My Lovely Bastard

My Lovely Bastard
Problem


__ADS_3

Ruang meeting yang biasanya dingin dan tegang, kini terasa makin lebih dingin. Bukan karena suhu ruangannya yang rendah, namun karena CEO mereka yang diam menatap para audiens dengan tajam. Aura menakutkan menguar darinya, tak ada satupun pasang mata yang berani menatap sang CEO.


"Persiapkan konferensi pers,cari pengganti Madam Lien." suara bass tersebut membuat seluruh peserta rapat saling bertatapan menunjukkan keterkejutannya, namun tidak ada satupun yang berani menyampaikan sanggahan mereka.


"Kepala bagian fashion, cari calon-calon designer terbaik. Besok berikan padaku,"


Setelah Zack keluar dari ruang rapat, seluruh penghuni ruangan tersebut menghela nafas panjang.


"Bagaimana jika Madam Lien bertingkah? Kalian semua kan tau bagaimana buruknya temperamen banci tua itu." mereka semua menatap laki-laki yang baru saja mengeluarkan keluhannya,


"Kenapa kau tidak mengatakan itu di depan CEO tadi?" laki-laki itu nyengir kuda, menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Oh iya, Wendy. Bukankah kau dulu sempat mengambil studi busana, kenapa kau tidak bantu aku saja menemukan pengganti Madam Lien?" Wendy memutar bola matanya jengah,


"Aku hanya disana selama dua bulan, tidak banyak yang aku kenal. Lagi pula itu tugasmu Ten, selamat menikmati komrntar pedas CEO." Wendy tersenyum manis yang membuat Ten ingin mengumpat,


  ***


"Zack kau benar-benar gila," Zack mengangkat kepalanya dengan malas, sudah hafal dengan suara menyebalkan yang selalu mengusiknya tiap saat itu.


"Bagaimana mungkin kau melimpahkan seluruh kesalahan pada desainermu itu di konferensi tadi?"


"Lagipula itu memang kesalahannya, aku mengatakan yang sebenarnya." Rey berdecak heran mendengar jawaban acuhnya Zack.


"Kau tidak takut dia menyerangmu atau apa? Dia kan sudah lama disini, dan aku juga tau betapa buruknya dia."


"Mau apa kau kemari,"


"Kau masih saja bertanya terus, tentu saja aku bosan. Kau sudah mendapat pengganti Madam Lien?" Zack mengangkat kepalanya merasa tertarik dengan ucapan Rey,


"Kau ada saran?"


"Bukan saran, hanya referensi. Kau tau Zie?" Zack menatap Rey jengah,


"Jika kau hanya ingin curhat tentang para kekasihmu lebih baik kau pulang." Rey berdecih, dia menarik kursi dan duduk tepat di depan meja kebesarannya Zack.


"Mungkin nanti, doakan saja." Zack tetap diam,

__ADS_1


"Dia desainer yang sedang digemari saat ini, aku rasa juga karyanya akan cocok dengan perusahaanmu."


"Kau pernah bertemu dengannya?"


"Nah itu masalahnya, tidak ada yang tau siapa sebenarnya Zie itu. Dia merahasiakan identitasnya, lihat ini. Ini salah satu tas buatan dia, kata Mommymu ini edisi terbatas. Hanya ada 3,"


"Mommy?"


"Kau tidak tau? Dasar anak durhaka, aku pergi dulu."


"Kau memiliki kontaknya?" Rey berbalik, menatap Zack dengan pandangan menggoda.


"Andaipun aku punya, aku tak akan memberikannya padamu." mendengar jawaban Rey, ingin rasanya Zack melemparkan mejanya hingga menghantam kepalanya Rey. Agar Rey lupa ingatan dan tidak perlu mengusiknya setiap saat seperti nyamuk. Datang dan pergi seenaknya,


"Oh iya, setahuku salah satu stafmu ada yang menggunakan merk Zie. Coba kau tanya dia, apalagi yang dia miliki adalah tas edisi terbatas tersebut."


"Staf?"


"Itu loh, wanita rambut bop yang pernah aku goda di depanmu. Wen, Wen siapa aku lupa. Aku pulang."


Zack menekan tombol interkom, memanggil sekertarisnya.


"Steph, kau tau ada staf yang bernama Wen?" Zack diam sesaat, mendengarkan jawaban sekertarianya.


"Entah, panggil mereka semua ke ruanganku. Segera."


Zack mengurut pangkal hidungnya, dia harus segera mendapatkan pengganti Madam Lien. Apalagi beberapa minggu kedepan akan banyak acara, tidak mungkin dia memberikan pakaian asal-asal untuk para artisnya. Bisa rusak reputasi perusahaannya,


Zack kembali menegakkan tubuhnya mendengar suara ketukan pintu, tak lama masuk empat orang wanita kedalam ruangannya.


"Diantara kalian siapa yang menggunakan merk Zie?" tiga orang dari empat wanita itu mengangkat tangannya dengan takut-takut, tentu saja.


Mereka hanya staf biasa, bahkan ini baru pertama kalinya mereka masuk ke ruangan bosnya ini. Tentu saja banyak hal buruk berkecamukan di kepala mereka, apa mereka berbuat kesalahan fatal hingga harus berhadapan langsung dengan sang CEO yang terkenal menakutkan itu.


"Aku dengar ada tas merk Zie yang hanya ada 3, siapa diantara kalian yang memilikinya." seorang wanita berambut sebahu mengangkat tangannya dengan bergetar,


"Selain dia kalian semua boleh keluar." seperti mendapatkan nafasnya, ketiga wanita itu langsung bergegas keluar. Seolah jika mereka masih berdiri disana sedetik saja, mereka bisa mati berdiri.

__ADS_1


"Bukankah kau tadi mengikuti rapat?" wanita itu mengangguk,


"Kau tentu mendengar juga jika aku meminta desainer baru," wanita itu mengangguk lagi.


"Kau manager baru?"


"B-bukan, saya hanya pekerja kontrak menggantikan Mr. Adam hingga dia dapat bekerja kembali."


"Kau mengenal desainer Zie itu?" dengan cepat wanita itu menggeleng, melambaikan kedua tangannya dengan gugup.


"T-tidak, mana mungkin saya mengenal desainer seterkenal dia." Zack memincingkan matanya,


Tentu saja Zack tidak dapat dibohongi, sudah banyak orang yang Zack hadapi. Membuat Zack seolah dapat membaca fikiran lawan bicaranya. Karena kemampuan itu memang sangat di butuhkan dalam bidangnya. Berhadapan dengan orang yang kebanyakan bermuka dua.


"Kau tau, jika kau bisa memberi identitasnya aku akan memberikan pekerjaan tetap disini. Jika kau tau tapi pura-pura tidak tau, jangan harap kau akan mendapatkan pekerjaan dimanapun kau melamar pekerjaan. Tentu kau tau seberapa berpengaruhnya aku,"


Mata wanita itu bergetar, seolah siap menumpahkan air matanya. Zack mengetuk meja, membuat ruang sunyi itu semakin mencekam.


"Aku masih menunggu," Zack kembali menyuarakan kejengkelannya, sudah hampir sepuluh menit wanita itu diam dengan gelisah.


"Kalau,"


"Aku kenal dia, dia temanku waktu kuliah dulu." seru wanita itu menutup matanya, tangannya mengepal. Dia terlihat kesal,


Zack mengangkat sudut bibirnya,


"Aku ingin kau membujuknya agar mau berada disini, jika berhasil. Kau akan berada di posisimu saat ini selamanya, menggantikan Mr Adam. Dan aku akan menjaga identitasnya, namun jika kau tidak bisa mendapatkannya. Kau tau, aku bisa mengorek siapa dia. Akan aku sebarkan identitasnya,"


Wanita itu menatap Zack tidak percaya,


"Kau bisa pegang ucapanku. Sekarang kau bisa keluar, aku tidak main-main dengan tawaranku."


Wanita itu berbalik, dia menatap kearah depan dengan hampa. Seolah nyawanya telah menghilang baru saja. Setelah menutup pintu, wanita itu jatuh bersimpuh dilantai. Air mata yang sejak tadi dia tahan, akhirnya meluap juga.


           TBC


Wng, 18 Mei 2020

__ADS_1


__ADS_2