
Mereka duduk di ruang tamu, dan Alena melihat beberapa mainan baru yang menarik di rak.
"Wow, mainannya keren. Lo membeli mainan baru?" tanya Alena.
"Ya, gue baru saja membeli beberapa mainan baru yang bagus. Lo ingin melihatnya?" tanya Alex.
Alena mengangguk antusias, dan mereka berjalan ke kamar Alex. Di sana, Alex menunjukkan koleksi mainannya yang sangat lengkap. Alena terkesima melihat begitu banyak mainan yang keren.
"Kamu ingin bermain dengan mainan ini?" tanya Alex sambil menunjuk ke satu set mainan yang menarik.
Mereka berjalan menuju kamar Alex, dan Alena terkejut melihat begitu banyak barang yang menarik di sana.
"Duh, kamu punya banyak barang yang keren, Alex!" ucap Alena dengan terkagum-kagum.
"Terima kasih, Alena. Aku senang kamu suka," balas Alex sambil tersenyum.
Alena berjalan mengelilingi kamar Alex, melihat-lihat buku, mainan, dan barang-barang koleksi Alex. Dia terkesima dengan banyaknya barang yang dimiliki Alex, dan merasa senang bisa melihat-lihat semuanya.
"Kamu suka buku, Alena? Aku punya beberapa buku bagus di sini," kata Alex sambil menunjuk ke rak buku di sudut kamar.
Alena mengangguk antusias, dan mereka duduk bersama di lantai, membaca buku dan berbicara tentang cerita yang mereka baca. Alena merasa senang bisa berbicara dengan Alex tentang buku, dan merasa bahwa mereka memang memiliki banyak kesamaan.
Mereka kemudian berjalan menuju lemari pakaian Alex, dan Alena melihat begitu banyak pakaian yang rapi dan tertata di sana. Alex menunjukkan beberapa pakaian yang dia suka, dan Alena merasa terinspirasi untuk mencoba beberapa pakaian di sana.
"Aku pikir warna ini cocok untukmu, Alena. Coba pakai baju ini," kata Alex sambil menunjuk ke sebuah baju berwarna merah muda di rak.
Alena mengangguk antusias, dan mencoba baju itu di depan cermin. Dia merasa senang dengan penampilannya, dan berterima kasih kepada Alex atas saran yang bagus.
Tiba-tiba, Alena merasa tangan Alex membelai rambutnya dengan lembut. "Kamu terlihat cantik hari ini, alena," ucap Alex dengan suara lembut.
Alena tersenyum dan merasakan detak jantungnya semakin cepat. Dia membalas belaian Alex dengan mengelus tangan suaminya dan merapatkan dirinya dengan Alex.
Beberapa saat kemudian, Alex mengecup lembut bibir Alena. Dia merasakan sentuhan lembut dan hangat dari bibir Alex , dan dia terdiam lalu membalas dengan menciumnya kembali.
Suasana menjadi hening, dan Alena merasakan perasaannya semakin intens. Lalu alena tersadar bahwa ini tidak benar ,ia langsung menjauh dari badan Alex .
"sorry alena"Alex menunduk dan malu.
__ADS_1
"Eummm yaa okeee gapapa,euuuu btw gue laper cari makan diluar yu"alena membuat suasana menjadi seperti biasa lagi dan menganggap tidak terjadi apa apa.
"Ayooo,gue siapin motor dulu ya"Alex bergegas pergi dan mengambil kotornya.
Mereka kemudian pergi ke pinggir jalan dan mencari warung makan yang ada di sekitar tempat tersebut.
Setelah berjalan beberapa saat, mereka menemukan sebuah warung makan kecil yang menyediakan berbagai macam makanan.
Suasana di sekitar sedikit ramai dan terdengar suara kendaraan yang melintas di jalan raya.
"Alena, kamu mau makan apa nanti?" tanya Alex memecah keheningan.
"Hmm, aku mau makan mie ayam dan sate," jawab Alena dengan senyum.
"Aku juga suka mie ayam, tapi aku lebih suka sate ayam daripada sate kambing," ucap Alex sambil tertawa.
Alena bergabung dalam tawa Alex. "Kamu memang lebih suka ayam daripada kambing ya?"
"Ya, lebih enak menurutku. Tapi aku akan makan apa saja asalkan kamu suka," balas Alex sambil tersenyum pada Alena.
Alena dan Alex memesan beberapa jenis makanan yang terlihat lezat dan menunggu dengan sabar.
Alena memandang menu dengan seksama, mencoba memutuskan makanan apa yang ingin dia pesan untuk dirinya dan Alex. Setelah mempertimbangkan beberapa saat, dia akhirnya memutuskan untuk memesan mie ayam untuk keduanya.
"Mas, saya ingin memesan dua porsi mie ayam, satu untuk saya dan satu lagi untuk teman saya," ucap Alena pada bapak tukang mie ayam.
Bapak tersebut mencatat pesanan Alena dan segera mengambilnya ke dapur. Beberapa saat kemudian, mie ayam yang sudah siap disajikan kepada mereka.
Alena mengambil sumpit dan mulai menyantap mie ayamnya dengan lahap. Rasanya enak dan memuaskan, dan dia merasa senang karena Alex pasti akan menyukainya juga.
Beberapa saat kemudian, pelayan membawa mie ayam untuk Alex. Alex juga merasa senang dengan pilihannya dan mulai menyantap mie ayamnya.
"Mie ayam ini enak banget, alena. Kamu benar-benar tahu selera aku," ucap Alex sambil tersenyum pada Alena.
Setelah beberapa saat, makanan mereka siap dan mereka mulai menikmati hidangan mereka.Alena merasa senang dan lega karena Alex menyukai pilihannya. Mereka terus menikmati makanan mereka sambil terus bercanda dan mengobrol.
Setelah selesai makan mie ayam, Alena dan Alex masih merasa lapar. Mereka ingin mencicipi sate yang terkenal di daerah itu. Mereka segera membayar di restoran dan keluar.
__ADS_1
"Kita mau ke mana?" tanya Alena sambil menggandeng tangan Alex.
"Aku ingat ada warung sate yang enak di sini. Kita bisa ke sana," jawab Alex sambil menunjuk ke arah warung sate tersebut.
Mereka segera berjalan menuju warung sate tersebut. Sesampainya di sana, mereka memesan beberapa tusuk sate dan menunggu sambil duduk di bangku di depan warung.
Sementara menunggu, Alena mengamati sekitar dan melihat ada anak kecil yang sedang bermain di depan warung. Dia tersenyum melihat anak tersebut dan merasa senang karena suasana di sana sangat ramah dan hangat.
Beberapa saat kemudian, sate yang sudah siap disajikan kepada mereka. Alena dan Alex segera mulai menikmati sate tersebut. Rasanya enak dan pedas, sehingga membuat mereka merasa semakin lapar.
"Mmm, sate ini enak banget. Kamu suka?" tanya Alex sambil mengunyah sate.
"Iya, aku juga suka banget. Pedasnya pas dan dagingnya empuk," jawab Alena sambil tersenyum.
Mereka terus menikmati sate tersebut sampai habis. Setelah selesai makan, mereka membayar dan berterima kasih kepada pemilik warung sate.
"Makanannya enak banget, kita harus datang lagi nanti," ucap Alena sambil tersenyum.
"Iya, aku setuju. Kita pasti akan kembali ke sini," balas Alex sambil menggandeng tangan Alena.
Mereka berjalan pulang dengan perut kenyang dan hati bahagia. Mereka merasa senang karena sudah mencicipi makanan enak di tempat yang baru dan menikmati suasana yang ramah dan hangat.
Setelah puas makan di warung sate, Alena dan Alex memutuskan untuk pulang. Alex meminta izin pada Alena untuk mengantarnya pulang, karena tempat tinggal Alena cukup jauh dari sana.
"Maukah kamu jika aku mengantarmu pulang? Aku khawatir kamu pulang sendiri terlalu malam," tanya Alex sambil memandang wajah Alena dengan lembut.
Alena tersenyum dan mengangguk. Dia merasa senang karena Alex sangat perhatian dan peduli terhadap keamanannya.
"Terima kasih, Alex. Aku senang sekali kamu mengantarku pulang," ucap Alena sambil tersenyum.
Mereka segera menuju motor Alex dan mulai berjalan pulang. Alena menikmati perjalanan dengan merasakan angin malam yang sejuk meniup wajahnya. Alex juga menikmati perjalanan, terutama saat melihat wajah Alena yang terlihat damai dan tenang.
Sesampainya di depan rumah Alena, Alex segera berhenti motor dan membantu Alena turun. Dia menatap Alena dengan lembut dan mengucapkan kata-kata perpisahan.
"Aku harap kamu sampai dengan selamat, Alena. Aku akan memastikan untuk menghubungimu lagi besok," ucap Alex sambil tersenyum.
"Terima kasih, Alex. Aku juga harap kamu sampai dengan selamat. Aku senang sekali berada di sampingmu hari ini," ucap Alena sambil tersenyum.
Mereka saling tersenyum dan memandang satu sama lain. Alex kemudian mengucapkan selamat malam dan berjalan pulang. Alena melihat Alex pergi dengan senyuman di bibirnya, merasa bahagia karena bisa menghabiskan waktu bersama Alex dan merasa aman karena Alex selalu memperhatikannya. Dia berharap bisa bertemu lagi dengan Alex dan menghabiskan waktu bersama di waktu-waktu yang akan datang.
__ADS_1