratnya adalah Alena harus menikahi putranya, Ardi."

__ADS_1


Alena terdiam sejenak, tidak tahu harus berbuat apa. Dia merasa terkejut dan sedih. Dia tidak ingin menikah dengan seseorang yang tidak dia cintai.


Alena: "Ayah, aku tidak ingin menikah dengan Ardi. Aku ingin menikah dengan seseorang yang aku cintai."


Pak Rudi: "Saya tahu itu, Alena. Tapi, ayah tidak punya pilihan lain. Jika ayah tidak membayar hutang-hutang ini, bisnis kita akan bangkrut dan keluarga kita akan terpuruk."


Alena terdiam lagi, merenungkan kata-kata ayahnya. Dia tahu bahwa ayahnya tidak punya pilihan lain dan dia tidak ingin keluarganya terpuruk karena masalah keuangan.


Alena: "Baiklah, ayah. Aku akan menikahi Ardi, tetapi aku berharap ayah akan membantuku mencari cara agar aku bisa merasa bahagia dalam pernikahan ini."


Pak Rudi merasa lega mendengar keputusan Alena, tetapi dia juga merasa bersalah. Dia tahu bahwa dia telah memaksa putrinya untuk menikah dengan seseorang yang tidak dia cintai.


Pak Rudi: "Tentu saja, Alena. Ayah akan selalu mendukung kamu dan membantumu dalam segala hal. Ayah berjanji akan mencari cara agar kamu bisa merasa bahagia dalam pernikahan ini."


Alena merasa sangat terkejut dan tidak tahu harus berbuat apa. Dia tidak ingin menikahi seseorang yang tidak dia cintai, tetapi dia juga tidak ingin kehilangan ayahnya. Akhirnya, dia memutuskan untuk mengorbankan dirinya sendiri dan menikahi Ardi demi menyelamatkan keluarganya dari kebangkrutan.


Alena duduk di tepi jendela kamarnya, menatap keluar ke jalan raya yang ramai di depan rumahnya. Hatinya terasa berat dan penuh kekhawatiran. Dia baru saja mengetahui bahwa ayahnya telah membuat perjanjian dengan temannya untuk menikahkan Alena dengan putranya yang bernama Ardi.


Alena merenungkan kehidupannya selama ini, dan tak ada yang mengisi hidupnya seperti rasa cinta yang membara, tapi ayahnya memaksa dirinya menikah dengan seseorang yang sama sekali tidak ia cintai. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Dia merasa terjebak dalam situasi yang sulit.


Saat Alena mengenang kembali momen-momen bahagia yang pernah dia jalani bersama keluarganya, tangisannya pun tak terbendung lagi. Dia merasa sedih dan kecewa, karena ia harus menikah dengan orang yang tidak dia cintai. Alena merasa dihukum oleh nasib. Dia merasa terperangkap dalam pilihan yang tidak bisa dia hindari.


"Tidak ada yang lebih penting daripada kebahagiaanmu, Alena," gumamnya dalam hati.


Alena tahu bahwa dia tidak bisa menghindari perjodohan ini. Dia tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Dia hanya tahu bahwa dia harus membawa kebahagiaan untuk dirinya sendiri dan keluarganya. Tetapi bagaimana dia bisa merasa bahagia saat menikahi seseorang yang sama sekali tidak dia cintai?


"Bagaimana aku bisa merasa bahagia dalam pernikahan ini?" gumam Alena dalam hati. "Aku tidak ingin menyakiti ayahku, tapi aku juga tidak ingin menyakiti diriku sendiri."

__ADS_1


Alena merenungkan dengan hati-hati, mencari jalan keluar dari situasi yang sulit ini. Dia tahu bahwa dia harus menemukan jalan untuk menyelesaikan masalah ini. Alena berharap ada jalan keluar yang membuat semua orang bahagia. Tetapi dia juga tahu bahwa tidak mungkin semua orang bisa merasa bahagia dalam situasi yang sulit ini.


__ADS_2